Pada hari Sabtu, 3 Maret 2018, Nuffic Neso bekerjasama dengan PPI Belanda kembali menyelenggarakan kegiatan StuNed Day 2018. Bertempat di Aula KBRI Den Haag, kegiatan tahunan tersebut diselenggarakan selama kurang lebih enam jam mulai pukul 9:30 pagi hingga 3 sore CET. Kegiatan ini tidak hanya diperuntukkan bagi penerima beasiswa StuNed saja, namun juga terbuka untuk seluruh pelajar Indonesia yang tengah menempuh studi di Belanda. Secara garis besar, program acara StuNed Day 2018 terdiri dari StuNed talks, networking session, sharing sessions, dan performance session dari beberapa awardee StuNed.

Setelah semua peserta selesai melakukan registrasi, acara dibuka dengan sambutan dari pembawa acara, yaitu Runggu dan Davin dan langsung dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Mr. Peter van Tuni (Direktur Nuffic Neso Indonesia), Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda), dan Mr. Peter Potman (Direktur Kementerian Luar Negeri Belanda untuk Asia dan Oceania), dan yang terakhir oleh Atase Pendidikan KBRI, yaitu Bapak Bambang Hari Wibisono. Dalam kata sambutannya, Mr. Peter van Tuni dan Mr. Peter Potman sama-sama menyampaikan harapannya agar hubungan kerjasama Indonesia dan Belanda di bidang pendidikan tinggi dapat terjalin dengan lebih erat ke depannya. Sementara itu,  Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja dan Bapak Bambang Hari Wibisono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak Nuffic Neso yang telah memberikan kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan tinggi di Belanda. Sekitar pukul 10:30, acara diteruskan dengan penyerahan kenang-kenangan dari KBRI kepada pihak Nuffic Neso dan juga dari Nuffic Neso kepada KBRI. Selain itu, dilakukan juga sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Sesi pembukaan acara oleh pembawa acara
Menyanyikan lagu Indonesia Raya
Sambutan dari Mr. Peter van Tuni (Direktur Nuffic Neso Indonesia)
Sambutan dari Bapak I. Gusti Agung Wesaka Puja (Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda)
Sambutan dari Mr. Peter Potman (Direktur Kementerian Luar Negeri Belanda untuk Asia dan Oceania)
Sambutan dari Bapak Bambang Hari Wibisono (Atase Pendidikan KBRI)
Pemberian kenang-kenangan dari KBRI untuk Nuffic Neso
Pemberian kenang-kenangan dari Nuffic Neso uituk KBRI
Foto bersama seluruh awardee StuNed

Pada pukul 10:35, dilaksanakan sesi diskusi atau StuNed talks dengan tema “Buka pintu bagi perguruan tinggi asing, perlukah?”. Diskusi ini dipantik oleh Megawanti (kandidat Ph.D. Wageningen University) dan Irwandi Yusri Maek (kandidat Ph.D. Radboud University Nijmegen) dan dimoderatori oleh Bunga Siagian (awardee StuNed/ kandidat MSc in International Law, Tilburg University). Dalam diskusi tersebut, kedua pembicara terlebih dahulu memaparkan materi terkait dengan pro dan kontra kebijakan pemerintah Indonesia yang konon kabarnya akan membuka diri terhadap perguruan tinggi asing ternama. Pembahasan diskusi terutama difokuskan pada kesiapan Indonesia untuk menerima dampak dari hadirnya perguruan tinggi asing tersebut, seperti kompetisi dengan perguruan tinggi lokal, biaya pendidikan yang mahal, dan tuntutan standar pendidikan yang kemungkinan lebih berat. Diskusi berjalan seru dan interaktif dengen peran aktif dari para peserta yang hadir. Setelah diskusi selesai, dilakukan sesi pembagian kenang-kenangan kepada kedua pembicara dan moderator yang memandu jalannya diskusi.

Sesi StuNed Talks
Sesi StuNed Talks (2)
Sesi StuNed talks berjalan interaktif
Sesi StuNed talks berjalan interaktif (2)
Penyerahan kenang-kenangan kepada pembicara dan moderator StuNed talks

Setelah sesi diskusi, acara dilanjutkan dengan sesi performance. Performance pertama yaitu tari Kondangan yang dibawakan bleh mahasiswa dari Leiden University. Kemudian ada pula pertunjukan choir yang dibawakan oleh beberapa awardee StuNed dari Wageningen University. Kemudian, ada pula video show yang merupakan kompilasi testimoni awardee StuNed yang tengah menempuh studinya di seluruh universitas di Belanda.

Pertunjukan Tari Kondangan
Pertunjukan choir dari beberapa awardee StuNed

Setelah dijeda dengan istirahat sholat dan makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan StuNed sharing and presentation session, yang dibawakan oleh Ibu Indy Hardono (koordinator beasiswa Nuffic Neso Indonesia). Sesi ini merupakan sesi berbagi pengalaman sesama awardee di universitasnya masing-masing, baik dalam hal akademis maupun non-akademis. Berbeda dengan sesi-sesi sebelumnya, sesi ini  husus diperuntukkan untuk awardee StuNed. Setelah sesi ini selesai, StuNed day 2018 pun ditutup dengan sesi wrap-up dan closing-ceremony oleh Nuffic Neso.

Sesi sharing session bersama Ibu Indy (koordinator Nuffic Neso Indonesia)
Sesi sharing session berlangsung interaktif
Networking session
StuNed Day 2018 Closing ceremony

 

Narasi: Rivandi Pranandita Putra

Foto: Agung Heru Yatmo, Nofalia Nurfitriani, Rivandi Pranandita Putra

One thought to “StuNed Day 2018!”

  • Gastronomistas

    THANK FOR THE PASSES I CANT WAIT TO SEE IT

    Reply

Leave a comment

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: