Seminar Ilmiah PPI Wageningen: Pertanian Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan Indonesia 2035

Pada hari Kamis, 2 November 2017, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Wageningen menyelenggarakan salah satu agenda tahunannya, yaitu Indonesian Scientific Seminar 2017 dengan mengusung tema “Food Security of Indonesia in 2035, Towards Sustainable Agriculture”. Acara yang berlangsung di Orion Building, Wageningen University & Research, Belanda ini didukung oleh beberapa pihak, diantaranya Wageningen University & Research, University Fund Wageningen, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, serta Radio PPI Dunia. Sekitar 100 peserta turut berpartisipasi dalam acara ini, terdiri dari para ahli di bidang pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), peneliti, akademisi, serta mahasiswa yang berasal dari Belanda dan Indonesia.

Adapun diangkatnya topik ini dilatarbelakangi oleh kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan tanpa merusak lingkungan hidup. Laju urbanisasi yang cepat diperdiksi akan menjadi tantangan utama untuk berbagai kota di negara berkembang. Sekitar 66,6% populasi Indonesia diprediksi akan tinggal di wilayah perkotaan di tahun 2035 dan mayoritas dari mereka berada di usia produktif. Beberapa tantangan terkait pangan di perkotaan kemudian memunculkan beberapa ide solutif; salah satunya adalah dengan mempromosikan pertanian perkotaan (urban farming) yang ramah lingkungan secara berkelanjutan, yang kemudian dikupas secara detail dalam seminar ini.

Dimulai sejak pukul 08:30 pagi waktu setempat, acara ini dibuka dengan penampilan Tari Payung Minangkabau oleh tim Sentari Wageningen. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan pidato singkat secara berturut-turut dari dari ketua pelaksana acara (Zulfikar Dinar, mahasiswa MSc Urban Environmental Management, Wageningen University & Research), dr. ing. Jan Vergahen (perwakilan dari Wageningen University & Research), serta Bapak H.A. Ibnu Wiwoho Wahyutomo (perwakilan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda).

Dalam seminar ini, dihadirkan empat pembicara yang telah bersedia membagikan ilmu dan pengalamannya, yaitu Dr. Wahida Maghraby (Atase Pertanian Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Belgia), Ir. Diah Mediantie, MM. (Kepala Bidang Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta), Prof. Dr. Ir. Han Wiskerke (Peneliti di Wageningen University & Research), serta Dikky Indrawan, MSc. (Kandidat PhD, Wageningen University & Research). Keempat pembicara tersebut merupakan ahli di bidang pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Acara ini dimoderatori oleh Deanty Mulia Ramadhani (mahasiswa MSc Environmental Sciences, Wageningen University & Research) yang berperan memandu jalannya acara.

Jalannya Kegiatan

Bersama Narasumber

Terdapat dua sesi materi dalam seminar ini, dimana sesi pertama diisi dengan pembicara pertama dan kedua dan sesi kedua diisi dengan pembicara ketiga dan keempat. Sesi pertama dimulai dengan materi dari Dr. Wahida Maghraby yang mengangkat tema mengenai konsep saat ini dan masa depan untuk perkembangan pertanian di Indonesia, serta kontribusinya terhadap ketahanan pangan Indonesia dan target Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam presentasinya, beliau mengatakan bahwa sektor pertanian Indonesia masih perlu terus dikembangkan. Menurutnya, terdapat empat poin utama untuk mengusahakan hal tersebut, yaitu memahami konsep terkini mengenai pertanian, pentingnya kolaborasi untuk pengembangan pertanian di daerah pedesaan, besarnya peran pertanian dalam SDGs, serta pentingnya diplomasi dalam bidang pertanian. Setelah materi pertama selesai diberikan, acara disambung ke materi kedua mengenai desain dan implementasi pertanian perkotaan di kota metropolitan untuk mencapai ketahanan pangan bagi masyakat perkotaan. Materi kedua ini dibawakan oleh Ir. Diah Meidiantie, MM. yang memberikan presentasinya melalui teleconference. Setelah kedua pembicara selesai memaparkan materinya, kemudian dilakukan sesi tanya-jawab dengan peserta. Sesi pertama diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua pembicara oleh M. Gumilang Pramuwidyatama selaku ketua PPI Wageningen.

Setelah dijeda dengan istirahat sholat dan makan siang selama kurang lebih satu jam, kegiatan seminar kembali dilanjutkan ke sesi kedua. Presentasi ketiga diberikan oleh Prof. Dr. Ir. Han Wiskerke selaku peneliti di Wageningen University & Research yang membahas mengenai konsep dan implementasi sistem makanan alternatif sebagai usaha untuk mencapai ketahanan pangan masyarakat perkotaan. Dalam presentasinya, beliau menyebutkan beberapa sumber pangan alternatif yang dapat digunakan sebagai makanan sehari-hari, di samping beras dan ubi yang masih merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia saat ini. Sementara itu, presentasi terakhir dibawakan oleh Dikky Indrawan, MSc yang memaparkan tentang interaksi pertanian perkotaan terhadap penyakit menular (the interaction of urban agriculture and infectious disease). Senada dengan sesi pertama, di akhir sesi kedua terdapat diskusi terbuka yang dilaksanakan setelah pemaparan materi oleh masing-masing pembicara dan melibatkan partisipasi aktif dari para peserta. Setelah itu, dilakukan penyerahan kenang-kenangan kepada kedua pembicara oleh Ketua Pelaksana, Zulfikar Dinar.

Paparan oleh Narasumber

Foto Bersama

Selain kegiatan seminar, acara ini juga diisi dengan sesi mini conference, yang merupakan ajang bagi para akademisi untuk menyampaikan karya ilmiahnya mengenai pertanian perkotaan (urban farming). Dari sembilan belas karya ilmiah dari akademisi Indonesia yang diterima oleh panitia, terdapat lima tim penyaji terpilih yang akan menyampaikan makalah pada sesi mini conference. Adapun kelima tim penyaji tersebut berasal dari universitas yang berbeda, yaitu Universitas Sriwijaya (Unsri), Universitas Jambi (Unja), Sekolah Tinggi Ekonomi SBI, Universitas Padjajaran (Unpad), serta Su-Re.co. Meskipun kegiatan seminar dan mini-conference ini selesai pada pukul 17:30 sore, namun setelah itu panitia masih menyediakan sesi makan malam bersama yang diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjalin relasi antar peserta.

Narasi: Rivandi Pranandita Putra

Foto: Tim dokumentasi PPI Wageningen

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: