Monitoring dan Evaluasi LPDP di Belanda

Monev LPDP

(Denhaag 12/10) Direktur Utama LDPD Bpk. Eko Prasetyo bersama Sekjen Kementrian Keuangan Bpk. Kiagus Ahmad Badarudin mengadakan kunjungan ke Belanda dalam minggu ini dengan salah satu tujuannya adalah melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan program Beasiswa LPDP yang sudah berlangsung selama hampir 2 tahun dari bagi pelajar Indonesia di Belanda.


Kegiatan diadakan di aula utama KBRI yang dipenuhi sesak oleh pelajar penerima beasiswa LDPD yang hadir berkisar lebih dari 100 orang, Pembukaan sekaligus penyambutan diwakili oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda yaitu Ibu Retno Marsudi. Beliau berulang kali menyampaikan bahwa kita patut berbangga menjadi warga Indonesia karena pemerintah Indonesia telah mampu -membiayai anak bangsanya sendiri untuk menempuh pendidikan tinggi Strata-2 dan Strata-3 hingga beribu mahasiswa sehingga kita tidak perlu lagi mengemis kepada lembaga lain untuk membiayai sekolah tinggi anak – anak Indonesia yang kelak menjadi calon pemimpin bangsa.

Pada sesi berikutnya, Bpk. Kiagus Ahmad Badarudin selaku anggota Dewan Pengawas LPDP menerangkan bahwa target LDPD untuk terus tumbuh hingga mampu membiayai 10000 mahasiswa per tahun dan juga memberikan suntikan semangat kepada penerima beasiswa yang hadir untuk terus mengharumkan nama Indonesia. Salah satu kutipan kalimat beliau yang menarik “Kami (LPDP) hadir disini untuk memastikan bahwa Anda tetap gigih belajar dari pagi hingga malam tanpa kekhawatiran perut keroncongan!”.

Bapak Eko Prasetyo selaku Direktur LDPD melengkapi sesi pemaparan hari ini dengan kabar gembira terkait perkembangan LDPD yang menggapai ranah kedokteran spesialis hingga persiapan talent management untuk para alumnus LPDP yang telah menunaikan studinya. Setelah sesi tanya jawab berakhir, Bpk Bambang Hari Wibisono selaku Atdikbud KBRI Belanda menutup kegiatan monev ini dengan sebuah harapan sederhana untuk para penerima Beasiswa LPDP agar tetap inklusif dan dapar berbaur dengan seluruh pelajar Indonesia di Belanda tanpa memandang status LPDP ataupun bukan LPDP

Translate »
%d bloggers like this: