Lingkar Inspirasi : Enterpreunership

Penulis : Gilbert Sanjaya, Bachelor of Science International Bachelor Economics and Business Economics, Erasmus University Rotterdam

Di puncak era globalisasi ini, era di mana pentingnya peran teknologi dan berkembangnya kapasitas daya beli telah menjadi sebuah fenomena umum, peran para entrepreneurs sebagai motor penggerak ekonomi bangsa sangatlah penting. Dewasa ini, kita dapat secara jelas menyadari bahwa kemajuan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan perkembangan teknologi sangatlah bergantung dari inovasi para entrepreneurs. Melalui karya para entrepreneurs, produk domestik dan surplus ekspor-impor akan semakin diperkuat. Selain itu, kemunculan seorang entrepreneur akan membuka lapangan kerja baru, memberikan kesempatan bagi para tuna karya untuk mendapatkan pekerjaan yang akan secara langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara umum. Pada akhirnya, peran para entrepreneur akan menjadi sangat instrumental untuk perkembangan kesejahteraan sebuah negara dalam jangka panjang.

 

Beberapa bukti empirik telah secara kuat mendukung hipotesa ini. Kegagalan Least Developed Countries (LDC) dalam mengejar ketertinggalan mereka setelah perang dunia kedua dapat dikaitkan dengan lemahnya peran pengusaha di negara-negara tersebut (Leff, 1979). Para ekonom telah menemukan bukti-bukti konkrit bahwa pasokan dana dan kredit yang memacu kreativitas para entrepreneur berbanding lurus dengan percepatan perkembangan ekonomi sebuah bangsa. Maka dari itu, ekonom di Eropa dan Amerika telah menyarankan secara kuat untuk menetapkan peran Central Bank di seluruh dunia sebagai Lender of Last Resort (LOLR), atau pemasok dana emergensi untuk menjaga kelancaran dana kepada para dealer, investor, dan entrepreneur untuk mencegah krisis (Mehrling, 2010). Pada dasarnya, krisis keuangan bersumber dari lemahnya kepercayaan diri para entrepreneur dan investor untuk berinvestasi, yang akhirnya berujung kepada kemampatan kelangsungan kegiatan ekonomi. Hal ini mensinyalirkan bahwa adalah sesuatu yang sangat penting bagi Indonesia untuk memacu kreativitas para pengusaha-pengusaha untuk terus berkarya dan berinovasi.

 

Akan tetapi, beberapa fakta menunjukkan bahwa kegiatan entrepreneurship di Indonesia masihlah sangat kurang. Pada tahun 2011, jumlah wirausahawan hanyalah 0.24% (Fajri, 2012). Meskipun di tahun 2012 jumlahnya melonjak tajam menjadi 1.56%, jumlah itu masih relatif jauh lebih kecil dibandingkan dengan Singapura, Malaysia, maupun India. Untungnya, pada saat ini kegiatan kewirausahaan berkembang dengan sangat pesat. Figur di bawah ini menunjukkan 10 negara yang memiliki jumlah persentase bisnis muda (<3.5 tahun) tertinggi di dunia (Kermeliotis & Veselinovic, 2014). Keberadaan Indonesia di antara negara-negara LDC seperti Nigeria dan Ghana menunjukkan bahwa kemunculan para pengusaha di Indonesia sangatlah terlambat. Sebagai salah satu member G-20 dengan kapasitas perekonomian 1yang sangat besar, adalah hal yang cukup aneh jika lingkungan kewirausahaan di Indonesia didominasi oleh bisnis-bisnis awam. Namun, tidak ada kata terlambat untuk memulai. Adalah tugas kita untuk terus mendukung kemunculan para pengusaha ini di masa yang akan mendatang.

 

Screen Shot 2015-03-01 at 9.15.01 PM          Berkaitan dengan kemunculan para enterpreneurs ini, Indonesia secara kebetulan diuntungkan oleh pergeseran struktur demografi yang mengarah kepada peningkatan jumlah penduduk usia produktif. Dimulai dari tahun 2009, dependency ratio Indonesia telah menurun secara ekposensial dan pada tahun 2025 akan diprediksi untuk berada di level terendah. Hal ini memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk meraup dan memaksimalkan keuntungan dari demographic bonus ini melalui peran para pengusaha. Dengan banyaknya penduduk usia produktif, peran entrepreneur tentulah sangat pivotal dalam menyediakan berbagai lapangan pekerjaan. Banyaknya jumlah penduduk tingkat produktif ini juga berpotensi untuk memunculkan para calon-calon entrepreneurs. Sangatlah disayangkan apabila kita gagal dalam memanfaatkan kesempatan ini untuk menyuarakan dan memotivasi para masyarakat untuk menyadari pentingnya kegiatan entrepreneurship.

 

Maka dari itu, sebagai para pelajar generasi muda yang memegang peranan penting untuk masa depan kewirausahaan di Indonesia, ada baiknya bagi kita untuk merenungkan masalah ini. Sebagaimana pentingkah peran para entrepreneur dalam perkembangan ekonomi bangsa Indonesia? Bagaimana cara memacu inovasi dan kreativitas para pengusaha dan mengatasi tantangan berbisnis? Apakah strategi bisnis yang paling tepat untuk diimplementasikan di Indonesia? Dalam lingkar inspirasi bertemakan Entrepreneurship kali ini, kita akan membahas hal ini secara mendetail dan mendalam. Alangkah baiknya apabila diskusi ini dapat mememberikan informasi penting akan berbagai hal yang berkaitan tentang entrepreneurship, dan terlebih lagi dapat memotivasi kita para generasi muda untuk terus berkarya.

 

References

[1] Fajri, A. N. (2012, 4 3). Bisnis.com. Retrieved 3 1, 2015, from Bisnis.com: http://entrepreneur.bisnis.com/read/20120304/88/67018/jumlahwirausaha-ri-naik-jadi-1-56-percent

[2] Kermeliotis, T., & Veselinovic, M. (2014). Cable News Network. Turner Broadcasting System, Inc. Retrieved 3 1, 2015, from CNN: http://edition.cnn.com/2014/05/13/business/numbers-showingafrica-entrepreneurial-spirit/

[3] Leff, N. H. (1979). Entrepreneurship and Economic Development: The Problem Revisited. Journal of Economic Literature , 17 (1), 46-64.

[4] Mehrling, P. (2010). The New Lombard Street: How the Fed Became the Dealer of Last Resort. Princeton: Princeton University Press.

 

Translate »
%d bloggers like this: