Lingkar Inspirasi online 2 Insiden Paris dari Kacamata Pelajar Indonesia

peta

Kejadian ini tentu menjadi kekhawatiran bagi Warga Negara Indonesia yang tinggal di Eropa, khususnya yang tinggal di Paris. PPI Belanda bekerja sama dengan PPI Prancis dan Radio PPI Dunia, mengadakan Lingkar Inspirasi Online dengan tema “Insiden Paris dari Kacamata Pelajar Indonesia” untuk mendapatkan update informasi terkini dari Paris dan situasi pasca kejadian teror tersebut dengan menghadirkan narasumber Indah Tridiyanti (Ketua PPI Prancis, Mahasiswi Institut Gestion er d’Etude Financiere, Paris) Garin Nurachman (Mahasiswa Paris School of Business), dan Hafiz Budi Firmansyah (Mahasiswa University of Paris). Diskusi online dilakukan melalui google hangouts yang disiarkan secara langsung melalui portal youtube dan radioppidunia.org. Diskusi dimoderatori oleh  Andreas Jakayudha (Mahasiswa Fontys University of Applied Sciences TU Eindhoven).

 

Sekretaris Jenderal PPI Belanda Ali Abdillah mengungkapkan, diskusi online ini bertujuan agar  kita mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi pascakejadian. Diskusi ini juga diharapkan dapat menjawab kekhawatiran warga Indonesia di seluruh dunia sehingga tidak ada lagi kesimpangsiuran mengenai kondisi di Prancis.

 

Kronologis Kejadian di Stade de France

Garin dan Hafiz merupakan pelajar Indonesia yang saat kejadian tengah berada pada Stade de France untuk menonton pertandingan sepak bola antara Jerman melawan Prancis. Mereka mendengar lebih dari tiga kali suara ledakan di luar stadion saat pertandingan berlangsung. Saat terjadi ledakan, pertandingan tetap berjalan seperti biasa. Namun, Garin dan Hafiz sendiri sudah merasakan bahwa kondisi di sana cukup menegangkan, melihat pihak kepolisian dan otoritas terkait melakukan penjagaan dan pengamanan ketat di beberapa titik. Pasca pertandingan, beberapa sarana transportasi sempat terhenti. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama karena pihak kepolisian melakukan pengamanan dan perlahan kondisi berangsur-angsur normal. Keesokan harinya pun transportasi dan aktivitas berjalan kembali seperti biasa.

 

 

Dampak teror terhadap aktivitas di Paris

“Lihatlah segalanya lebih dekat, maka kita akan melihatnya lebih bijaksana”. Kutipan yang di sampaikan oleh Hafizh memberikan makna tentang perlunya mengkonfirmasi informasi dari sumber terpercaya. Aksi teror yang terjadi di Paris secara psikologis dan mental memang secara tidak langsung memang berdampak kepada warga sekitar. Namun, media dan informasi yang dimuat seringkali memberikan frame yang mencekam secara berlebihan yang justru menghasilkan ketakutan, kepanikan, dan kekhawatiran yang berlebihan.

 

Saat malam kejadian memang pihak kepolisian dan otoritas terkait meningkatkan kewaspadaan dan situasi cukup mencekam. Namun esoknya keadaan di Paris kembali seperti biasa, baik sarana transportasi, kegiatan pendidikan, maupun perkantoran berjalan normal kembali. Pasca kejadian memang tingkat pengawasan dan pengamanan terutama di tempat-tempat umum meningkat, tetapi tidak melumpuhkan aktivitas kegiatan di Paris.

 

Indah menyampaikan bahwa di dalam waktu dekat PPI Prancis akan mengadakan kegiatan Olimpiade Karya tulis Ilmiah pada tanggal 28 November mendatang yang mengundang banyak pelajar Indonesia dari luar Kota Paris. Mulanya sempat ada kekhawatiran di kalangan panitia penyelenggara bahwa kejadian kemarin akan mengganggu berjalannya acara. Namun, sejauh ini ternyata tidak ada kendala dan kegiatan dijadwalkan akan tetap berjalan sesuai rencana.

 

Apakah Visa Schengen ke Prancis Masih Berlaku?

Kekhawatiran lain yang banyak dibincangkan yaitu terkait visa yang berlaku. Sempat tersiar kabar viral di media sosial yang menyatakan  bahwa visa Schengen (visa yang digunakan oleh beberapa  Negara Uni Eropa untuk bebas masuk) tidak bisa lagi digunakan di Prancis. “Setelah dilakukan crosscheck, visa Schengen tetap berlaku dan bisa digunakan, tetapi memang mungkin akan ada pengawasan lebih ketat contohnya seringkali terjadi pemeriksaan dokumen di perbatasan,” ujar Indah saat menjawab pertanyaan yang diberikan terkait visa Schengen. Indah menambahkan, untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya ketika berencana bepergian ke Pranis, warga atau pelajar Indonesia menyiapkan semua dokumen yang digunakan saat apply visa tersebut sehingga memudahkan saat ada pemeriksaan di perbatasan. Dokumen-dokumen yang perlu disiapkan untuk berjaga-jaga antara lain seperti ID card, student card, tiket pesawat/bus, print out booking hotel, surat undangan kegiatan di Paris kalau datang untuk memenuhi undangan, dan lain sebagainya.

 

 

Kondisi Warga Muslim dan Refugee Pasca Aksi Serangan Teror

Isu lain diangkat oleh Juni, penyiar radio PPI Dunia yang merupakan pelajar di Jerman. Seringkali pasca kejadian teror seperti ini muncul “Islamophobia” atau rasa takut yang kepada Islam dan muslim. Hal itu juga terjadi di Jerman. Beberapa muslimah yang berhijab mendapatkan pandangan sinis pasca kejadian. Juni mengkhawatirkan diskriminasi serupa dialami oleh warga muslim di Paris dimana aksi teror tersebut terjadi.

 

Ternyata, baik Indah, Hafidz maupun Garin menyangkal kekhawatiran tersebut. Sentimen anti-Islam tersebut tidak terjadi di Paris. Di tataran masyarakat Prancis, khususnya di Paris, masyarakat sudah terbiasa dengan kehadiran Muslim. Mereka mengakui bahwa muslim adalah bagian dari masyarakat Prancis. Secara keseluruhan populasi masyarakat muslim di Paris saat ini memang cukup besar, yaitu sekitar 10-15%. Masyarakat di Prancis sendiri memahamai bahwa sejatinya yang melakukan aksi teror tersebut tidak merepresentasikan Islam dan terorisme tidak pernah membawa nama agama.

 

Garin lebih lanjut memberikan contoh, pelajar muslimah berhijab di kampusnya tidak mendapatkan diskriminasi pasca kejadian. Di kampus mereka tampak tetap berbincang akrab dengan pelajar internasional. Hafidz menambahkan bahwa aktivitas sholat dan ibadah lainnya pun tidak mengalami gangguan pasca kejadian. Hafidz mengikuti shalat berjamaah di masjid dekat kampus seperti biasa sehari pasca kejadian. Stigma yang muncul seringkali karena ketidaktahuan atau informasi yang kurang tepat tentang kejadian sebenarnya. Maka dari itu, Hafidz kembali menghimbau agar selalu mengkonfirmasi berita yang beredar. Jangan sampai kita mudah terprovokasi oleh berita-berita miring.

 

Isu lain yang cukup hangat adalah mengenai refugee. Gelombang arus masuk refugee dari Iraq dan Syiria ke Eropa Barat termasuk ke Paris terjadi dalam beberapa bulan ini. Refugee sempat memberikan kekhawatiran terkait stabilitas dan keamanan di Negara Eropa, beberapa kalangan masyarakat Eropa sempat menolak adanya refugee. Namun tidak sedikit yang bersimpati. Beberapa negara, atas nama kemanusiaan,  justru membuka pintu yang lebar untuk kehadiran refugee.

 

Apakah aksi teror ini mempengaruhi refugee atau tidak cukup menjadi kekhawatiran. Banyak yang takut refugee akan didepak dari Eropa Barat karena insiden ini. Garin mengatakan sempat terdapat kabar bahwa yang menjadi aktor dari serangan teror ini berasal adalah dari oknum refugee, tetapi ternyata informasi tersebut tidaklah benar. Mengenai masa depan para refugee sendiri para narasumber tidak begitu memahaminya dan tidak berani berspekulasi.

 

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan pasca kejadian, stabilitas Kota Paris berangsur normal. WNI khususnya para pelajar yang berada di Prancis pun berada dalam kondisi aman. Visa Schengen tetap bisa digunakan untuk masuk ke Prancis tetapi warga Indonesia yang hendak berkunjung ke Paris sebaiknya menyiapkan dokumen penting untuk berjaga jika ada pemeriksaan. Selain itu, dampak “Islamophobia” yang seringali diidentikan pasca kejadian teror di tataran masyarakat ternyata tidak terjadi. Terakhir Indah, Hafiz, dan Garin berharap semoga kondisi Prancis khususnya tetap aman, tidak terjadi lagi aksi teror, dan menjadi lebih baik.

 

Sekjend PPI Belanda, Ali Abdillah menambahkan bahwa seharusnya kejadian ini dijadikan momentum bagi kita untuk bersatu atas nama kemanusiaan. Kejadian teror kemarin jangan sampai memprovokasi kita untuk terpecah belah. “PPI Belanda mengecam segala bentuk terorisme. Terorisme harus kita lawan bersama dengan semangat persatuan yang kita punya,” tutup Ali.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: