Tanya Jurusan: Sustainable Energy Technology (2)

husni

Narasumber: Muhammad Husni, Sustainable Energy Technology, TU Eindhoven

Moderator : Risma Dewi Dahlianti, Teknik Kimia, ITS

Notulen : Naqiibatin Nadliriyah

Sekarang ambil jurusan master apa ya kak? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Saat ini saya sedang mengambil program master jurusan Sustainable Energy Technology di TU Eindhoven, program ini sendiri paling cepat dapat diselsesaikan dalam tempo 2 tahun. Total kredit yang harus diambil adalah 120 kredit/ECTS (European Credit Transfer and Accumulation System), 60 kredit akan berisikan course dengan rincian, 30 kredit core/mandatory course yang harus diambil, 15 course specialization, dan 15 free course. 60 kredit tersisa akan dibebankan masing2 15 kredit untuk internship dan 45 kredit untuk thesis dan research.

Program SET ini sendiri merupakan program research based, sehingga untuk dinyatakan lulus, mahasiswa diharuskan untuk melakukan research pada masa akhir perkuliahan.

Info lebih lengkap dapat dilihat disini :

https://www.tue.nl/en/university/departments/mechanical-engineering/education/all-master-programs/interdepartmental-masters-programs/sustainable-energy-technology/

info yg tertera di web nya udah jelas banget dan saat saya cari info pun, saya baca2 dan banyak dapet info dari webnya

Mata kuliah apa saja sih yg paling menarik?

Building performance simulation  memberikan pengetahuan baru bahwa untuk menuju sebuah environment yang lebih sustainable di bidang energy, bahkan inovasi yang bias dilakukan bias dilakukan pada built environment seperti pada rumah sendiri contohnya.

Energy Economy and Society  bagaimana permasalahan energy ini sebenarnya merupakan masalah kompleks yang tidak hanya melibatkan permasalahan teknis, namun juga permasalahan social dan ekonomi. Sama Smart Grid juga menarik

Kira2 apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek kakak (jika sudah ada)?

Pilihannya bermacam-macam, tergantung spesialisasi/focus jurusan yang kita ambil, sebagai gambaran di TUE sendiri ada 5 pilihan spesialisasi:

  • Electrical power systems
  • Application in built environment
  • Energy & society
  • Energy Technology

Pilihan penelitian untuk selanjutnya akan disesuaikan dengan spesialiasi yang kita ambil, pilihan topik sendiri bisa dilihat tiap2 department.

https://www.tue.nl/en/university/departments/mechanical-engineering/education/all-master-programs/interdepartmental-masters-programs/sustainable-energy-technology/specializations/

Kalo saya pribadi, masuk spesialisasi energy & society dan sekarang lagi ditawarin topik thesis tentang Desa Mandiri Energi Di Lombok

Apakah relevan dengan jurusan S2 yang kakak ambi sekarang? Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 kakak?

Background saya teknik elektro, jadi bisa dibilang kalau saya sih cukup relevan karena waktu S1 pun ambil beberapa course yg berhubungan sama power/energy system, SET sendiri merupakan kerjasama berbagai department seperti department mechanical, electrical, industrial, dan built environment. Teman2 saya kebanyakan berasal dari teknik elektro, teknik mesin, teknik kimia, fisika teknik, teknik industry, dan teknik lingkungan. tapi tidak menutup kemungkinan temen2 yg diluar jurusan/department yg saya sebutkan, bisa diterima di program SET

Terus gaimana sih kak cara mendaftar ke program studi yg kaka ambil sekarang? Apa saja requirementsnya?

Well, lagi2 saya merujuk ke web resmi nya ya

https://www.tue.nl/en/university/departments/mechanical-engineering/education/all-master-programs/interdepartmental-masters-programs/sustainable-energy-technology/

Tidak ada requirement spesifik seperti pengalaman kerja di bidang energy. requirement standard seperti minimal IPK 75% dari total max GPA, TOEFL iBT 90/IELTS 6.5, surat rekomendasi, dan motivation letter

Pengalaman pilihan beasiswa apa sajakah yang biasanya ditawarkan? Dan ka husni pakai beasiswa lpdp ya? boleh di share pengalaman nya kak

Wahyu Utomo PPI Belanda:

Yg saya tau ada beasiswa stuned yg disediakan pemerintah belanda untuk indonsia, dan beasiswa paling terkenal sekarang, lpdp.

Husni:

Dulu bahkan saya sempat gagal di kesempatan pertama, di wawancara pertama belum rezeki. coba lagi kesempatan kedua, alhamdulillah dikasih kesempatan. dan tiap wawancara selalu ada pertanyaan2 kayak, masih single atau punya pacar, ntar pacarnya gimana mau ditinggal? malah ada juga yg disuruh nyanyi, nari. hahaha, macem2 deh kalo wawancara lpdp banyak ceritanya

Risma:

Kalo kuliah di Belanda ada beasiswa dari pemerintah Belanda: stuned, NFP, orange tulip.

http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa

Husni:

Betul sekali kalo yg ditawarkan pemerintah belanda untuk warga Indonesia bisa dilihat di webnya nesoindonesia.or.id/beasiswa. Mau yg fresh graduate atau yg udah berpengalaman bisa juga kok, baik di lpdp atau dari NESO. Perbedaan paling mendasar sih ada dua. kalo yg LPDP itu kita bisa mendaftar beasiswa tanpa LoA, yg dari NESO itu sudah harus udah punya LoA

kalau boleh tau Husni lpdp angkatan brpa nih? hmm dan pernah gagal di test pertama yaa? kira2 kegagalan.nya krn apa tuh?

saya angkatan PK-32. Dulu pada wawancara pertama, saat ditanya mau langsung pulang atau kerja dulu di Belanda setelah lulus S2, straightforward saya jawab ya saya mau kerja dulu di Belanda/eropa dan sekitarnya. ditanya tiga kali, masih sama jawabannya. mungkin bisa jadi satu faktor kali ya, tapi who knows sih sebenernya, saya ga tau juga yg pasti tuh apa kenapa bisa gagal. nah wawancara kedua, jawaban saya untuk pertanyaan itu agak diubah, lebih diperhalus lah jawabnya. karena saya pede banget, kalo rencana studi, kenapa mau ambil SET, kenapa di Belanda, saya udah punya alesan kuat buat jawab pertanyaan ini –> beasiswa lpdp biasanya standar pertanyaannya kaya gini

terus pengalaman kedua ko bisa lolos? ceritanya gmna tuh kak?

Intinya rather than menekankan saya pengen kerja disini dulu, saya lebih menekankan saya pasti kembali. jadi kalo yg pertama mah keukeuh, pokoknya kalo ada pertanyaan itu jawab mau kerja dulu diluar, mau kerja dulu diluar, haha, yg kedua sih lebih pinter lah kan belajar dari pengalaman, lebih bilang ya “saya tentu saja akan kembali suatu saat nanti, tapi saya pikir akan sangat bermanfaat untuk mendapat pengalaman kerja di luar negeri ” –> I said something like this lah. dan karena yg kedua lebih rileks juga sih, jadi mungkin lebih meyakinkan jawabannya juga. mungkin yah, mungkin, karena ini, intinya, kalau pun ditolak, tetep usaha tetep semangat

Apakah ada jurusan yang sama dengan jurusan yg kakak ambil  di universitas lain di Belanda?  Trus Bagaimana komparasinya?

nah ini dia yg unik buat program sustainable energy technology di Belanda

https://www.3tu.nl/set/en/

Ini tuh joint programme 3 universitas teknik terbaik di belanda. TU Delft, TU Eindhoven, sama Utwente. research nya sendiri sudah dipetakan, contoh wind energy itu hanya ada di Delft, smart grid ada di TU Eindhoven, Utwente tuh di solar system kalau gak salah. komparasi, sebenernya overall kurang lebih sama ya karena kurikulumnya pun kurang lebih sama. malah ada kelas yg joint juga, mahasiswa di TU Eindhoven kuliah ke TU delft contohnya, jadi ga beda2 jauh sih kalau saya boleh bilang

Udh semester berapa? mulai join tiga kampus di semster brrapa kak?

semester dua, quartile 3. Oh iya di belanda itu, satu semester dibagi lagi jadi 2 kuartil. Jadi sistem belajarnya per kuartil. semester pertama ada dua kuartil, kuartil 1 dan 2. tiap kuartil itu isinya ada 3 sampai 4 course. lecture nya 8 weeks, terus 2 minggu masa ujian. abis itu masuk kuartil baru, lecture lagi 8 weeks, dan ujian lagi abis itu. begitu lah seterusnya sampai habis semua course nya. jadi tiap course itu kalo di Indonesia kan dipelajari nya 4 bulan, disini 2 bulan ?

setau ku di belanda kita messti sering diskusi gtu yaa? diskusi aktif? apakah di jurusan kaka juga sering ada diskusi aktif? mesti kerja keraas?

Assignment2 kebanyakan emang group assignment sih. jadi ya emang jadi sering diskusi sih. lecture pun bahkan kadang isinya cuma diskusi, jadi ga yg nerangin ga yg pasif, tapi ga semua gitu, yg conventional kayak dosen ngajarin gitu pun masih ada.

Nah kalau boleh tau apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi kakak di SET? Apa sih rencana kakak setelah lulus?

Prospek kerja contohnya bias menjadi engineer di perusahaan yg bergerak di bidang energy terbarukan, konsultan, atau untuk di Indonesia contohnya di ESDM, PLN, atau NGO

Terus bagaimana ilmu kakak bisa bermanfaat di Indonesia? Apa yg akan kaka lakukan setelah lulus nanti?

Sector enrgy jells sekali sangat potensial, jd jawabannya crystall clear ya pasti bisa manfaat, semua org butuh energy kan ya sekarang, org yg studi tentang sustainable energy tuh dibutuhkan pasti dimana2. kalo rencana saya pribadi sih, mau lanjut PhD, sejauh ini mah –> masih sama ya jawabannya

Nah apa pesan kaka untuk teman2 yg ikut Schotalk tsnya jurusan pd mlm hr ini?

Tetap semangat mengejar cita2, jalan tiap org2 berbeda, tapi percaya lah anda bakal menemukan jalan anda nanti daan masuk sustainable energy deh, seru haha. itu aja kalo saran dari saya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: