Tanya Jurusan: Hukum (1)

Moderator: bung harzy
Narasumber 1 : Prayogo Serevin Wisnumurti, S.H., LL.M, European Law, Leiden University
Narasumber 2: Ali Salmande, European Law, Leiden University

bisa jelasin ya bagaimana sistem pendidikan hukum di Belanda? Bagaimana bedanya dengan di Indonesia?

YOGO: Sistem perkuliahan disini bisa dibagi menjadi dua macam, yang pertama adalah kuliah umum seperti yang ada di Indonesia, yang kedua bentuknya adalah Workshop, di sini kita akan dibagi menjadi kelas-kelas kecil dan akan berdiskusi mengenai suatu materi.
Secara singkat, jurusan saya akan membahas mengenai European law. Mulai dari yang dasar seperi struktur hukum dan institutsi yang ada di European Union, hingga yang advance seperti competition law dan internal market. Secara umum, program master ini hanya butuh waktu 1 tahun untuk diselesaikan (60 ECTS yang terbagi menjadi 7 mata kuliah).
Secara umum programnya dilakukan secara course based, tapi untuk Thesis dilakukan secara research based tanpa perlu ada sidang.
Dalam program European Law sendiri tidak ada internship, tapi kadang-kadang mereka menawarkan lowongan pekerjaan atau internship kepada mahasiswa.

ALI:  Saya mau jelasin ttg perbedaan karakteristik. Di Belanda, kuliah hukum bnyk mengedepankan case law atau berdasarkan putusan pengadilan Sementara di Indo, Belum terlalu mengedepankan putusan, tetapi biasanya fokus kepada penerapan UU

Ada mata kuliah yang menarik ga di program European Law?

YOGO: Menurut saya pribadi, mata kuliah yang menarik dalam program saya adalah European Law in Practice – Practicum dan European Protection of Human Rights. Mata kuliah practicum sangat menarik buat saya karena kami diajarkan mengenai tata persidangan di Court of Justice of European Union dengan melakukan peradilan semu, kami di bagi menjadi beberapa team yang akan berperan menjadi pengacara, hakim, dan advocat general. Sedangkan Human rights menarik karena menurut saya European Union memiliki perlindungan human right yang paling comprehensif di Dunia.

ALI: Semua mata kuliah tentu menarik dan memiliki karakteristik masing2, Utk saya, EU Institutional Law and General Principle dan Capita selecta EU law paling menarik EU institutional berbicara konsep mendasar ttg hukum Uni Eropa dan Bagaimana sistem itu bekerja. Capita selecta berhubungan Dengan isu2 Aktual terkait Uni Eropa, sebenrnya kuliah di European Law banyak belajar tentang institusi di Eropa secara menyeluruh ya, jadi bukan cuma Belanda saja

YOGO:  Seperti yang kita ketahui Belanda merupakan salah satu Member State dari EUROPEAN uNION

Kalau boleh tahu, selama kuliah s1 di Indonesia, mengambil fokus dimana ya? apakah relevan dengan kuliah master yang diambil sekarang? mungkin temen2 juga ingin tahu kalau kuliahnya tidak relevan apakah bisa untuk mengambil master di belanda

ALI: Saya ambil Hukum Tata Negara, Menurut saya relevan, Karena konsep Uni Eropa itu Adalah supranational, integrasi dr negara2 ke dalam Sebuah entitas baru Jd Menurut saya, ini merupakan perluasan dr hukum Tata negara Relevansi itu penting

YOGO: Program studi S1 saya adalah Ilmu hukum di Fakultas hukum Universitas Indonesia. Saya belajar spesifik mengenai hukum bisnis, terutama mengenai perlindungan konsumen dalam e-commerce. Secara langsung, tidak ada relevansi antara program studi S1 saya dengan S2 saya. Tetapi saya juga bisa mengetahui bagaimana perlindungan konsumen di European Union dan bagaimana perkembangan e-commerce di European Union.
Menurut saya pribadi program studi yang relevan untuk studi S2 saya adalah Law and Digital Technologies (Advanced).

oh begitu? jadi sebenernya bisa ya kalau tidak relevan..
asalkan kita bisa mengkait2kan dengan program master yang mau kita ambil?

YOGO: Iya betul sekali Karena Kalo tidak terkait sama sekali, kita Akan sulit ketika menulis Motivation Letter Karena Motlet mrpkan elemen penting ketika kita apply suatu program dan beasiswa

Proses pendaftaran di Leiden University sebenernya seperti apa sih?
memangnya ada persyarataAli tertentu?

YOGO : Cara mendaftar di program European Law sebetulnya cukup simpel, anda cukup mengisi applikasi pendaftaran secara online da  membayar administration fee sebesar 100 euro  (http://en.mastersinleiden.nl/programmes/european-law/en/how-to-apply). Untuk entry requirements sendiri, anda cukup punya bachelor diploma hukum dari universitas yang diakui oleh Universitas tujuan,dan nilai toefl ibt atau IELTS memenuhi kriteria mereka. Untuk Ielts overall score harus 7 dengan all sub-section minimum dapat score 6. (http://en.mastersinleiden.nl/programmes/european-law/en/entry-requirements)

ALI : Saya apply ke Leiden, terus bilang Kalo saya ingin apply beasiswa Jadi dikecualikan oleh Leiden utk tidak bayar di awal Stlh dapat beasiswa, lembaga yg kasih beasiswa dlm hal ini StuNed yg membayarkan admnistration fee tsb.

ooh begitu.. oia kita bisa daftar pake toefl ga di Leiden?

YOGO: Sebetulnya bisa, Tapi harus yang official ya, Bukan yang TOEFL ITP Bisa dilihat di entry requirement msg2 program di website

oke, ada pertanyaan bahasa pengantarnya apa sih di Leiden? pake bahasa belanda juga?

YOGO: Mayoritas program pake Bahasa Inggris. Untuk program yang menerima pelajar internasional biasanya sudah menggunakan bahasa inggris sebagai pengantar. Kehidupan sehari2 juga ga perlu bisa Bahasa, Tapi untuk program yang khusus untuk lokal biasanya pakai bahasa Belanda

ALI: Hampir semua orang di sini bisa Bahasa Inggris Dan mereka kalau di minta tolong atau ditanyai juga mudah

ooh jadi kalau kita mau kuliah ajaa, cukup ya dengan bahasa inggris?

YOGO: Iya, Kecuali untuk nanti mau kerja di sini mesti bisa tuh bahasa belanda jadi temeAli yg g bisa bahasa belanda tenang aja yaa 😀
kita juga cuma bisa guten morgen ama bedankt, oke sekarang masalah pendanaan.. bisa ceritain ya tentang beasiswa masing2

Beasiswa?

YOGO: Aku mendapatkan pendanaan dari LPDP (Lembaga pengelola dana pendidikan) yang berada di bawah naungan kementerian Republik Indonesia.
Untuk applynya sendiri nanti ada seleksi administrasi dan seleksi interview, anda bsia mengecek ketentuan umum yang lain di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/beasiswa-magister-doktor/) Kalau aku bisa kasih tips sih, nanti pas mengerjakan tugas artikel dan wawancara, kalau bisa dibikin se nasionalis mungin jawaban adik-adik semua. Ketika saat aku mengapply dulu, aku bisa mengapply tanpa Letter of Acceptance (LOA) dari universitas yang di tuju. Tapi akan lebih baik bila anda sudah punya LOA, soalnya kemungkinan untuk diterima lebih mudah.

ALI:  Klo proses di StuNed sebenarnya agak simple Isi form, apply, dan Tunggu hasil Nggak Ada proses wawan cara Jadi temaAli harus kuat di bagian motivation letter dan rekomendasi, StuNed harus dapat LoA dulu juga http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master

ada beasiswa yang lain ga kira2?

ALI:  Selain LPDP dan StuNed, Ada juga beasiswa langsung dari kampus masing2.
Dan Ada juga beasiswa Kominfo atau NFP (Netherlands Fellowship Program). TemaAli Silakan googling utk detailnya.

masalah prospek kerja bagaimana yaa? apakah kita nanti bisa bekerja di Belanda? atau kalau pulang ke Indonesia kira2 bisa kemana?

YOGO:  Aku jawabnya untuk european law ya. Untuk prospek kerja, tergantung apakah anda mau mencarinya di Belanda atau di Indonesia. Kalau di Belanda , prospek kerjanya bisa di Lawfirm atau perusahaan mulinasional di European Union. Sedangkan kalau di Indonesia, prospeknya bisa untuk menajadi PNS di kementerian luar negeri atau perdagangan.
Saya sendiri setelah lulus akan kembali ke Indonesia untuk melamar di dua kementerian tersebut.
Mengajar juga bisa untuk ilmu-lmu yang lain, tapi untuk European Union menurut saya masih belum terlalu banyak yang minat belajar itu di Indonesia. Di Indo bisa kerja juga di kedutaan2 atau perwakilan Uni Eropa

ada pesan g utk temaAli yg ada disini?

YOGO: Saya sendiri mengencourage teman-teman semua untuk mau belajar di Luar negeri. Dengan belajar di luar negeri maka wawasan kita akan menjadi lebih luas dan lebih beragam, Soalnya kita bisa ketemu orang dari berbagai macam negara dan latar belakang

ALI: Pesan saya sih; Kalo memang sudah niat kuliah di luar negeri, kejar terus, jangan pernah berhenti. Belajar yang giat nanti kalau sudah keterima belajar di luar negeri, soalnya tidak bisa seperti di Indonesia yang dikebut selama seminggu atau sehari

One comment

  1. Halo, saya mau tanya kalo saya ambil hubungan internasional di salah satu universitas swasta, tapi saya mau apply s2 international law di uni belanda kira2 bisa gak ya? Thank you

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: