Tanya Jurusan: Teknik Elektro

Narasumber: 

Atindriyo Kusumo P., Systems and Control, TU Delft

gharda

Gharda Derrian Tradewa, Electrical engineering, TU Eindhoven

Moderator:

Tubagus Rizky Dharmawan, bidang Embedded Systems, TU Delft

Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Atindriyo:

Perkenalkan teman2, saya Atindriyo. Saya sekarang sedang mengambil MSc di Systems and Control di fakultas 3mE TU Delft. Di jurusan saya, sistem perkuliahannya terdiri dari 1 tahun perkuliahan, dan 1 tahun untuk selesaikan thesis. Sama seperti Gharda, di S&C saya harus selesaikan 120 ECTS (SKS) dalam waktu maksimal 3 tahun.

Gharda:

Perkenalkan saya Gharda. Saya sedang mengambil jurusan electrical engineering di TU Eindhoven. Sistem perkuliahannya secara garis besar yaitu: 1 tahun perkuliahan (coursework), 3 bulan internship, dan 9 bulan thesis. Kuliah terdiri dari 120 ects.

Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

Atindriyo:

Research groupnya ada bermacam2, seperti wind energy, robotics, control theory, process control, dsb.

Kuliah yang menarik buat saya di sini adalah control theory, karena di situ saya belajar sangat banyak basic dari control, yang mana akan banyak terpakai dalam quarter2 (triwulan2) berikutnya. Selain itu ada juga filtering and system identification, kalau di sini kita lebih aplikatif dibandingkan kuliah yang pertama saya sebut tadi, karena kita belajar untuk identifikasi proses apa yang bekerja di dalam sistemnya dengan hanya mengetahui input dan outputnya saja.

Well, secara general, kuliah2 di systems and control sangat matematis sekali. Sebisa mungkin pengetahuan Aljabar Linear (Matrix dsb) dikuatkan sebelum masuk kuliahJ

Research group di Systems and Control adalah:

  • Mechatronics, micro-systems, production systems, robotics, smart structures
  • Petrochemical/chemical/physical and biotechnological production processes
  • Transportation systems (automotive systems, logistic systems, aerospace)
  • Physical imaging systems (acoustic and optical imaging)
  • Energy conversion and distribution
  • Biomedical Engineering
  • Embedded systems

Saya sendiri akan fokus di research group no.5

Gharda:

Di jurusan saya ada 9 research group dan nantinya kita harus memilih research group untuk internship dan thesis. Biasanya orang2 memilih sesuai spesialisasinya. Contoh research groupnya (electronic systems, electrical energy system, signal processing, dll.)

Salah satu mata kuliah yang menarik adalah Decentral Power Generation. Disini saya belajar sesuatu yang baru yang berkaitan dengan mengubah sistem kelistrikan menjadi sistem yang modern.

Mata kuliah menarik lainnya adalah complex analysis. Mata kuliah ini menarik karena cukup menyulitkan dan benar2 matematis (emang mata kuliah dari jurusan matematik) sehingga pendekatan yang harus dilakukan untuk belajar sedikit berbeda di TU/E ada 9 research groups di jurusan electrical engineering yaitu:

  • electrical energy system
  • electro optical communications
  • electromechanics and power electronics
  • electronic systems
  • mixed signal microelectronics
  • control systems
  • signal processing systems
  • photonic integration
  • electromagnetics

Saya sendiri internship pertama di grup “electromechanics and power electronics” lalu internship kedua dan thesis di grup “electrical energy systems”

Apa program studi S1 kk? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang kk ambil? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 kk?

Atindriyo:

Saya studi di Teknik Fisika ITB, yang mana bisa dibilang linear dengan S2 saya di TU Delft, karena spesialisasi saya di S1 adalah Instrumentasi dan Kontrol. Jadi dasar2 yang saya dapatkan di ITB bisa saya pakai lagi di S2 dari kuliah2 seperti Kontrol Otomatik, Kontrol Modern, Kontrol Cerdas, dan Kontrol Digital. Bahkan banyak kuliah yang mengulang kuliah S1, hanya saja tingkat pendalaman materinya yang lebih baik. Dari Teknik Fisika ke S2 di TU Delft, sebenarnya bisa masuk ke banyak program, seperti Systems and Control, Biomedical Eng., Sustainable Energy Technology, Material Eng., dsb.

Seperti yang dibilang Gharda, di sini juga ada jurusan management of technology, dan alumni Teknik Fisika juga ada yang sedang studi di situ.

Gharda:

Saya s1 di teknik elektro juga, yang sangat relevan dengan s2 saya (namanya aja sama).  saya kira jurusan s2 lain yang cocok untuk anak elektro ada

  • electrical engineering
  • system and control
  • sustainable energy technology
  • computer science (kadang cocok kadang engga)
  • automotive engineering
  • biomedical engineering

tapi ya semua juga bisa sih, banya juga anak s1 elektro ngambil MBA, atau manajemen J

Bagaimana cara mendaftar ke program studi ? Apa saja requirementsnya?

Atindriyo:

Cara mendaftar ke program studi di sini secara lengkapnya dapat dilihat di website: http://tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/admission-and-application/msc-with-international-degree/admission-requirements/

Secara garis besar, kita harus menyiapkan 2 recommendation letter dari professor di program studi kita, atau bisa dari otoritas di perusahaan di mana kita bekerja.

Kemudian ada IELTS atau TOEFL yang mana syaratnya minimumnya ada di website di atas.

Ada pula transkrip, motivation letter dll. Sebagian besar jurusan buka hanya pada musim Fall. Jarang ada yang buka pada musim Spring. Tergantung kebijakan masing2 jurusan.

Gharda:

https://www.tue.nl/en/education/studying-at-tue/admission-and-enrollment/graduate-programs/admission/bachelor-from-a-university-outside-the-netherlands/

Untuk cara mendaftar disitu udah cukup oke. untuk lebih detailnya bisa liat di bagian kanan “interesting links” disitu bisa cari2 lebih lanjut dan syarat2nya sih menurut saya cukup umum seperti nilai IELTS/TOEFL, transkrip, motivation letter, dll

Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah  menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

Atindriyo:

Pilihan beasiswa sebagian besar mahasiswa di sini adalah  LPDP, kedua adalah Stuned, ketiga adalah beasiswa dari TU Delft. Saya sendiri adalah awardee LPDP, cara applynya bisa dilihat di website LPDP: http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/

Untuk stuned: http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master

Beasiswa TU Delft: http://www.tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/finances/scholarships-awards/tu-delft-excellence-scholarships/

Biaya hidup di sini rata2 600-800. Tergantung sekali pada gaya hidup dan pilihan akomodasi. Akomodasi yang private jelas lebih mahal dan harus persiapkan semua perabotan sendiri. Shared acommodation lebih enak dari segi finansial karena perabotan dibeli bersama, dipakai bersama, asal bisa mengorbankan privasi.

Kalau LPDP enaknya adalah bisa bawa istri/suami (kalau punya) dan anak2 juga, lalu dapat tambahan 25% x dana bulanan perindividu yang ikut serta

Gharda:

Dari TU/E sendiri ada beasiswa bernama ALSP. Dengan beasiswa ini tuition fee (uang sekolah) digratiskan + dapat uang saku 5000 euro pertahun. 5000 euro pertahun GA CUKUP untuk hidup jadi harus ada tambahan lagi sekitar 7000 pertahun (asumsi hidup perbulan 1000 euro).

Menariknya beasiswa ini adalah karena beasiswa ini disediakan oleh perusahaan, sehingga ada kemungkinan untuk diikat kerja setelah selesai berkuliah. Dan jumlah yang mendapatkan beasiswa ini juga lumayan banyak. Untuk beasiswa lainnya (bukan dari kampus) bisa dicari di tempat lain seperti LPDP, Stuned, dll.

Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

Atindriyo:

Ada, systems and control ada di TU Eindhoven dan University of Twente, kebetulan TU Delft dan 2 kampus tsb ada di bawah naungan 3TU, semacam konsorsium 3 universitas teknik terbaik di belanda. Kalau sepengetahuan saya dari teman orang Belanda alumni TU Eindhoven, TU Eindhoven lebih practical dan TU Delft lebih theoretical. TU Delft juga memiliki pendekatan yang lebih baik terhadap entrepreneurship. Kalau Twente saya kurang tahu. Hehe.

Gharda:

Jelas ada. Di TU Delft (TUD) dan Universiteit Twente (Twente) ada juga jurusan teknik elektro. Untuk menentukan kampus mana yang akan kita pilih saya kira banyak parameternya seperti misalnya topik yang kita sukai. Misal saya tertarik dengan power system, di twente topik power system tidak ada sehingga saya harus memilih antara TUD dan TUE. Nah di antara TUD dan TUE saya harus memilih lagi fokus mana di power system yang saya sukai. Contohnya TUD banyak riset di HVDC, sementara TUE banyak riset di smart grid.

Beberapa pertimbangan lain yang biasa digunakan orang untuk memilih kampus yaitu, lokasi, teman2, rangking, dll.

Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi? Apa rencana studi setelah lulus?

Atindriyo:

Prospek kerja yang relevan: sangat banyak! Bisa di bidang otomotif, biomedical, energy, robotics, process industry, dsb. Rencana pribadi setelah lulus adalah kembali ke Indonesia dan bekerja di BUMN di bidang energy atau memulai start up di bidang renewable energy.

Gharda:

Untuk prospek kerja untuk teknik elektro sangat beragam dan juga tergantung dengan spesialisasi di teknik elektronya. Bisa di industri telekomunikasi seperti PT Telkom, bisa di oil and gas seperti pertamina, bisa di kelistndonesia dan bekerja di Indonesia.

Bagaimana ilmu yang di dapatkan bisa bermanfaat di Indonesia?

Atindriyo:

Well, saya pribadi melihat prospek renewable energy di Indonesia sedang berkembang, dan expert di bidang kontrol juga dibutuhkan di banyak bidang termasuk renewable energy, karena salah satu solusi untuk optimisasi daya yang bisa diperoleh dari instrumen2 tsb selain dari mengubah tatanan fisiknya.

Gharda:

Ilmu yang saya tekuni sekarang adalah power system dengan renewable energy. Saya harap dengan ilmu saya ini maka jumlah pembangkit berbasis renewable energy dapat ditingkatkan. Menurut saya pribadi masih banyak masalah mendasar di sistem kelistrikan di Indonesia sehingga ilmu elektro yang saya miliki akan bisa banyak diterapkan.

Apa pesan ka Gharda dan Ka Atin untuk peserta diskusi?

Atindriyo:

Terkait pendaftaran, siapkan sebaik mungkin dokumen2 sejak awal, jangan terlalu mepet deadline seperti halnya orang Indonesia pada umumnya hahaha. Ini berlaku juga untuk pencarian beasiswa.

Untuk beasiswa sendiri, dalam wawancara, pastikan benar teman2 yakin dengan pilihan teman2, dan alasan2nya. Tahu ranking universitas idaman memang perlu, tapi jangan sampai ketika teman2 ditanya: Kenapa mau ke TU Eindhoven/Delft? Lalu teman2 jawab: karena rankingnya lebih baik daripada univ di Australia (misalnya). Lebih baik spesifik seperti: research di sana sesuai dengan keinginan saya, karena saya lebih ingin fokus di bidang A dan profesor di sana memiliki reputasi yang mendunia di bidang itu. Dan setiap pilihan ada kelemahannya, jadi siapkan jawaban teman2 apabila ditanya tentang kelemahan pilihan itu dan kenapa tetap memilihnya.

Terkait akademik, siapkan sebaik mungkin kemampuan berbahasa inggris secara aktif (bukan pasif seperti menonton film tanpa subtitle dsb), karena sedikit meringankan beban ketika menjalani perkuliahan di kelas, juga untuk bertanya ketika tidak paham suatu materi.

Kemudian, jangan hanya cari tahu tentang jurusan yang teman2 mau, tapi juga fokus researchnya. Misalnya teman2 tertarik kontrol tapi di bidang process, maka yang terbaik mungkin pergi ke Skandinavia (Norway, Sweden, dsb). Hal ini untuk mempersiapkan teman2 agar tidak galau di tengah2 kuliah hahaha.

Terakhir, serahkan semua pada Tuhan, saya tahu tidak semua orang se-faithful itu, terkadang saya juga. Tetapi saya akui semua yang terjadi di dunia ini tidak akan bisa terjadi tanpa seijin-Nya. ?

Gharda:

pesan saya untuk mendaftar s2 sebaiknya teman2 sekalian  menentukan urutan hal2 yang akan dilakukan beserta scheduling plannya. Contoh, akhir bulan mei saya harus sudah selesai TOEFL, akhir Juni sudah harus mendaftar beasiswa, dsb. Sehingga tidak ada cerita kelewatan deadline. Satu lagi rajin2 update ke web beasiswa atau web kampus karena kadang ada info2 menarik yang baru di update.

oh iya, kalau wawancara harus pede dan sudah siapkan jawaban sebelumnya, kalau keliatan bingung2 nanti bisa dianggap kurang motivasi

 

Moderator : Okee salam super ka Gharda dan Ka Atin JJ

One comment

  1. Well done arltice that. I’ll make sure to use it wisely.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: