Ngopi Cantik, Gawean Baru PPI Groningen

 

 

IMG_20151028_184900  IMG_20151028_190358IMG_2314IMG_2310Ngopi cantik 4Ngopi Cantik 1Ngopi cantik 5

Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen (PPI Groningen) menyelenggarakan acara perdana “Ngopi Cantik” atau Ngobrol Pintar Canda Apik dengan narasumber dua pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Acara yang diigelar Selasa (28/10), di Groningen, Belanda ini, menghadirkan Kepala Pusat Pembinaan Pendidikan Perencanaan Bappenas Dr. Ir. Yahya R. Hidayat, M.Sc  dan Inspektur Utama Bappenas Ir. Slamet Sudarsono MPP, serta dimoderatori oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Pelajar Indonesia di Belanda (PPI Belanda) Ali Abdillah.

Ketua PPI Groningen Rosewitha Irawaty mengatakan bahwa sebagai komunitas dengan jumlah mahasiswa terbesar di Belanda (atau bahkan Eropa), sudah seharusnya PPI Groningen turut memberi masukan yang positif kepada Indonesia dan pemerintah. “Kali ini kita membahas administrasi pemerintahan serta bagaimana reformasi birokrasi berjalan di pemerintahan,” ujarnya ketika membuka acara Ngopi Cantik.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Belanda Bambang Hari Wibosono mengucapkan terima kasih atas inisiatif PPI Groningen dengan menyelenggarakan acara perdana Ngopi Cantik ini. Ia mengatakan tema “Reformasi Birokrasi dan Pemuda” yang diangkat kali ini sangat tepat dengan momen hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, yang juga diperingati hari ini.

“Kita harus bisa mencari nilai-nilai (Sumpah Pemuda,-red) itu untuk diimplementasikan. Kita dukung bangsa ini untuk maju lebih cepat. Negara kita tak perlu dibebani dengan hal-hal yang tidak perlu,” ujarnya.

Slamet membuka diskusi dengan menuturkan bahwa sejarah Belanda cukup dekat dengan Indonesia karena bannyak pemimpin Indonesia yang sejak dahulu belajar di Belanda. “Kami berharap masukan-masukan teman-teman di Belanda untuk kemajuan Indonesia,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, saat ini sudah dibuka “beauty contest” yang memungkinkan para profesional untuk bergabung mengisi posisi-posisi yang cukup strategis sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Kementerian atau lembaga negara lainnya.

Yahya menambahkan “beauty contest” dilakukan secara bertahap dan sangat selektif. Ia mengatakan para profesional (dari swasta) bisa mengisi jabatan-jabatan di tingkat Madya, Utama, atau pun jabatan fungsional sesuai dengan keahliannya.

Meningkatkan Performa PNS

Selain itu, Yahya juga menjelaskan Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) yang baru disahkan tahun lalu. Tujuan dari UU ini adalah untuk meningkatkan performa Pegawai Negeri Sipil agar dapat melayani masyarakat dengan optimal.

Ia mengakui bila daya saing birokrasi kita masih tertinggal dari Negara ASEAN yang lain seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Lebih lanjut, ia menjelaskan jumlah PNS Indonesia saat ini mecanpai sekitar 4.7 juta orang dengan kewajiban melayani masyarakat 250 juta orang. Ia membandingkan dengan China dimana jumlah PNS-nya mencapai 8 juta orang dan melayani 1.2 miliar penduduk. Sedangkan dari tingkat pendidikan, 80% PNS di China bergelar sarjana, sementara di Indonesia baru sebesar 40%.
Khidmat dan Meriah

Acara Ngopi Cantik yang diselenggarakan oleh PPI Groningen tersebut dihadiri oleh sejumlah pelajar Indonesia dan juga warga Indonesia di Groningen. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia bersama-sama kemudian dilanjutkan dengan diskusi sebagai acara utamanya. Setelah diskusi, Yusran Abdillah, mahasiswa PhD Chemical Sciences dari RUG membawakan puisi dari (alm) W.S Rendra berjudul “Sajak Anak Muda”.

Kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama sambil peserta acara disuguhi lagu “Untuk Indonesia” yang dinyanyikan oleh Rasyida Noor dan Samuel Riko. Lagu tersebut dibuat secara khusus oleh Samuel Riko untuk acara peringatan hari Sumpah Pemuda kemarin.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: