Tanya Jurusan: Pharmacy (1)

Narasumber:

widya

Widya Norma Insani, S.Farm., Apt., Master of Drug Innovation (Pharmaceutical Sciences) Utrecht University.

Atsarina Larasati Anindya, S. Farm, Apt., Medical Pharmaceutical Sciences, University of Groningen

Tulisan ini adalah notulensi dari diskusi Tanya Jurusan via Whatsapp yang diselenggarakan oleh PPI Belanda bekerja sama dengan Sahabat Beasiswa pada 21 Februari 2016.

 

Moderator : Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Widya: Jurusan master yang saya ambil adalah Drug Innovation (Pharmaceutical Sciences) di Utrecht University. Jurusan ini merupakan research-based program dengan bobot 120 ECTS.

Selama program, kita diharuskan melakukan 2 kali riset pada salah satu research group/divisi yang ada di UIPS (Utrecht Institute of Pharmaceutical Sciences).
Research group yang bisa dipilih:
1. Biomolecular Mass Spectrometry & Proteomics
2. Medicinal Chemistry & Chemical Biology
3. Pharmaceutics / Biopharmacy
4. Pharmacology
5. Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology
Selain riset, kita juga harus menyelesaikan mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan, dan thesis.

Gambaran schedule:
Perkuliahan dimulai setiap September atau Februari. Di awal, kita harus ikut mata kuliah wajib selama 5-10 minggu. Kemudian, kita harus melakukan riset pertama (major project) selama 9-12 bulan. Untuk setiap riset, kita sendiri yang menentukan mau riset di divisi mana, kita sendiri juga yang mencari dan menghubungi profesor di divisi tersebut.

Saat major project, kita bisa sambil mengambil mata kuliah pilihan yang bisa menunjang riset kita selama 5-10 minggu.

Setelah riset ke-1 selesai, kita harus melakukan riset ke-2 (minor project), durasinya sekitar 6 bulan.  Lalu thesis sekitar 1-2 bulan.

Kalau jenuh riset, untuk minor project kita boleh memilih beberapa minorprofile  yang ditawarkan kampus (isinya biasanya course intensif & tugas khusus), diantaranya: Management & Bussines profile, Communication & Education profile, dan  Drug Regulatory Sciences profile.

Untuk lebih lengkap mengenai overview program silakan dibuka
http://studyguidelifesciences.nl/
Pilih  program:  Drug Innovation

Laras: Kalau jurusan yang saya ambil adalah MSc Medical Pharmaceutical Sciences (MPS) di University of Groningen. Hampir mirip dengan Widya, masa studi juga 2 tahun dengan total SKS 120 ECTS, yang terdiri dari 30 ECTS research 1, 40 ECTS research 2, 5 ECTS essay, 5 ECTS colloqium, dan 60 ECTS course. Rata-rata course-nya 5 ECTS. Itu struktur perkuliahan standar, dan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan student.

Tahun ajaran dibuka setiap September. Jadi semester pertama kita ambil course untuk persiapan proyek riset kita yang pertama. Kemudian semester berikutnya proyek riset. Untuk tahun kedua diisi dengan colloquium (riset singkat yang hasilnya diungkapkan dalam bentuk presentasi), essay, proyek riset 2, dan mengisi SKS yang masih kurang (optional).

Research-nya dilakukan 2 kali, tapi research kedua lebih panjang waktunya dari research 1. Catatan untuk proyek research yang pertama, durasinya bisa diperpanjang hingga 40 ECTS, sehingga 2 kali research total 80 ECTS dan kita hanya perlu mengambil 50 ECTS course. Total 120 ECTS adalah jumlah SKS minimal, jika memungkinkan dan ingin mengambil lebih, silahkan.

Essay dan Colloqium bisa dilakukan setelah research 1 atau 2. Nah, topik untuk research 1 dan 2, essay, serta colloqium harus berbeda. Jadi kita ambil penelitian dan studi di departemen yang berbeda-beda, tapi tergantung dengan track yang kita pilih. Apa itu track? Track itu spesialisasi yang akan kita ambil, bisa cek di sini http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/programme

Jadi yang pertama ada Science, Business and Policy Track, yang kedua Toxicology and Drug Disposition, dan yang ketiga adalah free track (jadi seolah-olah kita menyusun track pengalaman riset kita sendiri. Ini track yang saya ambil).

 

Moderator : Mata kuliah yang terdapat pada program ini dan menarik bagi Anda

Widya: Mata kuliah wajib pada program Drug Innovation ini hanya 2, yaitu: “Drug Development” dan “Drug Discovery” 

Untuk mata kuliah pilihan, mahasiswa dipersilakan memilih mata kuliah yang sesuai dengan penelitiannya atau minatnya.
Beberapa mata kuliah pilihan yang bisa diambil:
1.      Nanomedicine
2.      Bioanalysis
3.      Biomolecular mass spectrometry
4.      Advanced organic synthesis
5.      Biotech product
6.      Immunopharmacology
7.      Pharmacoepidemiology
8.      Pharmaceutical Policy Analysis
9.      Pharmacoeconomy, dsb.
Karena saya melakukan riset di divisi Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology, mata kuliah yang yang saya ambil adalah yang berhubungan dengan topik tersebut, diantaranya:
-Clinical Trials & Drug Risk Assessment
-Drug Development &
Regulation
-Epidemiology
-Statistics
-Advanced Pharmacology

Laras: Mata kuliah yang wajib diambil untuk semua track adalah Drug Development (yg diambil di awal perkuliahan). Untuk track toxicology, pharmacoepidemiology, dan science, business and policy track ada mata kuliah yang wajib untuk diambil sesuai track. Kecuali untuk free track bebas memilih mata kuliah apa saja.

Mata kuliah wajib untuk Pharmacoepidemiology track:

  • Basics in Medicine
  • Medical Statistics
  • Pharmacoepidemiology
  • Pharmaco-epidemiology in Practice
  • Advanced Topics in Pharmacoepidemiology

Mata kuliah wajib untuk Toxicology track:

  • Advanced pharmacokinetics
  • Molecular Toxicology

Mata kuliah wajib untuk Business and Policy track:

  • Science and business
  • Science and policy
  • Internship business and policy

Course lengkapnya bisa dicek di link berikut ini http://www.rug.nl/ocasys/rug/vak/showpos?opleiding=4550

Karena saya mengambil free track dan background saya dari Farmasi Klinik dan Komunitas, di semester pertama Master saya mengambil course yang menunjang kerja di lab untuk persiapan proyek riset saya yang pertama (yang full nge-lab) di unit Structural Biology, grup Drug Design.

Mata kuliah yang saya ambil:

  • Advanced Pharmacokinetics
  • Molecular Toxicology
  • Innovative Dosage Form
  • Pharmaceutical Biotechnology
  • Programming C++ for Biologists

 

Moderator : Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

Widya: Research group/divisi yang bisa dipilih untuk melakukan riset pada program Drug Innovation:

1. Biomolecular mass spectrometry & proteomics
2. Medicinal chemistry & chemical biology
3. Pharmaceutics / Biopharmacy
4. Pharmacology
5. Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology

Untuk melihat gambaran riset pada tiap grup riset, bisa dibuka link berikut ini: http://www.uu.nl/en/research/utrecht-institute-for-pharmaceutical-sciences-uips/research/research-groups

Saya sendiri melakukan major project di divisi Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology. Riset saya berkaitan dengan metodologi pada uji klinik & evaluasinya berdasarkan regulatory guideline, dengan topik: The Methodology of Determining Noninferiority Margin in Randomized Noninferiority Clinical Trials: Impact of CONSORT Statement.

Kemudian untuk minor project, saya berencana melakukan riset di bidang Drug Safety atau Pharmacogenetics.

Laras: Kalau di Groningen, research group yang bisa dipilih ada:

• Analytical Biochemistry
• Drug Design
• Molecular Pharmacology
• Pharmaceutical Analysis
• Pharmaceutical Biology
• Pharmaceutical Gene Modulation
• Pharmaceutical Technology and Biopharmacy
• Pharmacoepidemiology and Pharmacoeconomics
• Pharmacokinetics, Toxicology and Targeting
• Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care

Bisa cek satu persatu di sini: http://www.rug.nl/research/fmns/group/pharmacy-oriented

Research 1 saya di unit Structural Biology, departemen Drug Design dengan judul penelitian Crystallization of Hemagglutinin Receptor Binding Domain to Determine the Binding Mode of a Novel Inhibitor. Research 2 saya di unit Nanomedicine, departemen Pharmacokinetics, Toxicology and Targeting (masih berlangsung) dengan judul Intracellular Uptake and Final Fate of Nanoparticles in Cells.

 

Moderator: Apa program studi S1 Anda dan peminatannya? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang Anda ambil?  Lalu, Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 Anda?
Widya: Saya menempuh studi S1 Farmasi + Apoteker dengan skripsi/peminatan di area farmasi klinik. Pada tugas akhir, saya mengikuti rangkaian project uji klinik (initial clinical trials) untuk kandidat obat DMT2 dari isolat Myristica fragrans, hasil kerjasama kampus dan BUMN farmasi.

Kami juga meneliti pengaruh intervensi pelayanan kefarmasian (pharmaceutical care) terhadap outcome therapy DMT2 pada uji klinik tersebut. Sehingga, jurusan ini sangat sesuai dengan background akademik saya, terutama karena saya mengambil riset di divisi Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology dan penelitian saya berfokus pada metodologi uji klinik.

Oh maaf ada 1 info lagi, Program studi yang relevan untuk DI: Farmasi (baik klinik maupun sains & teknologi), kimia, biomedis, biologi. Untuk jurusan non-farmasi biasanya harus mengikuti Pre-Master selama 3-6 bulan.
Laras: Kalau kasus saya  sekilas mungkin terlihat tidak relevan S1 dengan S2 nya (bukan mungkin sih, memang tidak terlalu nyambung hehe). Program studi S1 saya Farmasi Klinik dan Komunitas + profesi apoteker di pelayanan farmasi. Tugas akhir S1 saya di lab Bahan Alam dan Analisis Farmakokimia untuk meneliti efek berbagai ekstrak bahan alam terhadap pembentukan asam urat (menggunakan enzim Xanthine Oxidase). Bidang penelitian S2 saya di pengembangan vaksin flu baru di grup Structural Biology dan keamanan dan efek nanopartikel sebagai obat di grup Nanomedicines

 

Moderator: Bagaimana cara mendaftar ke program studi Anda? Apa saja requirementsnya?

Widya: Cara mendaftar untuk program ini adalah melalui kampus, bukan melalui profesor.
Caranya:
1.      Daftar via studielink
2.      Submit dokumen yang disyaratkan secara online via Osiris
3.      Kirim copy dokumen langsung ke Belanda
4.      Bayar application fee (100 euro)
5.      Wawancara langsung via Skype (conditional)
6.      LoA keluar.

Dokumen yg dibutuhkan diantaranya ijazah, transkrip akademik, IELTS minimal 6.5, ijazah, surat rekomendasi, dsb.

Untuk persyaratan lengkapnya, bisa dilihat di:
http://www.uu.nl/masters/en/drug-innovation/admission-and-application/non-eu/ndu#quicklinks

Laras: Untuk Groningen langsung intip ini aja yaah http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/admission-and-application.

Apply S2 di RuG menurut saya tidak terlalu rumit, websitenya user friendly.
Stepnya:
1) Bikin akun di Studielink  (https://app.studielink.nl/front-office/?brinCode=21PC) à
2) Upload dokumen2 yg dibutuhkan via OAS (Online Admission System) RuG
3) Tunggu balasan sekitar 3-6 minggu
4) Balasan bisa berupa: conditionally admitted, unconditionally admitted (2 ini yg disebut letter of acceptance), atau unadmitted (saya lupa pastinya apa)
5) Kalau sudah diterima, kirim2 dokumen yang diperlukan via surat. Nanti akan diberitahukan dokumen apa saja yang perlu dikirim
6) Setiap update akan dberitahukan via email atau melalui studielink

Syarat pendaftaran:
1) Ijazah, transkrip (dalam Bahasa Inggris)
2) IELTS atau TOEFL IBT
3) Surat Rekomendasi (2 orang)
4) CV
5) Paspor

 

Moderator: Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah Anda menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

Widya: Ya, saya menggunakan beasiswa LPDP.

Cara apply: buat akun online di website lpdp, submit persyaratan2 yang dibutuhkan (ielts, data diri, essay, dsb) ikuti wawancara, LGD (leaderless group discussion), dan on the spot essay writing.
Lebih lengkapnya silakan langsung cek di http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/
Ada beasiswa yang ditawarkan kampus, yaitu Utrecht Excellence Scholarship untuk kandidat yang memiliki academic record yang outstanding saat S1.
Persyaratan Utrecht Excellence Scholarship bisa dicheck di
http://www.uu.nl/masters/en/general-information/international-students/financial-matters/grants-and-scholarships/utrecht-excellence-scholarships

Kalau OTS/Orange Tulip Scholarsip hanya berlaku untuk beberapa jurusan & universitas di Belanda. untuk Utrecht University, program yang dibiayai sama OTS hanya MSc Epidemiology Post-Graduate.

Laras: Saya juga pakai beasiswa LPDP jadi jawabannya idem hehe. Selain itu di Groningen banyak mahasiswa beasiswa Erasmus Mundus, Stuned, NFP, Orange Tulip Scholarship (ditawarkan oleh Nuffic Neso) atau bisa cek: http://www.rug.nl/education/international-students/financial-matters/grant-finder.

Khusus untuk program MPDI, ada beasiswa yang ditawarkan oleh UMCG (Universitait Medisch Centrum Groningen aka rumah sakit pendidikannya Groningen), yang mencakup tuition fee dan living allowance sebesar 850 euro

 

Moderator : Apakah ada jurusan yang sama dengan Anda di universitas lain di Belanda?

Widya: Ya, ada. Yang paling mirip strukturnya sama DI mungkin di MPS Groningen,  seperti yang dijelasin Laras. Selain itu, ada di Vrije universiteit amstrdam, programnya Drug Discovery & Safety (lebih ke medicinal chemistry) http://www.vu.nl/en/programmes/international-masters/programmes/c-d/drug-discovery-and-safety/

Atau BioPharmaceutical Sciences di leiden university https://studiegids.leidenuniv.nl/en/studies/show/4143/bio-pharmaceutical_sciences_systems_pharmacology

Laras: Jawabannya sama dengan Widya hehe, yang terkenal fokus di Farmasi memang Groningen, Leiden, Utrecht.

 

Moderator: Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi Anda? Apa rencana Anda setelah lulus?
Widya: Prospek kerja:

  • Peneliti, baik di lingkungan akademis maupun di industri farmasi
  • Badan regulatory
  • Rumah sakit

Rencana saya setelah lulus insya Allah melanjutkan Phd di bidang yg sama.

Laras: Prospek kerja yang relevan: (bisa tergantung track, meskipun menurut saya farmasi sangat fleksibel).
1. Researcher (lanjut PhD)
2. Akademisi
3. Rumah sakit, apotek (buat meninggikan standar farmasi klinis di Indonesia)
4. Pharmaceutical, chemical, biomedical industries and food industries
5. Governmental and semi-governmental institutions such as the Medicines Evaluation Board or the Ministry of Health and Welfare (kalau di Indonesia seperti badan POM atau Kemenkes)

Rencana setelah lulus lanjut PhD di bidang Bioteknologi, dan sekarang banyak perusahaan start up yg sintesis produk biomedis utk new drug compound/biomarker, mereka jg banyak kerjasama dgn institusi pendidikan. Rencana jauh ke depannya sih pengen juga punya apotek yg menerapkan patient care & counseling hehe (hitung-hitung kontribusi yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat)

Rencananya banyak hehe, peluang untuk bidang Farmasi luas banget soalnya.

 

Moderator : Bagaimana ilmu Anda bisa bermanfaat di Indonesia?

Widya: Karena riset pertama saya tentang metodogi uji klinik, diharapkan ilmu itu berguna untuk fase akhir pengembangan obat di indonesia.

Laras: Penelitian saya yang pertama ttg strategi pengembangan vaksin flu baru dengan berbagai metode Bioteknologi. Saya lihat setahun terakhir ini industri mulai gencar melirik bidang ini (termasuk perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, tapi mereknya tidak usah disebut ya) terutama karena di Indonesia banyak penyakit infeksi yang lebih baik di-counter dengan treatment berbasis biomedical product. Jadi saya harap ilmu ini bisa berguna untuk mengembangkan biomedical product industry di Indonesia

FYI, umumnya perusahaan-perusahaan obat besar sekarang menyerahkan RnD ke perusahaan-perusahaan research kecil/ institusi pendidikan yang bergerak di pencarian new biomedical product, istilahnya outsourcing. Keuntungan buat perusahaan besar adalah dia bisa motong biaya riset, dan keuntungan perusahaan riset kecil adalah dia bisa pakai uang perusahaan besar utk marketing produknya. Bahkan banyak yang start up lho! Jadi siapa tau ada yang berminat buka perusahaan riset yang kerjasama dgn DE*A atau K*L*BE misalnya hehe. Jadi banyak alternatif tempat berkarir, kita hrs pintar-pintar nyari peluang aja

 

Moderator: Untuk jurusan Drug Innovation di Utrecht, apakah memungkinkan untuk  research nanomedicine/nanobioteknologi?

Widya: Ya, jurusan Drug Innovation sangat sesuai untuk yang berminat riset di bidang nanomedicine.

Setelah masuk, ambil riset (major proect)  di divisi Pharmaceutics/Biopharmacy dengan riset bidang: nanoparticle for targeted drug delivery.

Selain itu, bisa dilengkapi dengan mengambil matakuliah pilihan “Nanomedicine.”

Lebih lengkapnya silahkan buka http://www.uu.nl/en/research/pharmaceutics
Moderator: Apakah perbedaan jurusan medical pharmaceutical drug innovation (MPDI) dengan medical pharmaceutical science (MPS) di University of Groningen?

Laras: Teman saya kebetulan pernah langsung bertanya pada Academic Advisor for Life Sciences programs (termasuk MPS) melalui email mengenai perbedaan MPS dan MPDI. (Sebelum kemudian dia memutuskan untuk memilih yang mana)

Berikut jawabannya:
• MPDI memiliki seleksi dan prosedur penerimaan yang lebih ketat daripada MPS. Mereka juga melihat transkrip, secara general lebih sulit untuk diterima di MPDI.
• MPS di bawah fakultas MIPA (atau sains), MPDI di bawah fakultas kedokteran
• Course dan research untuk MPDI sudah lebih strict, fixed program. Kalau MPS masih bisa memilih track sesuai keinginan kita.
Untuk konsul mengenai program bisa kontak melalui email Academic Advisor for Life Sciences:

W.N. (Wouter) van Egmond
University of Groningen
Faculty of Mathematics and Natural Sciences
Education Support Centre
Mo-Th-Fr: Room 5161.0043, Bernoulliborg
Nijenborgh 9, 9747 AG, Groningen
T: +31 50 363 9770
Tu and We: Room 3213.0015, UMCG
Antonius Deusinglaan 1, 9713 AV, Groningen
T: +31 50 363 8547
E: w.n.van.egmond@rug.nl
http://www.rug.nl/staff/w.n.van.egmond

Appointments:
https://wvanegmond.youcanbook.me

 

Moderator: Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi analisis?

Widya: Kalau di Utrecht, analisis farmasinya lebih populer/cenderung  ke arah analisis protein untuk identifikasi protein yang involved di pathogenesis penyakit.
Jurusannya sama di Drug Innovation, nanti risetnya ambil ke divisi Biomolecular Mass Spectrometry & Proteomics.

Silahkan buka http://www.uu.nl/en/research/biomolecular-mass-spectrometry-and-proteomics

Tapi ada juga riset mengenai drug design, bio/chemosynthesis senyawa obat, dan analisisnya di divisi Medicinal Chemistry & Chemical Biology. Silakan cek di
http://www.uu.nl/en/research/medicinal-chemistry-and-chemical-biology

Laras: Di Groningen, analisis farmasi ada di grup Analytical Biochemistry. Disini sama seperti di Utrecht, fokusnya penemuan biomarker baru (biasanya protein) untuk diagnosis penyakit maupun molekul biologis yang terlibat dalam pathogenesis penyakit. Namun, metode-metode yang umumnya banyak dipakai di farmasi analisis seperti analisis instrumen spektrometri dan kromatografi banyak dijumpai juga di grup-grup lain seperti Drug Design, Pharmaceutical Analysis, dll. Semua grup ini tergabung dalam unit riset besar Medicinal Chemistry and Bioanalysis.

 

Moderator: Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi klinik dan farmako ekonomi?

Widya: Di Utrecht, program yang fokus ke Clinical Pharmacy adalah Master of Pharmacy.
Program ini merupakan syarat untuk menjadi pharmacist (setara program studi profesi apoteker kalau di Indonesia, di Belanda profesi apoteker digabung dengan master program), dengan durasi 3 tahun.

Di program Msc Pharmacy ini, terdapat program internship di hospital dan community pharmacy. Namun, perkuliahannya menggunakan Bahasa Belanda.

Mahasiswa internasional yang minat farmasi klinik (seperti saya), bisa ambil jurusan DI, terus riset di divisi Pharmacoepidemiology and Clinical Pharmacology. Di divisi itu banyak kesempatan riset bidang farmasi klinik dan farmakoekonomi.

Laras: Untuk S2 mahasiswa Internasional, di program MPS bisa ambil track Pharmacoepidemiology atau free track kemudian mengambil research di departemen Pharmacoeconomy atau Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care atau Toxicology, Pharmacology, and Drug Targeting

 

Moderator : Di Utrecht maupun di Groningen, apakah tersedia program s1 farmasi internasional yang menawarkan beasiswa

Widya: Program Bachelor of Pharmacy di Utrecht University semuanya berbahasa Belanda, tidak ada S1 Internasional, jadinya juga tidak ada penawaran beasiswa,

Laras: Di Groningen, jawabannya idem dengan Utrecht (Untuk S1Pharmacy), perkuliahan dalam Bahasa Belanda, tidak ada kelas internasonional, jadi tidak ada penawaran beasiswa untuk kelas internasional.

 

Moderator: Baik di Utrecht ataupun di Groningen, apakah ada jurusan yang fokus pada teknologi herbal dan Controlled Drug Release?

Widya: Herbal: Di Utrecht tidak ada,

Kalau tertarik Silakan cek Plant-Biotech Wageningen University. Saya ada kenalan apoteker yang tertarik ke pengembangan herbal lalu studi di jurusan plant Biotechnology-nya Wageningen.

Controlled drug release: ada banget, justru fokus divisi Pharmaceutics and Biopharmacy memang ke arah sana. Jurusannya sama di DI, lalu ambil riset di divisi tersebut
Laras: Herbal ada di Groningen, namun mungkin tidak seperti penelitian bahan alam di Indonesia (ekstraksi dll). Di Groningen ada grup Pharmaceutical Biology yang mensintesis senyawa terapetik dari tumbuhan di bakteri. Jadi metodenya kira-kira seperti ini: gen yang memproduksi senyawa biologis yang memiliki efek terapetik dari tumbuhan ditransfer ke bakteri atau ragi, sehingga bakteri atau ragi tersebut dapat memproduksi senyawa yang sama dalam jumlah terkontrol dan mudah dimurnikan (tidak seperti metode ekstraksi yang agak ribet untuk mendapatkan senyawa murni).

Controlled drug release ada di Pharmaceutical Technology and Biopharmacy, fokus utama grup ini adalah pengembangan dry powder inhaler untuk vaksin flu, namun penelitian tentang bentuk sediaan lain juga banyak.
Moderator : Berapa biaya perkuliahan untuk jurusan Anda?
Widya: Tuition fee:19.000 euro/ tahun di Utrecht
Laras: Groningen: 13.000  euro/ tahun
Moderator : Berapa living cost rata-rata per bulan di belanda dan termasuk apa saja?

Widya: Minimal 800 euro per bulan (sewa kamar, makan, transportasi, dsb)

Laras: Di Groningen tidak jauh beda, namun bisa lebih murah hingga sekitar 100 euro
Q18 : Apakah harus lancar berbahasa Belanda, dan apakah mudah menemukan makanan halal?

Widya: Tidak harus, rata-rata orang Belanda bisa berbahasa Inggris, atau minimal mengerti. Tidak kayak di tetangga, hehe. Belanda cenderung lebih open dan lebih internasional. Mudah sekali menemukan daging halal di Utrecht. Banyak slagerij muslim dari Turki, Maroko, dsb.

Laras: Idem dengan Widya, orang Belanda umumnya bisa Bahasa Inggris & sudah terbiasa dengan mahasiswa internasional. Menemukan makanan halal Insya Allah mudah. Di tiap kota ada gerai yang menjual daging halal. Di Groningen sendiri (yang terkenal terpencil) ada 3 supermarket halal
Moderator : Bagaimana perbedaan sistem pendidikan farmasi di Indonesia dan Belanda?

Widya: Di Belanda, untuk menjadi pharmacist, harus menempuh:

  • Bachelor of Pharmacy (3 tahun)
  • Master of pharmacy (3 tahun) (gelar:M.Sc/M.Pharm., sudah  menjadi registered pharmacist untuk bekerja di community pharmacy/apotek)
  • Tetapi untuk menjadi hospital clinical pharmacist harus menempuh pendidikan lanjutan setelah master of pharmacy selama 4 tahun training (gelar:PharmD)

 

Moderator : Baik di Utrecht maupun di Groningen, bidang penelitian apa yang sedang hangat / menarik baik di bidang pharmaceutical sciences mapun di bidang clinical pharmacy?

Widya: Bidang pharmaceutical sciences: Nanoparticle for targeted drug delivery, biomaterial for Regenerative Medicine, Gene/protein therapy.

Bidang clinical pharmacy: Pharmacogenetics, Pharmaceutical Policy analysis

Laras: Bidang pharmaceutical sciences: nanoparticle for targeted drug delivery, sintesis biological substances seperti enzim dan berbagai protein (terutama yang menjadi target obat atau enzim-enzim yang dipakai sebagai katalis industri obat), formulasi powder untuk inhalasi (obat penyakit respirasi dan vaksin flu), sintesis senyawa yang dihasilkan oleh bahan alam menggunakan metode bioteknologi

Bidang clinical pharmacology: pharmacogenetics, liver diseases, respiratory diseases, efek nanopartikel pada sistem biologis manusia.

 

Moderator : Apa pesan Anda untuk peserta diskusi?

Widya: Tetap semangat, Man jadda wa jadda

Laras: Jalan selalu terbuka untuk mereka yang berusaha. Do your best, and let God do the rest 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: