PPI Belanda turut berpartisipasi dalam Simposium Internasional PPI Dunia 2014 di Tokyo, Jepang.


fotoppiduniaokOISAA (Overseas Indonesian Students Association Alliance) atau yang biasa dikenal sebagai PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Dunia telah mengadakan SI  (Simposium Internasional) pada tanggal 20-22 September 2014 lalu dengan tema “Menggagas Kontribusi Generasi Muda Indonesia untuk Dunia”.  Sebagai fungsi untuk membahas keorganisasian dan evaluasi kegiatan PPI Dunia, serta berbagai gagasan dan perumusan solusi terbaik dari bermacam persoalan aktual yang tengah terjadi, SI PPI Dunia tahun 2014 ini dihadiri oleh delegasi PPI dari 20 negara  yang Bertempat di Tokyo pada kampus Tokyo Institute of Technology.  PPI Jepang menjadi tuan rumah pada acara SI tahun ini setelah berturut-turut dilaksanakan di New Delhi-India, dan Bangkok-Thailand.

Memenuhi undangan SI PPI Dunia 2014, delegasi dari PPI Belanda hadir menuju Tokyo untuk berpartisipasi dengan dukungan dan bantuan dari KBRI Den Haag.  Peserta-peserta lainnya datang tersebar dan berasal dari tiga kawasan.  Untuk kawasan Eropa dan Amerika , hadir delegasi dari Belanda, Belgia, Estonia, Portugal, dan Prancis.  Dari kawasan Asia dan Oseania, hadir dari negara Australia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Hongkong, Taiwan, Tiongkok, dan Jepang.  Dari kawasan Timur Tengah dan Afrika, hadir delegasi negara Arab Saudi, Yordania, Mesir, dan Tunisia.

SI PPI Dunia selama 3 hari ini membahas isu-isu aktual dalam pendidikan Indonesia di seluruh dunia, seperti contohnya adalah laporan audiensi resmi dengan Dikti perihal konversi nilai yang dilaksanakan oleh Tim Ad-Hoc konversi nilai yang terdiri dari PPI Belanda, PPI Tunisia, dan PPI  Malaysia.  Progress sampai saat ini adalah tanggapan Dikti yang akan menerima wacana-wacana serta skema konversi berdasarkan dokumen resmi negara setempat.   Setelah SI ini berlangsung, PPI Dunia akan melanjutkan perjuangan tim ad-hoc konversi nilai ini agar standar konversi nilai di seluruh negara bagi seluruh mahasiswa Indonesia dapat terus diakui.

Hasil SI yang lainnya adalah pernyataan sikap bersama PPI Dunia bersama dengan PKDLN (Perhimpunan Karyasiswa Dikti Luar Negeri) yang dapat dilihat pada link http://news.detik.com/read/2014/09/25/140009/2701040/1513/ppi-dunia-desak-dikti-perbaiki-manajemen-beasiswa-luar-negeri .  Dalam pernyataan ini berdasarkan fakta dan datang yang dihimpun memang telah terjadi permasalahan dalam pengelolaan beasiswa Dikti yang telah berdampak cukup serius terhadap keberlangsungan studi para mahasiswa Indonesia di luar negeri. Oleh karena itu, PPI Dunia meminta dan mendesak Dikti dapat melakukan evaluasi dan perbaikan manajemen terhadap berbagai permasalahan tersebut, agar dikelola menjadi lebih profesional dengan mengutamakan pelayanan masyarakat.

Selain itu, SI PPI Dunia 2014 menetapkan di negara mana akan diselenggarakan SI berikutnya, dan telah ditetapkan bahwa Singapura akan menjadi SI PPI Dunia 2015.  Telah ditetapkan pula koordinator PPI Dunia periode 2014-2014 dari PPI Australia, yaitu saudara Ahmad Almaududy Amry yang menggantikan Pan Mohamad Faiz, Koordinator PPI Dunia 2013-2014, juga dari PPI Australia.  Selain itu, ditetapkan pula koordinator untuk setiap PPI kawasan.  Untuk kawasan Eropa- Amerika dikoordinatori oleh PPI Belanda, kawasan Asia Oseania dikoordinatori PPI Malaysia, dan kawasan Timur Tengah dan Afrika dikoordinatori oleh PPI Yordania.

SI PPI Dunia tahun 2014 ini juga menggambarkan antusias  generasi muda Indonesia di seluruh dunia untuk berorganisasi dalam tingkat dunia, mengingat keteraturan SI yang dilaksakan pada tahun 2009, 2010, 2012 (2x), dan 2013 sejak PPI Dunia dideklarasikan pada bulan Oktober tahun 2007 dalam acara Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di Sydney, Australia, yang dihadiri oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, dengan melibatkan Ketua dan perwakilan pengurus PPI dari tujuh negara, yaitu Australia, Belanda, India, Jepang, Malaysia, Mesir, dan Singapura.

foto ppidunia

Translate »
%d bloggers like this: