Sparkling Teampeh Berhasil Menjadi Juara Kompetisi Ecotrophelia Netherlands 2015

Ilmuwan Indonesia punya segudang ide cemerlang. Namun, sangat jarang kita temui hasil karya inovatif yang tembus ke pasaran. Inilah yang menjadi ide produk dari tim Sparkling Teampeh, Wageningen University. Grup beranggotakan mahasiswa Food Technology dan Food Safety dari Indonesia dan Jerman ini pun berangkat dari ide sederhana yang sudah sekian dekade diteliti pakar pangan dan nutrisi di Indonesia. Dengan mengembangkan sebuah minuman berbahan dasar tempe, Avis Dwi Wahyu Nugroho, Stefani Amanda Harmani, Aysha Mareta Karlina, Herditya Oktania Harsono, Arienta Rahmania Putri Sudibya dan Marie-Luise Puhlmann telah menjuarai kompetisi Ecotrophelia Netherlands 2015 dan akan mengikuti final Eropa di Milan sebagai perwakilan Belanda.

Termotivasi dari tingginya kebutuhan alternatif susu sapi di dunia serta kesadaran akan lingkungan, mereka mengembangkan produk yang dapat memenuhi kedua faktor tersebut.. Seperti yang kita ketahui, industri susu dunia terus berusaha menyebarkan cabang di Asia, meskipun demikian konsumsi susu sapi sangat dibatasi dengan tingginya prevalensi lactose intolerance yang mencapai 90% di beberapa negara Asia. Peternakan sapi pun saat ini sangat terkait dengan isu lingkungan karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang tinggi. Alternatif susu dari bahan baku tanaman semakin menjadi tren, salah satunya susu kedelai. Sayangnya, konsumsi susu kedelai dalam jumlah tinggi pun berisiko karena kandungan antinutritional factor dan senyawa-senyawa lain yang menyebabkan gangguan pencernaan. Berbekal dari faktor-faktor tersebut terbentuklah ide untuk membuat minuman yang memiliki kandungan nutrisi lebih baik serta lebih ramah lingkungan.

Minuman tempe mungkin merupakan hal yang kurang istimewa bagi kebanyakan warga Indonesia. Sebagian orang bahkan mungkin beranggapan bahwa membuat minuman dari tempe merupakan hal yang tidak wajar. Namun anggapan-anggapan tersebut tidak membuat Sparkling Teampeh mundur. Berbagai pengembangan terus dilakukan untuk menghasilkan minuman tempe yang bernutrisi tinggi serta memiliki rasa yang enak. Inovasi dan modifikasi dilakukan dengan berbekal studi literatur tentang riset susu tempe yang sebenarnya sudah ada sejak tahun 1980an. Kerja keras dan semangat membuahkan hasil yang mengejutkan bagi Sparkling Teampeh. Temphtation, minuman tempe kreasi Sparkling Teampeh mendapat sambutan positif dari beberapa warga Eropa dan telah membawa tim Indonesia-Jerman ini melangkah menuju kontes Ecotrophelia se-Eropa.

Nama Temphtation dipilih dengan harapan bahwa konsumen akan tergiur dengan beragam benefit yang ditawarkan dalam setiap tegukannya. Temphtation mengandung kadar isoflavon yang lebih tinggi, dan lebih mudah dicerna karena minimnya antinutritional factor. Konsumsi satu gelas minuman ini sudah mencukupi kebutuhan isoflavon dalam sehari. Bukan hanya itu, proses pembuatan Temphtation lebih ramah lingkungan karena semua komponen kacang kedelai digunakan tanpa menghasilkan ampas dan penggunaan air pun 5X lebih rendah daripada produksi susu kedelai. Selain meminimalisasi produksi limbah dan air limbah, produk mereka pun menggunakan lebih sedikit energi dan menghasilkan jejak karbon yang lebih kecil dibandingkan produksi susu sapi. Bagaimana dengan rasa minuman tempe ini? Menurut para juri Belanda, minuman ini memiliki rasa yang lebih alami, ringan, dan menyegarkan.

Jika Anda penasaran, mari dukung terus karya teman-teman muda ini. Sparkling Teampeh akan bertemu dengan 16 perwakilan negara lain di bulan Oktober nanti. Bekerja sama dengan beberapa perusahaan terkait, ke depannya produk ini mudah-mudahan akan semakin mempopulerkan tempe sebagai warisan budaya Indonesia.

Sparkling Teampeh Team

Sparkling Teampeh Team

sumber : http://www.ppi-wageningen.org/sparkling-teampeh-berhasil-menjadi-juara-kompetisi-ecotrophelia-netherlands-2015/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: