Menuntut Ilmu di Negeri Belanda: Sebuah Silabus Singkat Sekolah Kehidupan

Oleh : Kevin Joseph Syauta (MSc candidate in Management of Technology, TU Delft)

Selamat datang di Negeri Belanda! Selamat, kamu telah resmi menjadi bagian dari sekelompok orang-orang yang dianugerahi kesempatan berharga untuk tinggal di Negeri Belanda untuk menajamkan kemampuan akademismu. Kamu pantas berbangga atas pencapaian ini! Sekarang mari kita lihat apa mata kuliah apa saja yang harus kamu tempuh.

Apa? Sudah tertulis di silabus? Ya, silabus untuk program studimu, kan? Yang aku maksud bukan itu. Yang aku maksud adalah mata kuliah di Sekolah Kehidupan.

Apa? Kamu tidak mendaftar di program studi Sekolah Kehidupan? Oh, memang secara resmi tidak. Tapi semua orang yang tinggal di Negeri Belanda harus menjalani Sekolah Kehidupan. Ini wajib!

Apa? Bagaimana apabila kamu tidak mampu? I honestly doubt that. Semua orang yang pernah tinggal di Negeri Belanda pasti pernah menjalani berbagai mata kuliah Sekolah Kehidupan yang ada, walaupun mungkin tidak semuanya. Uniknya, tingkat kesulitannya bisa kamu sesuaikan sendiri! Menarik bukan? Ya, tingkat kesulitan mata kuliah ini sangat tergantung dari responmu. Dan kabar baiknya, sangat sulit bagimu untuk tidak lulus. Oh tunggu, memang kami tidak menetapkan batas kelulusan. Yang ada hanya buah-buah yang bisa kamu petik setelah menjalani mata kuliah yang ada.

Menantang? Jelas. Tak perlu kamu ragukan lagi. Sudah, tidak usah berlama-lama. Aku tidak punya banyak waktu. Langsung saja kujelaskan.

Semester pertamamu akan kamu awali dengan mata kuliah Kemandirian.  Mata kuliah ini sering dibilang yang tersulit, karena banyak pelajarnya yang mengeluh, “Kok gak selesai-selesai sih???” Memang, kami desain mata kuliah ini untuk tidak pernah berakhir. Selalu ada modul baru yang harus kamu pelajari. Selalu ada praktikum baru yang kamu jalani. Di samping itu, semester pertamamu akan diisi juga dengan mata kuliah Tanggung Jawab dan Pengantar Ilmu Perencanaan. Mata kuliah ini sifatnya self-paced. Ya jelas, wong kamu harus belajar perencanaan! Kamu juga harus belajar bertanggung jawab atas perencanaan yang kamu susun sendiri. Mata kuliah terakhir yang akan kamu dapat di semester pertama ini adalah Manajemen Waktu dan Pengambilan Pilihan. Aku banyak mendengar cerita positif dari mereka-mereka yang sudah lulus dari mata kuliah ini. Mereka merasa hidup yang jauh lebih teratur dan mereka belajar betapa berharganya putaran jarum jam setiap harinya. Mereka merasa hari-hari mereka jauh lebih efektif. Disini kamu juga dituntut menentukan pilihan-pilihan yang terkadang membuat kamu harus berkompromi dengan nilai-nilai yang sudah kamu tempa selama ini. Apa trade-off yang harus kamu ambil?

Semester keduamu akan sedikit lebih berat dari semester pertama. Kamu akan diperkenalkan pada mata kuliah Menghargai Kehadiran Keluarga. Sudah menjadi rahasia umum bahwa mata kuliah ini banyak diwarnai deraian air mata. Pada titik ini, mungkin kamu menyesali keputusanmu untuk merantau ke Negeri Belanda. Rasanya kamu ingin kembali ke rumah dan memeluk erat orang-orang terdekatmu. Tidak apa-apa, itu proses yang harus dijalani saat menempuh mata kuliah ini. Kamu juga akan belajar banyak lewat mata kuliah Menghargai Pendapatan. Tunggu dulu, kami tidak berusaha mendidikmu untuk menjadi kikir! Kami hanya ingin agar kamu belajar menghargai setiap sen yang kamu dapat. Tetaplah bersedekah dan berbagi sebagaimana mestinya. Oh ya, satu lagi.  Ada juga mata kuliah Menghargai Kesehatan yang seringkali prakteknya kurang mengenakkan. Kami ingin kamu belajar memelihara ragamu. Mayoritas pelajar pernah mengambil modul Demam dan Masuk Angin (tentunya tidak secara sukarela). Ada juga modul Olahraga dan Makan Sehat. Tentu ini tergantung pada pilihanmu, modul mana yang mau kamu ambil?

Semester ketiga. Kata mereka yang sudah pernah mengalaminya, ini semester paling menyenangkan. Mungkin karena kami menyediakan libur panjang di semester ini. Apa? Libur panjang? Ya, kami tidak lupa menyisipkan waktu bagi kalian untuk berekreasi di Negeri Belanda. Kami tidak ingin kalian menjadi tidak ubahnya robot pekerja yang hanya sibuk mengolah input menjadi output. Di mata kuliah Bersenang-senang, kalian diberi waktu bebas untuk melakukan apa yang kalian suka. Kami juga ingin kalian mengenal Negeri Belanda dan merasakan berbagai faset keindahannya. Di semester ini kami juga menawarkan mata kuliah Menghargai Bangsa dan Tanah Air. Mungkin selama ini kamu selalu merasa tidak puas dengan apa yang negaramu berikan kepadamu. Kamu merasa hak-hakmu dirampas. Percayalah, tidak semuanya itu benar. Semuanya akan kamu alami sendiri di mata kuliah ini, karena tidak ada yang bisa menggantikan posisi negeri asalmu di dalam hatimu. Bahkan Negeri Belanda sekalipun! Terakhir, ada mata kuliah Menghargai Persahabatan. Kamu akan belajar menghargai teman-teman yang selalu ada bagimu saat kamu belum tinggal di Negeri Belanda. Ah, tapi sekarang perkembangan teknologi membuat mata kuliah ini lebih mudah dijalani! Bagian menyenangkannya adalah, kamu bisa memperoleh sahabat-sahabat baru di Negeri Belanda. Mereka yang mungkin sama ‘gila’nya dengan dirimu! Mereka yang mungkin sama menderitanya dengan dirimu. Those who share your story, because people connect through weaknesses.

Ah, semester empat. Banyak yang bercerita ini puncak dari segalanya. Mereka bilang, yang dulu-dulu gak ada apa-apanya deh!  Hehe, aku tidak bisa berkata benar tidaknya. Hanya kamu yang bisa menceritakannya untuk dirimu sendiri. Disini ada mata kuliah Perencanaan Lanjutan. Ya, biasanya mata kuliah ini diberikan secara paralel dengan semester terakhirmu bersekolah di Negeri Belanda. Kamu akan dituntut menyusun rencana-rencanamu setelah lulus dari Negeri Belanda. Sekali lagi, mata kuliah ini juga ­self-paced. Hanya kamu yang tahu seberapa feasible rencanamu. Ada juga mata kuliah Bersyukur. Terdengar abstrak ya? Tidak juga. Ada banyak cara untuk menjalani mata kuliah ini. Salah satu yang paling mudah adalah tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Fokus saja pada usaha dan pencapaianmu. Cara lainnya adalah dengan mencari pelajaran dibalik semua peristiwa hidup yang kamu alami di Negeri Belanda, baik yang manis maupun yang paling pahit sekalipun. Psst, aku dengar banyak orang yang semakin erat hubungannya dengan Sang Pencipta setelah menjalani kuliah ini! Nah, terakhir ada si mata kuliah ‘pamungkas’ (menurut teman-teman lain): Pertanggungjawaban. Loh, bukannya sudah pernah di semester pertama? Tidak, tidak. Ini jauh berbeda dengan mata kuliah Tanggung Jawab di semester pertama. Disini, kamu dituntut memberi pertanggungjawaban atas semua keputusan dan tindakanmu selama berada disini. Semua pilihan yang kamu buat. Semua pelaksanaan rencana-rencanamu. Kepada siapa? Banyak pihak. Kepada negaramu, yang mungkin telah membiayaimu untuk bersekolah di Negeri Belanda. Kepada keluargamu, yang mungkin kamu tinggalkan selama sekian lama dan yang mungkin juga sudah menyokong kebutuhanmu selama disini. Menurutku, pertanggungjawaban terpenting harus kamu berikan kepada Sang Pencipta. Apa usahamu untuk menunjukkan penghargaanmu terhadap kesempatan bersekolah yang telah diberikan kepadamu? Apa usahamu untuk membuktikan cintamu kepada-Nya?

Apakah semuanya sudah cukup jelas? Apa? Kenapa banyak mata kuliah diberi judul Menghargai…? Kami ingin kalian belajar, bahwa semua hal yang kami ajarkan lewat mata kuliah yang ada memiliki nilai (value) yang tinggi, tetapi seringkali kita salah memberi harga (price). Tidak jarang kita memberi price yang tinggi pada suatu hal yang value-nya rendah, dan memberi value tinggi pada suatu hal yang sebenarnya price-nya rendah. Kesenangan sesaat, misalnya. Apapun bentuknya. Value-nya rendah sekali, tetapi price yang harus kamu bayar di akhir sangat tinggi, bahkan diluar dugaanmu. Kami ingin kamu belajar, bahwa semua yang memiliki value tinggi menuntut price yang tinggi juga. Kamu boleh saja menyebut Sekolah Kehidupan sebagai School of Values. Terserah, buat kami nomenklatur tidak penting. Yang penting ya itu, kamu bisa dapat buah-buah yang matang selama menjalani Sekolah Kehidupan.

Sudah ya, aku harus kembali berkuliah. Aku masih terus mengulang beberapa mata kuliah Sekolah Kehidupan. Kan sudah kubilang, tidak ada batas kelulusan. Kamu boleh terus menjalani mata kuliah ini sampai kamu puas dengan buah-buah yang kamu peroleh sendiri. Sekali lagi, selamat datang di Negeri Belanda dan enjoy the ride!

Kevin Joseph Syauta

Seorang pelajar yang memiliki passion untuk melakukan knowledge sharing seluas-luasnya

One comment

  1. Terima kasih atas informasinya. Semoga sukses selalu.
    http://grosirsponmandi.klikspo.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: