Tongkat estafet kepemimpinan di tubuh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda kembali bergulir. Presidium dari 13 PPI Kota memilih secara aklamasi saudara Reonaldus sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPI Belanda periode 2011/2012 mengantikan sekjen sebelumnya, Reynaldo Rante Allo. Reonaldus terpilih setelah kandidat lainnya dari PPI Eindhoven, Al Kautsar Sugiharto, mengundurkan diri dalam pemilihan yang berlangsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag, Sabtu (15/10).

Dalam kampanyenya, Reonaldus, mengusung visi menjadikan PPI Belanda sebagai Rumah untuk bermain, belajar dan berkembang bagi pelajar Indonesia yang ada di Belanda. “Visi ini merupakan hasil dialog saya dengan teman-teman selama mengikuti kegiatan PPI Belanda satu tahun terakhir. Intinya adalah bagaimana menyatukan elemen-elemen angota PPI Belanda, mulai dari pelajar Bachelor, Master dan Phd, yang memiliki selera dan potensi yang berbeda-beda,” ucapnya.
Rumah untuk bermain diwujudkan dengan kegiatan Arisan Bersama (Ariba) dan Temu Eropa yang merupakan program yang digagas oleh pengurus sebelumnya. Dua kegiatan ini menekankan sisi kesenian, budaya, olahraga dan silahturahmi antar PPI Kota. Kemudian, Rumah untuk belajar, diwujudkan dengan kegiatan seminar, diskusi dan juga Bank Thesis. Bentuk program terakhir berupa perpustakaan digital yang berisikan thesis dan disertasi mahasiswa Indonesia yang ada di Belanda. Tujuannya adalah agar karya mahasiswa Indonesia itu juga bisa diakses oleh masyarakat Indonesia. “Bank thesis ini nanti kita letakkan di website PPI Belanda sehingga bisa diakses oleh siapa saja, terutama masyarakat Indonesia,” katanya.
Visi rumah untuk berkembang pada dasarnya untuk menyiapkan pelajar Indonesia di Indonesia sebagai pemimpin masa depan. “Kita, generasi yang lahir pada pertengahan tahun 70-an, 80 dan 90-an, adalah generasi yang nantinya memiliki peranan yang sangat penting dalam menentukan ke mana bangsa kita bergerak pada tahun 2020, 25 dan 30. Karena itu, PPI Belanda memiliki tanggung jawab moral untuk menyiapkannya,” katanya. Bentuk kegiatan visi ini berupa seminar tentang Indonesia 2030. Isinya ide, gagasan ataupun hasil penelitian yang kira-kira dapat digunakan untuk menjawab tantangan pada masa-masa itu.
Sementara itu, dalam Laporan Pertanggungjawabannya (LPJ), Reynalo Rante Allo, menjelaskan bahwa dalam kepengurusannya ia mencoba merangkul PPI Kota dengan program-programnya. “Dengan Ariba, teman-teman antar PPI Kota bisa saling mengenal satu sama lain. Setelah terjalin komunikasi itu, baru kita bisa bicara kita mau berbuat apa,” ucapnya. Program besar lain di kepengurusannya adalah Temu Eropa yang berhasil mengumpulkan PPI negara-negara di Eropa dalam sebuah kegiatan olahraga, kesenian, budaya dan film.  Kegiatan ini digelar di Eindhoven selama 2 hari pada bulan Mei tahun 2011.
Kepada kepengurusan baru Reynaldo berpesan agar komunikasi antara Sekjen dan Badan Pengurus Harian (BPH) dengan Presidium Kota harus ditingkatkan. Sebelumnya, saat menyampaikan sambutannya, Atase Pendidikan KBRI Den Haag, Ramon Mohandas berpesan agar kepengurusan yang baru meningkatkan kegiatan di bidang akademik.
Selamat bekerja kepada Reonaldus dan pengurus PPI Belanda yang baru!!

* Foto – foto Rapat ini dapat dilihat di sini.

Related posts