Tanya Jurusan: Hukum (2)

Narasumber:

ali

1. Ali Abdillah

S2 : LL.M Candidate for European Law Programme, Leiden Law School, tahun 2015-sekarang

derry

2. Derry Patra Dewa

S2 : LL.M Candidate at Law and Digital Technologies Programme (Advance), Leiden University

 

Moderator : Bayu Fitranto

Notulen : Maria Yosefha

Jumlah peserta : 65 orang

Q1 : Apa jurusan master yang Anda ambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Patra :

  1. Nama jurusan: Law and Digital Technologies (Advance)
  2. Durasi program: 1 tahun (full-time)
  3. ECTS: 60 ECTS
  4. Course based program. Namun sebagai salah satu program advance di Leiden University, approach yang diberikan tidak selalu course oriented. Lebih banyak reading material, assignment, dan lebih sedikit kelas.
  5. Internship: tidak ada internship wajib namun program selalu memberikan info mengenai internship baik yang berasal dari lingkungan kampus maupun luar kampus. Selain itu mereka memberikan info-info mengenai summer course, conference, dan seminar lain yang relevan dengan program ini. Saya sendiri mendapat kesempatan untuk mengikuti internship di Enterpreneurship and Innovation Centre di Leiden Law School.
  6. Thesis: Thesis wajib dengan bobot 10 ECTS. Topik thesis dipilih sendiri oleh siswa dengan bimbingan dari supervisor. Tidak ada thesis defense. Thesis yang sudah final diserahkan pada supervisor. Second reader ditunjuk sebagai reviewer independen oleh program.

info lebih lengkap: http://en.mastersinleiden.nl/programmes/law-and-digital-technologies-advanced/en/introduction .

Ali :

oke, salam kenal semua, nama saya Ali Abdillah. Terima kasih udah gabung di tanya jurusan PPI Belanda yaaa. Program yg saya ambil adalah European law. Durasinya sama kaya bang patra, setahun. SKS nya juga sama , course based program. Secara umum yang saya pelajari adalah sistem hukum Uni Eropa yang sekarang berkembang menjadi supranational law, bisa dibilang EU law adalah jenis hukum baru di antara international law dan constitutional law. Sistem sih rata-rata sama kaya bang Patra.  Detailnya bisa diliat di http://en.mastersinleiden.nl/programmes/european-law/en/introduction. Bedanya saya regular, bang patra advanced.

Q2 : Mata kuliah apa saja yang menarik untuk Anda?

Ali :

Matkul  yg menarik adalah EU Human Rights dan EU Substantive Law sama EU General Principle dan Institutional Law.  Ada mekanisme court of human right, jadi kita belajar sistemnya, dan prinsip-prinsipnya. EU substantive law ttg bagaimana aturan free movement di EU, mulai dari free movement of person, capital, dan juga competition law. Sedangkan  general principle, belajar institusi EU. Kalau dulu di S1 kan kita mengenal tentang Trias Politica, di EU itu tidak berlaku.

Pembagian kekuasaannya lebih kompleks. Jadi di matkul ini belajar pembagian kekuasaan, di tingkat supranational.

Patra :

Saya belajar Law and Digital Technologies. Istilah populernya mungkin cyber law, atau IT law, atau hukum telematika di Indonesia. Kuliah yang menurut saya menarik adalah yang pertama Privacy and Data Protection. Kuliah di Block 2 semester 1, yang pada dasarnya belajar mengenai privasi dan perlindungan data pribadi dilihat dari aspek filosofis dan regulasi (khususnya di Uni Eropa). Baik teori hukum maupun regulasi mengenai perlindungan data pribadi di Indonesia, sama sekali belum berkembang. Saat ini UU Perlindungan Data Pribadi sudah masuk ke dalam prolegnas, tapi jarang dibahas di ranah publik. Padahal di Uni Eropa dan Amerika Serikat, perlindungan data pribadi merupakan bidang hukum yang sangat menarik, terutama setelah skema Safe Harbour oleh Court of Justice of European Union, dinyatakan invalid. Pengajarnya partner kantor hukum Bird&Bird di Belanda sekaligus profesor di Leiden.  Kedua, Electronic Communication Law. Kuliah di Block 1 semester 2 (sedang berjalan). Pada dasarnya mengenai regulasi mengenai hukum telekomunikasi di eropa setelah munculnya internet. Pendekatannya bisa dibilang hardcore legal dan sedikit aspek bisnis. Selain membahas mengenai regulatory framework telekomunikasi di Uni Eropa, bisnis model dan best practice dari perusahaan telekomunikasi juga diulas mendalam. Net-Neutrality, yang merupakan topik dari thesis saya juga dibahas dalam kelas ini.

Pengajar utama dari kelas ini adalah Prof. Serge Gijrath (partner di C-Legal, boutique law firm di Belanda yang memiliki spesialisasi di hukum telekomunikasi) dan Prof. Gera van Duijenvoorde (In-house lawyer KPN, perusahaan telekomunikasi terbesar di Belanda, dahulu dimiliki oleh pemerintah Kerajaan Belanda).Ketiga,  ICT Contract. Block 3 Semester 2,  kelas yang didedikasikan untuk mempelajari cara mereview dan negosiasi kontrak-kontrak yang terkait dengan industri ICT. Bahkan ujian akhir di kelas ini mewajibkan siswa untuk mereview kontrak. Menurut saya relevan banget buat yang mau bekerja di law firm/company. https://studiegids.leidenuniv.nl/en/studies/show/4251/law-and-digital-technologies-advanced-master-programme untuk info detail mengenai setiap mata kuliah di program saya.

Ali: Eh, gue juga mau nambahin dong. Boleh ga min?

Topik penelitian di program studi European law bisa bermacam-macam, dari competition law, internal market, comparative law, dan lain-lain. Enaknya di Leiden, banyak pengajar ga cuma akademisi namun juga praktisi. Salah satu pengampu mata kuliah saya juga close advisornya EU Commission, Prof Luk van Midelaar.

Q3 : Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek Anda (jika sudah ada)?

Ali:

Pilihan topiknya kalo di EU law itu amat luas. Karena EU law itu menyangkut berbagai macam hal tapi dalam prinsipnya, EU Law ini new legal system dan masih banyak yg bisa di eksplor, mulai dari bagaimana hubungan hukum antara member states dan EU , sampai bagaimana European Court of Justice menyelesaikan sengketa dal am EU law. Saya sendiri mengambil comparative law antara EU dan ASEAN membandingkan sistem hukum EU dan ASEAN. Lebih spesifik lagi, research saya membandingkan kebijakan internal market di EU dengan kebijakan ASEAN Economic Community, Single Market and Production Base dalam legal perspective yang akan saya bandingkan nanti legal culture kedua organisasi, apa yang bisa diambil oleh ASEAN dari EU, dan mekanisme dispute settlementnya juga. Jadi, EU law itu mulai dari yang hukum bisnis, sampe constitutional law, sampe international law, ada disana.

Patra:

Topik research untuk program saya juga bisa milih sendiri. Dari pengamatan saya, anak-anak Indonesia suka mengambil metode comparative study untuk risetnya.  Topik Riset saya mengenai Net Neutrality principle.  Saya mau tau apakah prinsip yang sudah dikenal di EU dan US bisa diadopsi ke regulatory framework kita. Yang lagi heboh di TV, Telkom ngeblok netflix itu bisa dibilang pelanggaran net neutrality principle tapi kita lihat aja di akhir riset nanti gimana.

Kursus cepat tentang net neutrality (US tapi) https://www.youtube.com/watch?v=fpbOEoRrHyU.

Contoh topik thesis yang ditawarkan oleh program saya:

  1. Hyperlinking
  2. ISP Liability
  3. Data subject rights (data portability, the right to be forgotten, the right to access)
  4. An economic analysis of DP law in the light of the upcoming DFPR
  5. Cybersecurity and privacy: balance or tradeoff
  6. Regulating cybersecurity
  7. Nudge: nifty or nonsense?
  8. Big Data for peace
  9. What might be the meaning of the child’s right to privacy in the digital world?
  10. To what extent can the law provide adequate remedies to protect children against online harassment or abuse?
  11. Is revenge porn adequately addressed by criminal law (in country x,y, or z)?

Intelectual property juga topik yang cukup populer buat jadi topik thesis.

Q4: Bagaimana cara mendaftar ke program studi Anda? Apa saja requirementsnya?

Patra:

http://en.mastersinleiden.nl/programmes/law-and-digital-technologies-advanced/en/entry-requirements

note: walaupun mensyaratkan pengalaman kerja, saya memiliki beberapa teman satu program yang belum memiliki pengalaman kerja. Nanti akan ada contact person dari Leiden yang akan guide prosesnya setelah pertama kali daftar.  Jadi, ga sulit kok.

Ali:

Tinggal klik http://en.mastersinleiden.nl/programmes/european-law/en/entry-requirements  Kalau di EU law, requirementnya ada disana semua. Tapi ya intinya standar yaa : Recommendation Letter, Motivation letter, English Proficiency Test dan ada application fee nya kalau gue.

Patra: Sama 100EUR kalau ga salah.

Ali: Iyaa 100 Euro. Itu bisa buat daftar 3 jurusan. Waktu itu gw apply, European Law, European International and Business Law, sama Public International Law. Alhamdulillah keterima tiga2nya, cuma akhirnya milih yang European Law.

Q5 : Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah Anda menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang Anda ambil dan bagaimana cara apply-nya?

Patra:

  • LPDP lpdp.kemenkeu.go.id
  • Stuned http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master
  • Beasiswa Kominfo https://tpsdm.kominfo.go.id/beasiswa-ln
  • Lexs Scholarship prospectivestudents.leiden.edu/scholarships/scholarship/lexs.html

Kita berdua anak LPDP. Saran: kalau incer beasiswa persiapan jauh2 hari. Deadlines dan requirements dibaca baik-baik.

Ali:  Setiap kampus ada kok beasiswa kampus.

Patra: Iya. Bisa sampe biaya hidup juga. Mesti sering-sering  ubek2 web kampus.

Ali: Intinya, jangan malas googling, dan ubek2 website kampus.

Patra:  Test IELTS sm minta rekomendasi jangan ditunda2.

Ali:  https://www.youtube.com/watch?v=O37yJBFRrfg

Ohiya, overview ttg EU bisa dilihat disini. Kalau memang ingin hasil yang luar biasa, jangan pake cara yang biasa, cara kita pun harus luar biasa.

Patra: Apalagi yang sambil bekerja kan pasti susah atur jadwalnya. Ngobrol sama atasan, mesti cuti-cuti cari rekomendasi.

Ali: Kalo yg bahasa inggrisnya udah lancar, mungkin selow ya, nah saya ini bahasa inggrisnya bapuk dulu (skrg juga sih). Saya persiapan dr bulan februari 2014 sampe berangkat agustus 2015.

Q6 : Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi Anda? Apa rencana Anda setelah lulus?

Patra:

  1. Lawyer dengan spesialisasi hukum telekomunikasi, informatika, media, internet, cyberlaw.
  2. In-house lawyer perusahaan telekomunikasi
  3. In-house lawyer perusahaan over the top service (aplikasi dan website)
  4. In-house lawyer perusahaan media dan penyiaran
  5. Regulator (pemerintah atau legislatif yang menyusun dan melaksanakan peraturan perundang-undangan bidang telekomunikasi dan informatika dan media)
  6. Akademisi dan/atau peneliti dengan spesialisasi hukum telekomunikasi, informatika, media, internet, cyberlaw.
  7. Penegak hukum dan intelijen (kepolisian, kejaksaan, KPK, BNN, BIN) terutama unit cybercrime.
  8. Pada dasarnya pekerjaan hukum secara umum.

Ini yang kebayang sm gue ya,  di Eropa sendiri jenis pekerjaannya banyak banget.

Rencana setelah kuliah adalah balik ke kantor karena masih terikat hubungan kerja sm law firm lama. Gw cuma cuti belajar. Niatnya sih mau memfokuskan bidang expertise di IT Law dan business.

Ali:

Sebelum saya datang kesini, saya bekerja sebagai peneliti di Pusat Studi Hukum Tata Negara di FHUI sekaligus asdos. Saya pun dalam status izin belajar, tp pusat riset saya selow sbnrnya abis saya kuliah mau gmn. Nah yang menarik setiap dosen dan temen saya disini nanya, ini ada orang Indonesia ngambil EU law ngapain, apa hbngnnya lu kesini ? saya melihat possibility ASEAN bergerak menjadi legal order yang lebih terinstitusionalisasi lalu kalau kita bertanya dimana best practices region yang settle, ya di EU. Jadi saya belajar kesiini untuk mempelajari sistem supranational law

apa yang bisa diadaptasikan di ASEAN dari EU dan apa yang ga usah kita adaptasi.  Dasarnya dulu saya melakukan riset ttg asean dan eu, sblm brgkt kesini. Prospek kerjanya kalo saya, mau jadi researcher lanjut tapi kalo mau lanjut kerja di Belanda, lawyer EU law itu langganannya law firm besar yang multi nasional. Saya course based bay, kalo mau kerja disini juga bisa. Saya melihat kemungkinan untuk itu sih, tp sampai skrg saya masih berpikiran untuk balik ke kampus, dan hubungan EU dan ASEAN ini lg hangat2nya. Kemaren saya baru ketemu dubes Indonesia untuk Belanda yang mantan Dirjen ASEAN di Kemenlu. Tingkat kerjasama EU dan ASEAN lagi tinggi, dan sistem seperti EU mungkin saja bisa diaplikasikan di asean, walau belum tentu bisa semua, karena EU itu supranational, dan ASEAN masih intergovernmental tapi banyak hal yang bisa di eksplor dr dua legal entity ini. Jadi, silahkan tentukan sendiri bisa jadi apa aja.

Q7 : Bagaimana ilmu Anda bisa bermanfaat di Indonesia?

Patra: Intinya bidang hukum ini (cyberlaw) lagi berkembang di seluruh dunia. Indonesia, baik diskusi ilmiah dan regulasinya masih ketinggalan jauh. Jadi butuh banyak orang yang ngerti sebenernya.

Kalau diliat diatas, yang prospek kerjanya, masing-masing kerjaan diatas wajib punya pengetahuan di bidang hukum telematika. Bukan buat improve, tapi memang sebagai core competence sayangnya universitas di Indonesia belum banyak yang menawarkan program semacam ini. Setau saya cuma ada di S1 Unpad.

Ali: Manfaatnya untuk indonesia sebenernya saya pengen Indonesia menjadi leading country dalam rule of law development in ASEAN. Sejauh ini, kalau di Indonesia kajian ASEAN masih terbatas di aspek international law. Di NUS, tahun lalu mrk sudah bikin serial research yang melihat ASEAN tidak hanya dari aspek international law tapi dari constitutional law juga. Nah, dengan posisi ASEAN yang strategis di ASEAN, indonesia bisa berperan seperti German di EU. German jadi salah satu leading country dalam rule of law development dan dengan populasi yang besar juga di EU. Jadi, memang alasannya lebih utk research saya nantinya, hehe.

3 comments

  1. halo kak, perkenalkan saya Rully. bolehkah saya meminta kontak kedua narasumber diatas? terimakasih banyak kak

  2. hallo kak, perkenalkan saya Chika. saya ingin ambil s2 ke belanda jurusan public international law. tapi saya bingung, ada yang biasa, ada yang advanced studies. prbedaannya apa ya kakak2 sekalian? ditunggu kak jawabannya. dank je wel.

  3. hallo kak, perkenalkan saya Chika. saya ingin ambil s2 ke belanda jurusan public international law. tapi saya bingung, ada yang biasa, ada yang advanced studies. prbedaannya apa ya kakak2 sekalian? ditunggu kak jawabannya. dank je wel.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: