Lingkar Inspirasi B.J. Habibie

lingkar-inspirasi-b-j-habibie

Di Belanda, Habibie Serukan Budaya Estafet untuk Kemajuan Indonesia

Den Haag – Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan PPI Kota Den Haag bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Den Haag menggelar acara Lingkar Inspirasi pada hari Rabu, 7 Desember 2016 pukul 16.00-21.00 waktu setempat di Aula Nusantara, KBRI Den Haag, dengan mengundang Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie, presiden RI ketiga, selaku narasumber. Lingkar Inspirasi merupakan acara rutin bulanan berupa seminar atau diskusi ilmiah untuk menumbuhkan semangat berdiskusi berbagai isu kekinian di antara para pelajar Indonesia di Belanda. Kedatangan Habibie di akhir tahun 2016 ini sekaligus menjadi Lingkar Inspirasi pertama yang dilaksanakan setelah kepengurusan PPI Belanda 2016-2017 terbentuk.

Tak kurang dari 213 pelajar Indonesia yang sedang menempuh pendidikan tinggi dari berbagai penjuru kota di Belanda serta sejumlah perwakilan diaspora hadir memenuhi ruangan. Hal ini menandai tingginya antusiasme peserta untuk berdiskusi secara langsung dengan Habibie.

Acara dibuka dengan pemutaran film “Rudy Habibie”, film garapan sutradara Hanung Bramantyo yang memuat sepenggal kisah hidup Habibie ketika sedang menempuh pendidikan tinggi di Jerman. Film yang telah diputar di Indonesia pada pertengahan 2016 lalu ini diputar di KBRI Den Haag atas permintaan Habibie sendiri. Nampak wajah-wajah peserta yang tergugah setelah melihat kisah hidup Habibie di masa muda yang penuh semangat dalam memperjuangkan gagasan akan kemajuan Indonesia meskipun raganya terpisah jauh dari tanah air.

Lingkar Inspirasi dilanjutkan dengan acara ramah tamah sebelum dialog bersama Habibie dilaksanakan pukul 20.00 waktu setempat. Dialog dibuka dengan sambutan dari I Gusti Agung Wesaka Puja, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda. “Bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah, tapi seberapa dalam makna yang kita berikan atas perjalanan yang dilalui.”, demikian ujar Dubes dalam rangka merefleksikan peninggalan Habibie dalam kiprahnya terhadap pembangunan industri di Indonesia.

Lingkar Inspirasi yang bertajuk “Pergi untuk kembali: sebuah keniscayaan untuk berkarya bagi Negeri Bhinneka Tunggal Ika tercinta” ini mendorong Habibie untuk banyak menyampaikan kisah hidupnya yang dijalani semasa mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri, di hadapan ratusan pelajar Indonesia di Belanda.

Dalam wawancaranya dengan PPI Belanda dan KBRI, Habibie mengungkapkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang memiliki potensi untuk maju dan tidak kalah saing dengan negara lain. Namun, masih ada budaya yang belum dipahami sehingga potensi untuk maju tersebut terhambat, yakni budaya estafet kepemimpinan.

Para pemangku jabatan dapat melaksanakan tugas yang diamanahi oleh rakyat dengan baik, akan tetapi tidak ada yang abadi sehingga harus ada generasi penerus yang dipersiapkan. Budaya estafet mewujudkan adanya kesinambungan tongkat pembangunan nasional antara pemberi (pemangku jabat) dan penerima (generasi penerus). Mekanisme persiapan sendiri sudah dibentuk sejak kemerdekaan dan kini berkembang dalam bentuk demokrasi. Sayangnya, mentalitas pemberi dan penerima belum mengaplikasikan budaya estafet. Tongkat estafet ibarat program kerja pembangunan nasional yang harus diserahkan dan diteruskan keberjalanannya, alih-alih ditinggalkan demi membuat program kerja baru.

Lantas, bagaimana kita mau maju? Jadi, kita harus ubah. Dimanapun kalian berada pelajar Indonesia, kembangkan budaya estafet itu.”, pinta Habibie. Ia menganggap bahwa generasi muda adalah pejuang bangsa yang tidak cukup hanya memegang nilai bekerja keras dan pantang menyerah, tapi juga harus mampu mengadaptasi budaya estafet.

Habibie menutup wawancara dengan pesan kepada pelajar Indonesia untuk berupaya meraih yang terbaik. Namun, jangan sampai kesuksesan yang telah diraih mendorong seseorang untuk tidak kembali ke Indonesia. “Ketika dipanggil pulang, pulang lah.”, imbuhnya. [SA]

Liputan Lingkar Inspirasi bersama B.J. Habibie turut dimuat dalam media nasional berikut.

  1. http://www.gatra.com/internasional/eropa/233155-habibie-pernah-tolak-tawaran-jerman-untuk-pindah-kewarganegaraan

  2. http://m.antaranews.com/berita/600689/ngobrol-dengan-bj-habibie-di-belanda

  3. http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/16/12/09/ohw771377-habibie-saya-ditawarkan-pindah-warga-negara-tapi-saya-katakan-tidak

  4. https://pradhakomunika.com/39902-berita-ngobrol-dengan-bj-habibie-di-belanda-online/#.WEovAUko_qA

  5. http://www.netralitas.com/internasional/read/14194/di-belanda-habibie-sesalkan-ri-tak-miliki-budaya-estafet

  6. http://rayapos.com/habibie-berdialog-dengan-pelajar-indonesia-di-belanda/

  7. http://www.netralnews.com/news/kesra/read/41016/pelajar.indonesia.di.belanda.dialog.dengan.prof.habibie

  8. http://www.liputanoke.com/read-10-17613-2016-12-09-habibie-saya-ditawarkan-pindah-warga-negara-tapi-saya-katakan-tidak.html

  9. http://www.baruaja.com/722138/habibie-saya-ditawarkan-pindah-warga-negara-tapi-saya-katakan-tidak.html

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: