Tanya Jurusan: Sustainable Energy Technology (1)

Fadhila El Disca

Narasumber: Fadhila el Discha, Master of Sustainable Energy Technology TU Delft

Tulisan ini adalah notulensi dari diskusi Tanya Jurusan via Whatsapp yang diselenggarakan oleh PPI Belanda bekerja sama dengan Sahabat Beasiswa pada 21 Februari 2016.

T: apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Halo teman2, nama saya Fadhila. Salam dari Delft yang seharian ini mendung karena hujan. Saya kuliah di Sustainable Energy Technology di TU Delft,  Belanda. Program ini fokus di pengembangan energi terbarukan baik dari sisi teknis dan economic feasibility. Specialization yang disediakan ada energy from solar, wind, biomass, slectrical sustainable energy (microgrid, etc.), hydrogen and storage, energy and society, dan miscellaneous (geothermal, nuclear, etc.).

Untuk teman-teman yang tertarik tentang RE dari sisi management dan policy nya, bisa ngambil kuliah elektif di fakultas Technology and Policy Management (TPM) TU Delft, which is one of the most renowned one in its field.
Sistem perkuliahan di SET adalah research based. Program SET dirancang untuk 2 tahun, dengan 60 ECTS (sks) pertahun. Terdapat 45 sks kuliah wajib dan 15 sks kuliah pilihan pada tahun pertama, 15 sks graduation courses dan 45 sks tesis pada tahun kedua. Kita bisa ngambil internship, tapi sifatnya pilihan, ngga wajib.

 

T: Mata kuliah apa saja yang menarik untuk Anda?

Sebenernya, saya justru tertarik dengan kuliha-kuliah yang sifatnya policy and management hehe. Kuliah engineering di program SET sendiri beragam, di tahun pertama kita dikasih basic di setiap tiap macem2 renewable energy (RE): solar, wind, biomass, hydrogen, geothermal, etc.

Selain itu, ada juga kuliah di aspek ekonomi dan management. Diantaranya yang berkesan adalah mata kuliah (1) strategic niche management dan (2) sustainable energy economics. Kuliah (1) kontennya tentang bagaimana strategi dan tahap2nya agar sebuah teknologi yang sifatnya baru dapat diterima di masyarakat dan siap bersaing dgn existing technology, which is very relevant dgn kasus energi terbarukan yang saat ini masih tergolong baru dan belum bisa bersaing secara ekonomi dgn fossil energy. Nah, yang kuliah (2) ngasih insight sisi ekonominya energi secara general: bagaimana kita seharusnya menghitung efek negatif dari fossil energy (yang disebut externalities), bagaimana skema subsidi atau financial aid untuk sustainable energy agar kompetitif, dsb. Di kuliah ini saya belajar bahwa harga minyak, coal, dan gas di market itu sebenernya terlalu murah, karena efek dari polusi dan climate change terhadap lingkungan ngga dimasukkan ke harga komoditas2 fossil energy. Selain itu, karena saya memeang tertarik dengan energi dari biomasa, kuliah (3) Energy from Biomass juga jadi salah satu matkul favorit

 

T: Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

Untuk topik tesis sesuai spesialisasi di TU Delft, teman2 bisa cek di link berikut:
http://www.tudelft.nl/en/study/master-of-science/master-programmes/sustainable-energy-technology/programme-structure/specialisations/

Nah, di bidang solar PV umumnya proyek yang tersedia di bidang material, gimana caranya untuk meningkatkan efisiensi solar PV yang sekarang masih sekitar 15-20%. Kalo di bidang wind, proyeknya ada yang tentang improvements di turbine material, atau di drive train nya (yang mengubah energi mekanik dari angin jadi energi listrik), atau konfigurasi posisi wind turbines di sebuah wind power plant biar yield energinya maksimum, etc.

Kalo di bidang biomass energy, ada ttg gasifikasi, torefaksi, power from waste, biofuel production, etc. Ada juga tentang algae energy. Kalo di bidang hidrogen, proyeknya banyak banget. Mulai dari high temperature fuel cell untuk power plants, low T fuel cell untuk kendaraan, integrasi biomass sebagai feedstock untuk menghasilkan hydrogen, etc. Nuclear energi, topik yang lagi hits adalah tentang Thorium Molten Salt reactor. Jadi teknologi ini lebih low risk daripada reaktor nuklir konvensional. Teknisnya mangga di googling hehehe.

Saya sendiri saat ini sedang mengerjakan tesis di topik Life Cycle Assessment dari hasil gasifikasi biomassa. In a nutshell: biomassa (atau bahan yang mengandung Carbon) jika digasifikasi akan menghasilkan syngas. Nah syngas ini bisa digunakan sebagai fuel untuk gas turbine sebagai pembangkit listrik, atau diolah sebagai bahan baku Fischer Tropsch conversion untuk menghasilkan diesel dan gasoline sintetis, atau untuk menghasilkan H2 yang bisa digunakan pada fuel cell. Nah saya melihat dari berbagai opsi ini, rute mana yang paling ramah lingkungan, karena pada dasarnya proses konversi syngas juga membutuhkan energi yang cukup besar.

 

T: Apa program studi S1 Anda? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang Anda ambil? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 Anda?

Saya adalah alumni Teknik Kimia. Materi2 di program SET boleh dibilang salah satu bentuk spesialisasi dari ilmu teknik kimia, yaitu di bidang energi, lebih spesifik lagi di bidang energi terbarukan. Jadi prinsip2 tentang transport phenomena, heat ransefer, thermodynamics, materials, dsb saat di S1 dulu masih banyak dijumpai di materi2 kuliah SET.
Nah, program SET ini intensif dengan ilmu seputar kelistrikan, termodinamika, trasnport phenomena, dan material. Jadi prodi yang relevan untuk SET adalah teknik elektro, T. mesin, T. kimia, T. fisika, T. nuklir, T. material (terutama untuk solar PV dan wind), T. lingkungan.

Sebenarnya jurusan teknik secara umum masih relevan denga ilmu di SET, dengan mengambil beberapa mata kuliah pengantar untuk melengkapi background di bidang listrik dll yang tadi disebutkan.

T: Bagaimana cara mendaftar ke program studi Anda? Apa saja requirementsnya?

Info lengkap untuk pendaftaran SET TU Delft bisa teman-teman cek disini:
http://www.tudelft.nl/en/study/master-of-science/master-programmes/sustainable-energy-technology/admission-and-application/

Tidak ada requirement khusus harus memiliki pengalaman kerja. Yang penting berkelakuan baik dan rajin menabung.

T: Lalu, pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah Anda menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

TU Delft menyediakan berbagai beasiswa untuk mahasiswa master,  bisa di cek di link berikut: http://www.tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/finances/scholarships-awards/
Despite it’s highly competitive, beberapa teman dari Indonesia ada yang menjadi awardee beasiswa fakultas dari TU Delft, jadi teman2 yang lain pasti juga bisa.

Pendaftaran untuk beasiswa fakultas paling lambat tgl1 april. Karena SET adalah bagian dari Applied Science faculty, jadi nanti temen2 indikasiin aja di berkas pendaftaran kalo berminat untuk diconsider sebagai scholarship nominee. Saya Alhamdulilah bisa kuliah dengan bantuan beasiswa LPDP dari Kemenkeu. Link lengkap untuk info pendaftaran bisa dicek disini:
http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/

Untuk teman-teman yang ingin tips menulis essay dan memilh prodi, bisa mampir di postingan berikut:
http://fadhilaed.tumblr.com/post/101489170232/yuk-belajar
Selain itu, ada juga beasiswa orange tulip scholarship (OTS), Depkominfo, dan Stuned: http://www.tudelft.nl/en/study/studying-at-the-tu-delft/finances/scholarships-awards/other-scholarships-and-awards/

 

T: Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

Nah, SET ini sebenernya program yang spesial, karena di-host oleh 2 universitas teknik di Belanda: TU Delft, TU Eindhoven, dan University of Twente. Jadi, kita bisa ngambil the best of three uni’s dengan ngambil kuliah elektif atau tesis dan proyek di uni yang program spesialisasinya paling cocok dgn interest kita.

Untuk TU Delft, strong points nya di Solar and Wind energy. Fakultas aerospace TU Delft adalah salah satu yang terbaik di dunia, jadi wind energy di TU Delft yang di host oleh aerospace faculty juga jadi well established kurikulumnya. Hydrogen (fuel cell) and storage technology di TU Delft juga bagus.

Ngutip dari webnya 3TU:
Research on solar energy in Eindhoven focuses on the production of amorphous silicon and polymer solar cells, in Delft on nano-structured 3D and thin film solar cells and in Twente on the integration of solar energy into products.

Kalo TU Eindhoven strong di bidang electrical sustainable energy seperti microgird, DCE&S, dsb. Karena emang Philips, the giant electronics company of Netehrlands head quarternya di Eindhoven. Kalo Twente strong di reiset bidang energy from biomass dan hydrogen.
Info lebih lanjut bisa cek disini: https://www.3tu.nl/set/en/

 

T: Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi Anda? Apa rencana Anda setelah lulus?

Temen2 pasti udah denger tentang COP21 Paris kan 😉
Nah agreement ini sebenernya determinan bgt untuk prospek pengembangan RE ke depannya secara global, termasuk prospek karir di bidang energi terbarukan.

Indonesia sudah komit untuk mengurangi emisi GHG dari skenario business as usual sebanyak 26% di tahun 2020. Pemerintah juga menetapkan target meningkatkan porsi energi terbarukan jadi 23% by 2025 di national energy mix. Saat ini porsinya masih di bawah 15%, jadi masih buanyaaak PR kita di bidang RE. Temen2 dengan background ilmu energi terbarukan bisa kerja di bidang teknologi/teknis, atau bisa juga di bidang policy dan management seperti di ESDM, NGO, think tanks, International renwable agency, CIFOR, dsb. Untuk perusahaan teknis bisa di PLN, pertamina geothermal, perusahaan biodiesel, Pasadena engineering, GE, dsb.

 

T: Nah, setelah banyak mengenai jurusan kak Fadhila nih, bagaimana ilmu Anda bisa bermanfaat bagi Indonesia?

Hmm, saya sih berharap ilmu yang saya peroleh bisa diterapkan dengan bekerja di institusi pemerintahan, atau dengan buka start-up di bidang RE (Renewable Energy). Atau dengan bikin komunitas yang promote penggunaan RE di masyarakat Seringnya, masalah pengembangan RE di tanah air bukan dari segi teknologi yang kurang canggih, tapi kadang karena vested interest pemerintah atau perusahaan2 energi yang saat ini sudah establish dan ngga mau kehilangan pasar.

Jadi kita perlu menata management dan iklim pasaar di indonesia biar energi terbarukan jadi bersaing, misalnya dengan subsidi untuk RE, atau menyediaka tax cut untuk masyarakat yang pada solar PV di atapnya, dsb.

Mudah2an insight dan ilmu yang dipelajari selama di SET bisa diterapkan untuk mengaddress masalah2 tadi.

 

T: Ada pesan-pesan khusus sejauh ini dari kak Fadhila?

Semangat teman-teman! Kalau ada kemauan, Inshaa Allah pasti ada jalan
Dimanapun kita menimba ilmu, kalau niatnya tulus untuk mengabdi untuk Indonesia mudah-mudahan dilancarkan dan diberi pengalaman yang terbaik.

2 comments

  1. Assalamualaikum,
    selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua
    Mau tanya, untuk bidang geofisika, ranah apa yang cocok dalam bidang RE ?
    Saya masih duduk di semester 6 dan ingin melanjutkan ke bidang RE.
    Terima kasih

  2. rzuulgc

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: