Kuliah di TU Eindhoven: Kuartil Pertama

Ditulis oleh: Aries Thio Gunawan Sudah cukup lama saya tidak meng-update blog saya ini. Dan tidak terasa sudah hampir 4 bulan saya tinggal di negara kincir angin, The Netherland. Masih segar memori di otak ini saat pertama kali mendarat di kota Amsterdam pada tanggal 6 Agustus 2015 pagi harinya. Sendirian terbang dari Jakarta menempuh perjalanan sejauh 11.354 km selama 18.9… Read More

Look at the Bright Side, Positively

Ditulis oleh: Caecilia Pradnya Pradipta 24 Agustus 2015, adalah awal saya pergi ke Belanda, tepatnya Groningen, untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi, yaitu master di jurusan Social Psychology and Its Applications di Rijksuniversiteit Groningen. Meskipun sudah punya pengalaman pergi jauh dari orang tua di Semarang untuk kuliah di Universitas Indonesia, Depok, selama 4 tahun, saya tetap merasa takut ketika akan pergi… Read More

Kehidupan Baru di Belanda: Seru dan Menantang!

Ditulis oleh: Tulus Imaro Ibu Menteri Retno Marsudi, Ibu Siti Nurbaya, dan Bapak Kwik Kian Gie memiliki sebuah kesamaan dalam kehidupan mereka.  Kesamaan itu juga dimiliki oleh Bapak Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pada tempo beberapa dekade lalu. Apakah kesamaan tersebut? Mereka semua menempuh pendidikan di Belanda. Akhirnya saya memutuskan untuk mengisi kehidupan baru saya di Belanda. Meninggalkan sejenak keramaian… Read More

Tips dan Trik Menjalani Perkuliahan Program Double Degree di Belanda

Ditulis oleh: Febrianti Nurul Hidayah Program double degree merupakan program yang cukup langka dibandingkan dengan program one-degree di kalangan teman-teman mahasiswa bachelor. Program ini merupakan program kerjasama antara dua universitas (Indonesia-Belanda) dan lamanya selama satu tahun, yang berbeda dari exchange program yang hanya setengah tahun. Karena kerjasama itulah, maka double degree ini hanya diperuntukkan bagi universitas-universitas yang sudah mengadakan MoU,… Read More

How to Survive in The Netherlands: The Do’s and Don’ts

Ditulis oleh: Dea Putri Utami Saya tidak akan pernah lupa masa-masa itu. Masa-masa ketika saya sudah berhenti bekerja dari industri pangan, mencoba berbagai aplikasi beasiswa ke luar negeri, kemudian gagal berkali-kali. Waktu itu, ketika orang-orang sebel ditanya “Kapan nikah?”, sesungguhnya saya lebih sensitif saat ditanya “Katanya mau S2, kapan?”. Mungkin tidak ada maksud ofensif, mungkin penanya cuma ingin tahu kabar… Read More

Laporan LI Online: BREXIT, Peluang atau Petaka?

Hasil referendum di UK 23 Juni 2016 lalu menyatakan bahwa UK keluar dari keanggotaan Uni Eropa, Apa dampak hasil referendum tersebut bagi UK? Siapa yang diuntungkan dan siapa yang dirugikan? Lantas, apa dampaknya bagi Uni Eropa secara keseluruhan? Apakah Brexit ini cenderung membuat negara lain juga ingin keluar dari UE? Adakah dampak secara langsung maupun tidak langsung bagi Indonesia? PPI… Read More

[PPI Belanda Ambassador]- Oprec Volunteer

PPI Belanda Ambassador adalah kegiatan berbagi inspirasi untuk melanjutkan studi di Belanda dari Para pelajar Indonesia di Belanda. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada waktu libur summer (juli-Agustus). Mari bergabung menjadi volunteer PPI Belanda Ambassador! Dengan menjadi volunteer Ambassador PPI Belanda, teman-teman akan mendapatkan kesempatan untuk bercerita dan berbagi pengalaman kepada teman-teman mahasiswa S1 dan adik-adik SMA di universitas dan sekolah-sekolah… Read More

Laskar (emak-emak) van Holland

Oleh -Reni uNisA- “Ibu, tanganmu yang mengepal adalah kepak sayap burung-burung. Yang membawa benih dan menebarkannya di belantara matahari” Kalimat di atas adalah kalimat pembuka buku “La Tahzan for working mothers” (2008), yang merupakan kumpulan tulisan dari ibu-ibu muda yang memilih untuk berkarya di luar rumah. Working mom, istilah kekinian masa itu. Saya turut menulis di sana. Menceritakan salah 1 episode… Read More

Mengapa Belanda?: Sekelumit Cerita Tentang Sebuah Pilihan Studi Doktoral di Belanda

Oleh: Budi Arifvianto Judul ini terinspirasi oleh sebuah tulisan yang menceritakan alasan kawan saya memilih Amerika Serikat sebagai tempat tujuan studinya. Bagi saya, tulisan kawan saya tadi menarik. Ia mampu menggugah hati saya untuk bertanya kembali, mengapa saya memilih Belanda sebagai tempat tujuan studi saya saat ini? Tentu, jika dihadapkan pada pertanyaan seperti ini, setiap individu akan memiliki jawaban sendiri-sendiri.… Read More

Berdialog tentang “Kaum Terdidik” dengan Tan Malaka di Leiden

Ditulis oleh: Ali Salmande Malam itu, Bibliotheken Universiteit Leiden terlihat lebih lowong dari biasanya. Maklum, sudah lewat musim ujian. Di salah satu sudut perpustakaan Universitas Leiden itu, saya bertemu dengan sesosok kakek. Ia terlihat sudah sangat tua. “Pakaiannya” terlihat lusuh. Dia bisa berbahasa Indonesia, walau dengan bahasa Indonesia Jaman dulu. Sepertinya dia masih menggunakan ejaan yang belum disempurnakan. Dia adalah… Read More