Tanya Jurusan: Kedokteran dan Biomedik (2)

Narasumber:

helmy

 

Helmi. Research Master Infection and Immunity di Erasmus Medical Center (EMC), Perkuliahan akan berlangsung selama 2 tahun.

Karena research based , kurang lebih 1,5 tahun untuk research dan 6 bulan untuk compulsory course, total ECTS (European Credit Transfer System, mirip SKS) yang harus diambil adalah 120 ECTS. Selama 1,5 tahun research diperbolehkan mengambil 1 – 2 kali internship. Dari hasil salah satu internship akan digunakan sebagai thesis yang akan di presentasikan di akhir program, bila beruntung mendapat publikasi di jurnal internasional 🙂

Untuk 6 bulan compulsory course akan dibagi menjadi 4 course besar : 2 summer course dan 2 winter course Juga nantinya ada course kecil yang compulsory, tanpa ujian ? Kalau di jurusan yang research based,

apakah pake sistem quarter juga mas?

Sistem quarter, kalo di TU delft satu semester dibagi lagi jadi 2 quarter, masing2 sekitar 2.5 bulan.

kalau di sini sistem nya per tahun mas dan ga pake sistem quarter program nya sudah di fix kan oleh program director untuk course, namun di luar itu (Internship) mahasiswa bisa mengambil course yang diminati atau berguna bagi proyek internship nya. pada dasarnya karena research based, waktu di kelas lebih sedikit, lebih banyak waktu di lab / conduct research

Oke, sekedar info buat teman2, S2 di belanda ada yang memakai sistem research based, ada yang course based.

di jurusan mas helmi, ada topik penelitian apa saja?

Kebetulan saya berada di program infeksi dan imunologi, kebanyakan ada di seputar topik itu namun bila ingin conduct research di topik lain diperbolehkan asal didapat aspek imunologi atau infeksi nya contoh, bila ingin melakukan internship di departemen cardiologi namun melihat aspek endocarditis atau genetic defect yang berhubungan dengan sistem imun diperbolehkan Jadi sebenarnya topik yang diberikan cukup luas Contoh lain lagi, di bidang neurologi, bisa melihat dari aspek imunologi seperti GBS atau MS. Mahasiswa akan diberikan kesempatan untuk rotasi di 8 departemen yang diinginkan sebelum melakukan internship / penelitian

Sekarang mas Helmi sudah ada rencana penelitian mas? rencananya lebih spesifik tentang apa ya?

Saat ini saya sedang menjalani internship di departemen viroscience di divisi genomics, Topik penelitian yang saya lakukan mengenai respon vaksinasi mice model dengan rekombinan vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)untuk melihat host pathogen interaction dengan -omics approach jadi bisa dibilang “dry” lab researcher, tidak main pipet dan sel di lab, namun lebih banyak menggunakan komputer, terutama R program

Selanjutnya, mas Helmi dulu research di S1 tentang apa? Relevansi dengan S2 sekarang bagaimana? dan program studi apa saja yang relevan untuk S2 di sana?

Waktu S1 saya melakukan riset sederhana di departemen mikrobiologi untuk melihat efek herbal sebagai anti mikroba dengan disk diffusion method Relevansi dengan S2 masih sama sama ada di topik yang sama, yakni infeksi. Namun sebelum saya melanjutkan studi S2 saya menjadi research assistant di RSK Dharmais (3 bulan) dan RSUD Dr Soetomo ( 1 tahun) yang semuanya adalah clinical research Di S2 ini saya lebih belajar ke arah translational research, di mana fundamental research bisa di aplikasikan ke dunia medis. Hal yang baru dan menarik sekali bagi saya pribadi. Program studi yang ditawarkan oleh EMC untuk S2 ada di Public Health, Cardiology, Neuroscience, Molecular Medicine dan Infection Immunity. Setahu saya ada program Clinical Research namun tertutup untuk Dutch students.

Delapan departemen dan divisi itu apa saja mas? M. Luthfi .A- Unair –

Lebih dari delapan sebenarnya, cuma diperbolehkan memilih 8 Imunologi (Diagnostik, Neuro-Imuno), Virologi, Mikrobiologi, Hepatologi, Gastro-Entero(Infeksi, Imunologi), Pulmonary, Rheumatologi, Transplantation Lab, Internal Medicine, Molecular Viro-Biochemistry dan masih banyak lagi?

Selanjutnya mas, Apakah ada jurusan yang sama dengan jurusan mas helmi di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

Setahu saya ada jurusan infection immunity di Leiden dan Uthrect, namun dari performance, Erasmus masih memimpin di bidang ini :). (kecap nomer satu) The MRes in Infection & Immunity has been rated the best Master’s program in the Netherlands in the field of Biomedical Science at universities by the Dutch Keuzegids Masters (guide to Master’s programs).

Bagaimana cara mendaftar ke program studi mas Helmi dan atau Erasmus University secara umum? Apa saja requirementnya?

Gampang ! Percayalah daftar PPDS lebih ribet minta ampun daripada daftar master. Saya sarankan untuk mencari rekomendasi dari universitas yang memiliki afilasi. Erasmus Medical Center memiliki kerjasama dengan berbagai universitas di Indonesia. http://www.infectionimmunity.nl/ Lebih lengkapnya bisa di cek di web nya 🙂

Kalau sekarang mas Helmi dibiayai beasiswa atau pribadi? kalau beasiswa, beasiswa nya apa? dan tersedia pilihan apa saja mas?

Sejak tahun saya Erasmus University telah menandatangani MoU dengan LPDP, jadi bila keterima LPDP chance diterima di Erasmus makin besar dan mahasiswa Indo yang diterima sudah tidak boleh menggunakan I&I Fund, harus menggunakan LPDP.Beasiswa lain seperti StuNed, Orange Tulip juga ada, bisa di browsing di web StuNed. Saya mendapat beasiswa dari LPDP.

I&I fund itu apa ya mas?

Oh iya, jadi untuk mahasiswa internasional , program ini memiliki semacam dana hibah / beasiswa bagi mahasiswa internasional dari 3rd world countries Tapi sudah tidak boleh lagi mendaftar program dana hibah ini ya mas.

Selanjutnya, kalau prospek kerja jurusan mas helmi seperti apa? dan rencana ke depan bagaimana?

Sejak tahun saya tidak boleh, saya “dipaksa” ikut LPDP, hahahaha Wah, luas sekali mas tapi lebih ke arah menjadi seorang researcher Rencana ke depan antara PhD, PPDS atau kembali menjadi researcher mas, masih galau, hahahaha Lulusan master students terutama via research based memiliki peluang lebih besar untuk menjadi phD dan mencari lapangan pekerjaan, Pertanyaan terakhir nih mas sebelum masuk ke pertanyaan titipan dari teman2 di sini.Always seek knowledge 🙂 Kalo udah nyampe sini berasa banget kalo di Indonesia ketinggalan jauh banget dik, jadi mari kembangkan Indonesia bersama 🙂 Mantap, saya juga merasakan hal yang sama. ? hahaha, bengong mas pas awal awal kuliah, teknik dan metode penelitiannya “advanced” bagi saya

Benar mas, semoga selesa kuliah nanti ilmu yg sudah advance itu bisa dibawa pulang ke Indonesia. nah sekarang kita bakalan masuk ke sesi tanya jawab dari pertanyaan titipan teman2. Diingatkan sekali lagi dikirim via japri ke saya ya, jangan lupa

Intan- S1 Biologi Univ Brawijaya –

Apakah bidang studi S1 sblmnya berpngruh trhdp pilihan studi S2 disana? Trmksih

saya jawab pertanyaan nya via copas websiteya Two main target groups will be eligible to enrol in the program:

(A) Excellent academic students with a Bachelor degree in medicine, biology, biomedical sciences, (bio)chemistry, or related studies from Erasmus MC from another Dutch university from an international university.

(B) Excellent non-academic students with a Bachelor degree from laboratory colleges or equivalent (only after passing a linking program and nomination by their college) from HLO Rotterdam from another Dutch HLO from an international equivalent.

asal berada di salah satu grup itu ga masalah kok di kelas saya bervariasi background nya mulai dari dokter, teknisi lab, nutrisionist, pharmacy, molecular biologist Saya harap menjawab pertanyaan mbak Intan Buat teman2 yg bertanya, beberapa pertanyaan kan mirip2, jadi ga perlu saya sampaikan satu2 ya. Cukup yang mewakili saja.

Lidwina Stefani FK UGM

Saya sekarang msh koas, stlh koas hrs ikt UKMPPD (uji kompetensi), lalu internship 1 tahun, baru dpt SIP. Apakah program master blh diambil sblm internship, yg berarti saya blm resmi mendapat SIP?

Menurut saya pribadi itu tidak masalah, karena yang dilihat adalah transcript bachelor, SIP tidak dibutuhkan dalam proses pendaftaran  Dua adik kelas saya berhasil menembus master program tanpa harus menjalani internship terlebih dulu Bahkan salah satu diantaranya bisa menembus phD program Saya harap menjawab pertanyaan mbak Stefani

nurul qomarilla -d3 analis kesehatan bandung,

saya minat dengan jurusan biomedical science ini, tapi saya itu s1nya kesmas apa boleh ‘nyebrang’ jurusan? selama ini saya minat dengan biomedical science khususnya genetics dan cell culture karena saya hampir 2 tahun melakukan penelitian dan asisten penelitian di tempat saya bekerja sekarang.

Kalo memang mbak Nurul benar benar tertarik sepertinya bisa mbak, asal ditunjukkan saya motivasi pada saat wawancara. Salah satu teman saya berasal dari background nutrisionist dan bisa masuk ke program. Dan di form persyaratan ditulis “related studies” mbak, jadi bisa dipertimbangkan Info tambahan, di sini ada anak dengan background farmasi dari Indonesia yang menjalani studi di epidemiologi, yang bisa dibilang juga “nyebrang” jurusan dicoba aja mbak, nothing to lose kok, proses pendaftarannya ga ribet dan mbak udah ada pengalaman kerja di biomedical, harusnya chance diterima juga besar, jangan lupa dicantumkan di CV 🙂

icut univ yarsi, kedokteran

Bisa gak ambil spesialis disana? Ada yg beasiswa? Bahasanya bisa inggris atau ttp hrs belanda

 

Rizki_FK Undip_ada atau tdk PPDS di Belanda bagi dokter lulusan ID?

Ada, tapi persyaratan agak ribet kalo menurut saya pribadi Sistem PPDS di Belanda agak closed terhadap dokter asing Dokter yang ingin menjalani PPDS di Belanda harus bisa bahasa Belanda dan harus memiliki permanent residency (yang katanya harus 6 tahun hidup di Belanda terlebih dulu dan ada tes mengenai kebangsaan Belanda dan bahasa Belanda, bener ga mas Affan?).Namun untuk program fellowship diperbolehkan apalagi kalo disambi phD Semoga menjawab pertanyaan Rizki dan Icut.wah saya ga tahu juga mas kalo ttg permanent residency.Iya, denger-denger begitu, cuma syarat utama harus punya permanent residency untuk jadi PPDS

Mas Helmi dulu apakah dpt beasiswa LPDP terlebih dahulu atau diterima di Erasmus Medical Center terlebih dahulu? Apakah memiliki jurnal publikasi penting dalam apply beasiswa? Apakah mas dulu sudah memiliki jurnal terpublikasi ketika apply? Jika sudah mendapat LoA lbh mudah mendapat LPDP.. tp mas helmi mengatakan berlainan.. jadi, yang mana mas helmi sarankan? Tips untuk lolos beasiswa LPDP menurut mas Helmi?

Saya diterima dulu di EMC baru dapat LPDP, Tidak penting untuk apply beasiswa namun bisa menjadi nilai plus Saya belum punya jurnal internasional, cuma saya memiliki beberapa publikasi minor dan pengalaman kerja di research  Iya, karena LPDP sudah menekan MoU dengan EMC, itu yang terjadi pada salah satu teman saya dan yang dikatakan oleh salah satu program director di EMC kepada saya. Jadi yang memiliki LoA dari Erasmus akan diprioritaskan, namun bukan berarti langsung diterima, wawancara di LPDP memiliki pengaruh besar dalam proses penerimaan Yang saya sarankan, berusaha aja, kalo emang niat mau cari ilmu (bukan pamer dan jalan-jalan) pasti dimudahkan Tips, jujur aja pas wawancara dan jangan songong..hahahahahah.. Sebagai tambahan, untuk yang berminat LPDP ada grup fb yang membahas proses2 penerimaan dan lain-lain. Nanti bisa disearch beasiswa LPDP 2013 Haahahah, iya, banyak blog dan pengalaman yang diterima dan ga keterima kok, di browsing aja

Nama :Supartina hakim. fisioterapi   Universitas hasanuddin makassar

Apakah ada jurusan yg related dengan jurusan saya di Belanda?Dan beberapa teman2 juga menanyakan, jurusan S2 kedokteran di Belanda ada apa saja mas?

Setahu saya ada untuk fisioterapi di Maastricht, Groningen dan Amsterdam lebih ke arah Human Movement Sciences dan Occupational Theraphy Ada infeksi imun, neuroscience, epidemiologi – public health, farmasi, cardiologi, psychology, onkologi – stem cell, molecular medicine, radiologi (not so sure), bioinformatics, global health sejauh ini, itu yang saya tahu Oh iya, ada health care policy juga Untuk fisioterapi ada sport sciences yang bisa dicoba 🙂 Btw di jurusan saya, biomedical engineering, ada yg background dokter juga. Siapa tau mau mencoba. ?

Kemudian, selanjutnya environment perkuliahan mas? Bagaimana feel kuliah di belanda dibanding di Indonesia? tugas2? bahasa?

Hmm, ga jauh beda sama Indonesia, cuma harus lebih on time Tugas, rasanya lebih banyak pas jadi co-as dulu, hahahaha  ga banyak tugas di sini, cuma lebih dituntut untuk pro aktif mencari ilmu dan berdiskusi kebetulan di International program, bahasa yang digunakan bahasa Inggris sejauh ini pengalaman saya orang di sini fair, kalo ngga tahu bilang ga tahu, bukan malah sok tahu, hahahahaha

dari supervisor saya pribadi, prefer hire orang Asian daripada Dutch, karena Asian terkenal mau belajar dan mau diajarin (ga ngeyel kayak Dutch students) Sejauh ini menyenangkan :), Orang Indonesia selalu bisa survive kuliah di luar negeri 🙂 Oh iya, Guru/Dosen benar benar bertindak sebagai fasilitator di sini 🙂

wah kalau tambahan dari saya sih, dosen2 di sini menyenangkan. Bener kata mas helmi, kalo ga tahu bakal dibantu ga akan dimarahin. Jadi kita makin semangat buat belajar. Hehe Itu yang bikin beda sama Indonesia ” There is no stupid question ”

Oiya, banyak yg nanya tentang course/research based. Saya mau bantu jawab dari sisi course based, yaitu program yang kurikulum nya banyak di kelas, kaya kuliah S1 aja. Jadi kalau saya dari 120 credit, 60 nya course, sisanya thesis, internship dll. Kalau yg research based mas helmi mungkin yg jawab. Kalau saya sendiri, lebih banyak performing research daripada di kelas karena emang di didik untuk menjadi seorang researcher dari 120 ECTS, mungkin 20 ECTS itu kuliah 1,5 tahun full untuk performing research,Learning by research 🙂

kemudian, bisa dijelaskan lebih detail ga mas, dulu proses pendaftaran seperti apa? langkah2 sampai dapat LoA dan tips2 yang menarik mungkin untuk bisa dapat LoA Waktu itu kebetulan saya bekerja di departemen di kampus saya. Kampus saya memiliki afilasi dengan Erasmus. Saya meminta surat rekomendasi dari kepala bagian dan wakil dekan. Kemudian melengkapi syarat lain seperti membuat letter of motivation (ini penting, nantinya ditanyakan pada saat wawancara) dan tes bahasa Inggris. Syarat tersebut saya submit dan menunggu respon kurang lebih 2 bulan untuk lanjut ke tahap wawancara Di letter of motivation (karena ini research based master) wajib dicantumkan kenapa mau sekolah di sana dan proposed research atau ide yang sekiranya akan dilakukan di sana hal tersebut akan ditanyakan pada saat wawancara

  1. wawancara via skype selama 15 menit dan pertanyaan ada beberapa yang menyinggung mengenai pengetauhan sisanya pertanyaan umum
  2. untuk tips, saya sarankan benar benar menguasai apa yang ditulis di letter of motivation dan tetap tersenyum dan cari koneksi wi-fi yang terjamin pada saat wawancara
  3. dan bila sudah diterima, Erasmus dengan baik hati akan menguruskan visa permit untuk kita 🙂

termasuk tempat tinggal apa diurus juga oleh univ?

bisa kalo mau minta, di form bisa di centang bila mau dicarikan Univ sampai saat ini saya tinggal di housing yang disediakan oleh uni Oke deh kalo gitu. Selanjutnya, ini ada pertanyaan menarik tentang research proposal

Dita Ayu Mayasari / Teknobiomedik Unair :

Kalau ambil MRes kita bikin prop penelitian disesuaikan dg megaprojek univ yg dituju atau kita bs buat prop sesuka kita namun msh ada bidangnya disana tp sdg tdk melakukan itu. Maksud saya misal ad bidang tissue eng megaprojek mereka fokus untuk tulang nah sedangkan prop sy tentang vasc. It bgmn?

Student boleh mengajukan proposal nya sendiri atau ikut proyek yang sedang berjalan Untuk proposal yang diajukan sendiri juga harus dilihat dari kondisi keuangan grup/departemen pada saat itu, feasible atau tidak, bila beruntung student bisa conduct research sesuai proposal yang dia inginkan Di program master saya, di internship kedua student bisa melakukan internship di luar Erasmus, jadi tidak menutup kemungkinan mbak Dita kuliah di Erasmus kemudian menjalankan internship di Delft atau Manchester UK yang memiliki departemen tissue engineering yang mungkin sejalan dengan proposal mbak Dita

berarti yg sejalan dengan megaproyek nya grup/department lebih besar kemungkinan diterima nya ya mas?

Untuk master lebih mudah untuk mengikuti proyek yang berlangsung daripada conduct research sendiri, namun tidak menutup kemungkinan untuk sebaliknya tapi pengalaman saya sendiri, dulu juga bawa proposal sendiri mas, tapi setelah dikasih kuliah dan rotasi lab ternyata banyak sekali hal baru yang menarik dan bisa dilakukan, jadi saran saya pribadi, jangan fokus pada satu hal dulu, pelajari hal baru sebanyak mungkin Jadi, karena waktunya sudah habis, beberapa pertanyaan temen2 ada yang belum saya sampaikan ke mas Helmi. Saya juga mohon maaf, karena banyaknya pertanyaan jadi saya prioritaskan ke pertanyaan yg lebih umum dan penting ya

oiya tadi ada yg nanya tentang biomedical science dan biomedical engineering. Kalo biomedical science seperti yg dijelaskan mas helmi tadi. Kalo biomedical engineering, lebih ke arah teknik, jadi belajar tentang teknologi2 seputar kedokteran, seperti implant, MRI, tissue engineering, dll. Kalo di indonesia lebih dikenal sebagai teknobiomedik atau teknik biomedik

silahkan kalo mau tanya di lain waktu bisa menghubungi via email : m.helmiaziz@erasmusmc.nl Jika masih ada pertanyaan spesifik jurusan bisa ke kontak ppibelanda.org Jika ada pertanyaan umum ttg studi di belanda (tidak spesifik jurusan) bisa bergabung di ttps://www.facebook.com/groups/opengroupppibelanda/ atau email tanyappibelanda@gmail.com Dimohon untuk peserta mengisi feedback: http://goo.gl/forms/dxopgPC2JN

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: