Tanya Jurusan: Administrasi Publik

Narasumber:

Aan

Suarlan, Master of Public Administration and Organizational Science Utrecht University

Edwin

Edwin Akbar Lubis, Master of International and European Tax Law Maastricht University

Tulisan ini adalah notulensi dari diskusi Tanya Jurusan via Whatsapp yang diselenggarakan oleh PPI Belanda bekerja sama dengan Sahabat Beasiswa pada 21 Februari 2016.

 

Moderator: Apa jurusan master yang Anda ambil?

Edwin: Halo saya edwin, saat ini sedang studi di program master International and European Tax Law di Maastricht University. Sebelumnya saya mengambil S1 di Admininstrasi Fiskal FISIP UI.

Aan: Halo perkenalkan, nama saya Aan, sekarang lagi kuliah master Public Administration and Organizational Science di Utrecht University. Sebelumnya saya S1 di Administrasi Negara FISIP UI.

 

Moderator: Mengapa Anda memilih kuliah di Belanda?

Edwin: Kenapa pilih Belanda? Karena Belanda salah satu tujuan dunia untuk belajar pajak.

Aan: Kalo dari segi praktis, Belanda itu sumber dari peraturan hukum Indonesia, maka administrasi publik pun desainnya tidak jauh dari Belanda

 

Moderator: Baca alasan dari Kak Edwin ataupun Kak Aan sepertinya memang sudah masuk list rencana masa depan ya untuk study master di Belanda?

Edwin: Iya saya sudah bercita-cita dari S1 mau melanjutkan S2 di Belanda.
Aan: iya sama, dulu juga memang punya rencana ingin ke Belanda

 

Moderator: Terus kalau jurusannya sendiri bagaimana? Apakah jurusan Anda paralel sesuai jurusan ketika kuliah S1 atau ada yang menyimpang?

Edwin: Mungkin saya tidak menyimpang ya karena waktu S1 di FISIP, dan sekarang di faculty of law. Tapi karena waktu S1 saya juga banyak belajar mengenai hukum pajak, pada saat studi disini tetap relevan. Untuk universitasnya, ini yang menurut saya menarik di Belanda karena tidak ada satu program yang benar-benar sama dengan universitas lain. Untuk program international tax law di Belanda, hanya ada di Maastricht, Leiden, dan Tilburg. Saya pilih Maastricht karena program yang ditawarkan sesuai tujuan studi saya; fokus pada European Tax Law.

Aan: Kalau saya jurusannya sih sama seperti S1. Kalo di Belanda, Public Administration itu cukup banyak programnya. Saya pilih di Utrecht karena fokusnya di Organizational Science, ini untuk menyesuaikan dengan pekerjaan saya (PNS) yang ditempatkan di biro SDM dan organisasi. Awalnya saya diterima juga di Nijmegen, hanya saja disana fokusnya pada Comparative Public Administration.

 

Moderator: Apa jurusan master yang diambil? Bagaimana sistem perkuliahannya?

Edwin: Jurusan master yang saya ambil International and European Tax Law. Sistem perkuliahannya setiap mata kuliah terdiri dari 2 kelas, lecture dan tutorial. Di kelas tutorial, mahasiswa yang harus aktif dalam diskusi panel sementara dosen hanya menjadi moderator.

Aan: Jurusan yang saya ambil master research Public Administration and Organizational Science. Program ini berlangsung selama 2 tahun dengan jumlah 120 ECTS.  Model program adalah course-based, dengan mata kuliah adalah gabungan antara core public administration dan mata kuliah penyusunan research.

Mata kuliah penyusunuan research dilakukan sesuai dengan tahapan penelitian. Misalnya di period I ada mata kuliah filsafat, period II designing research, period III survey design, lalu nanti akan ada mata kuliah analisis data kuantitatif dan kualitatif, hingga akhirnya penyusunan thesis. Bahkan ada juga matakuliah Tutorial, bukan kuliah, tetapi bentuknya kerja dengan profesor untuk membuat paper yang dapat di-publish di jurnal internasional. Tutorial ini bobotnya 6 ECTS.

Selain mata kuliah wajib, mahasiswa diharuskan mengambil 12 ECTS matakuliah pilihan, bisa ambil optional course yang ditawarkan program, atau ambil matakuliah lain di luar jurusan, bahkan diluar fakultas, misalnya psikologi atau ekonomi.

Thesis berjumlah 30 ECTS dan bisa diambil pada semester terakhir, artinya ada waktu 6 bulan untuk menyelesaikan thesis.
Program ini juga merupakan jointprogram antara Utrecht Univeristy, Radboud University Nijmegen, Twente University, dan Tilburg University. Sehingga ada beberapa kuliah yang mengharuskan kita datang ke universitas-univesitas tersebut. Kelas terdiri dari 17 orang, dengan ruangan yang diset berbentuk Ushape, sehingga jalannya perkuliahan seperti diskusi, dosen juga hanya bertindak sebagai moderator (kadang-kadang hanya sebagai pengamat)

 

Moderator: Mata kuliah apa saja yang menarik selama perkuliahan?

Edwin: Menurut saya seluruh mata kuliah menarik termasuk mata kuliah pilihan, karena apabila ingin belajar lebih dalam mengenai pajak di program ini diajarkan pengetahuan yang lebih luas mengenai International Tax Law dan European tax law. Hal ini juga menjadi saran bagi saya dalam memilih program studi, jangan dilihat dari ranking universitas tetapi lihat mendalam pada mata kuliah apa saja yang ditawarkan pada program tersebut untuk menjaga semangat dan antusias kita dalam belajar.

Aan: 1. Philosophy of Science atau filsafat: kami diajarkan untuk membangun argumen yang solid di dalam tulisan. Mahasiswa-mahasiswa Belanda sangat kuat di bidang ini.
2. Designing Research: kami diajarkan bagaimana menyusun research question dengan baik beserta relevansinya untuk pengembangan teori, metodologi dan practical.
3. Public Organization and Professional: mata kuliah core di Public Administration, banyak teori-teori yang bisa ditelusuri lebih lanjut di Public Administration.

 

Moderator: Apa saja pilihan topik penelitian/ proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian/ projek yang kakak rencanakan (jika sudah ada)?

Edwin: Di program ini diberikan kebebasan untuk menentukkan topik penelitian, boleh topik yang berasal dari Indonesia maupun negara lain sepanjang hal tersebut relevan dengan International/European tax law. Rencana penelitian (thesis) saya mengenai isu pajak dalam Asean Economic Community dan komparasi dengan European Union.

Aan: Kami diberi kebebasan untuk mengambil topik penelitian, bahkan di Belanda yang dimaksud dengan Public Administration itu bukan hanya soal pemerintah dan organisasinya, tapi juga private sector yang menyediakan public service juga termasuk sebagai kajian public administration. Yang diteliti bisa soal leadershipnya, organisasinya, kebijakannya, tentang masyarakatnya, dll. Lokasi penelitian nya pun boleh di Indonesia atau negara lainnya.

Saya sebenernya ada beberapa rencana, diantaranya skrg lagi ada course Tutorial dgn dosen dibidang public innovation and smart city, beliau sudah menyarankan untuk pilih topik itu sebagai bahan thesis atau bisa topik lain perihal public professionals seperti civil servants atau public servants.

 

Moderator: Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 sesuai jurusan yang sekarang sedang kakak pelajari?

Edwin: S1 saya dari administrasi fiskal. Menurut saya untuk program studi S2 mengenai pajak, hukum dan ekonomi masih relevan.

Aan: Di Belanda, biasanya dasar-dasar ilmu yang dapat diterima di Public Administration adalah selain tentunya Public Administration, bisa juga dari ilmu politik, sosiologi, ekonomi, sosiologi. Seorang dosen bilang kalo mereka biasanya nerima mahasiswa dengan latar belakang ilmu-ilmu tersebut. Tapi di kelas saya latar belakangnya lebih luas lagi, ada yang background S1 nya di komunikasi dan filsafat juga.

 

Moderator: Bagaimana cara mendaftar ke program studinya? Apa saja requirements nya?

Aan: Utk di prgram saya, requirement yang paling penting adalah motivation letter, IELTS score 6.5, dan proposal penelitian. Setelah itu ada proses interview lewat skype. Cara mendaftar bisa dilakukan lewat online, lalu beberapa berkas (misalnya ijazah, transkrip, dll) juga ada yang harus dikirimkan lewat pos. Untuk info jelasnya bisa dilihat di link:
http://www.uu.nl/masters/en/research-public-administration-and-organisational-science

Edwin: Untuk mendaftar dapat menuju ke link berikut:
http://www.maastrichtuniversity.nl/web/Faculties/FL/master_International_and_European_Tax_Law.htm

Tidak ada persyaratan harus memiliki pengalaman kerja, namun untuk dapat diterima secara langsung harus memiliki gelar bachelor yang relevan atau sudah cukup mempelajari mata kuliah pajak di program bachelor sebelumnya. Apabila tidak cukup memiliki pengetahuan mengenai pajak, maka diwajibkan mengikuti entrance test.

 

Moderator: Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah kakak juga mendapatkan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa dan bagaimana cara apply-nya?

Edwin: Pilihan beasiswa dari pemerintah Belanda:
• NFP (Nuffic Fellowship Programmes) https://www.studyinholland.nl/scholarships/highlighted-scholarships/netherlands-fellowship-programmes
• StuNed (Studeren in Nederland) http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned
• OTS (Orange Tulip Scholarship) http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/orange-tulip-scholarship

Beasiswa dari pemerintah Indonesia:
• LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) http://www.lpdp.depkeu.go.id/

Other scholarships:

http://www.maastrichtuniversity.nl/web/ServiceCentres/SSC/AdministrationAndPracticalServices/SSC/Scholarships/OtherScholarships1.htm

Saya memperoleh beasiswa dari StuNed. Cara apply cukup memenuhi permintaan yang terdapat pada link di atas. Berbeda dengan LPDP, proses seleksi beasiswa StuNed cukup dengan mengirimkan aplikasi tanpa ada proses interview.

Aan: Tuition buat kita yang berpaspor non Uni Eropa sangat mahal buat kemampuan saya dan jumlahnya 7 kali lipat dari tuition fee nya mahasiswa sini, jadi saya cari beasiswa untuk kuliah disini. Saya mendapatkan beasiswa dari LPDP. Sepertinya sudah banyak yang tau ya soal beasiswa ini. Selain itu masih ada juga Stuned atau NFP. Bedanya Stuned/NFP itu ga ada proses tes wawancara seperti LPDP, kita hanya perlu isi formulir seputar kenapa kita harus belajar ke Belanda. Isian ini yang sangat menentukan.

 

Moderator: Apakah ada jurusan yang sama di universitas lain di Belanda? Bagaimana komparasinya?

Edwin: Menurut saya hal ini yang menjadi salah satu daya tarik studi di Belanda. Di negara ini tidak ada satu program pun yang benar-benar sama, khususnya di program International Tax Law. Program ini hanya terdapat di 3 universitas Belanda, Maastricht University, Leiden University, dan Tilburg University. Namun, di ketiga universitas tersebut memiliki specification tersendiri dalam program yang ditawarkan. Contohnya: Maastricht menekankan pada pengajaran International and European Tax Law pada sisi practice. Di Leiden, International Taxation in advanced research, dan Tilburg di business international taxation. Jadi dari ketiga universitas tersebut memiliki specification yang berbeda.

Jadi kembali lagi seperti yang saya sampaikan sebelumnya, dalam memilih program studi lihat detail ke mata kuliah apa saja yang ditawarkan jangan sebatas melihat dari ranking universitas dimana pada umumnya mahasiswa-mahasiswa asing di sini ga terlalu memandang ranking universitas tersebut.

Aan: Selain di UU masih banyak lagi program public administration di Belanda, hanya beda fokus, misalnya di Nijmegen yang fokus pada comparative public administration, atau di Erasmus University Rotterdam yang fokus pada International Public Management. Di kedua universitas tersebut programnya hanya setahun. Selain itu juga masih ada University of Twente dan Leiden University.

Khusus untuk program master research Public Administration ada lagi di Leiden, cuma ya disana universitas terbaik di Belanda untuk program ini, jadi persyaratannya lebih tinggi. Misalnya, score IELTS yang diminta pun lebih tinggi. Tapi saya yakin banyak teman-teman disini yang punya kualifikasi dan score IELTS yang lebih tinggi.
Info lebih lanjut misalnya bisa dilihat di:

http://www.eur.nl/english/master/programmes/international_public_management_and_policy/
http://www.ru.nl/english/education/masters/public-administration-comparative-politics/
http://en.mastersinleiden.nl/programmes/public-administration/en/introduction

 

Moderator: Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi kakak dan apa rencana kakak setelah lulus?

Edwin: Menurut saya seluruh bidang karir yang sehubungan dengan pajak sangat relevan pada program studi ini. Yang berminat berkerja di pemerintahan dapat bergabung dengan tax administration, untuk yang ingin berkarir di sektor swasta sebagai tax consultant/tax lawyer juga sangat memungkinkan, yang ingin menjadi akademisi ataupun peneliti juga sangat memungkinkan. Demand big 4 (EY, Deloitte, PwC, KPMG) dari lulusan master program ini sangat tinggi lebih dari 50% mahasiswa yang studi sudah memiliki kontrak kerja sebelum lulus.

Aan: Di program saya skrg ini mahasiswa ditantang untk lanjut ke Ph.d. Kalau mau, setelah ini bisa lanjut ke Ph.d, atau bekerja di konsultan penelitian di Belanda bagi yang paham soal pemerintahan di Belanda tentunya, atau kembali di Indonesia untuk menjadi PNS, dosen, atau di NGO. Tapi buat saya sih, selama ilmunya kita dapat, kerjaan akan datang dari berbagai arah.

 

Moderator: Kira-kira bagaimana ilmu yang sudah didapat bisa bermanfaat di/ untuk Indonesia?

Aan: Pasti, Indonesia menempatkan reformasi birokrasi sebagai prioritas di pemerintahannya. Sumbangan pemikiran soal ini akan banyak didapat dari kuliah seputar public administration di Belanda.

Edwin: Ilmu pengetahuan mengenai pajak sangan bermanfaat bagi Indonesia. Seperti yang diketahui, pajak adalah komponen penerimaan terbesar pada APBN dan isu pajak sedang sangat hangat sekali diperbincangan di Indonesia. Khususnya, isu mengenai single market ASEAN pastinya pajak menjadi topik yang signifikan untuk dipertimbangkan.

One comment

  1. Assalamu’alaikum. Wr. Wb.
    Saya Maya fresh graduate dari Unpad. Insya Allah. saya ingin melanjutkan studi ke Belanda dengan jalur by research dengan Program Studi Administrasi Publik. Namun, saya terkendala informasi. Apakah kakak-kakak disini dapat membantu saya? Terima kasih sebelumnya.
    Best Regards, Maya

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: