Kuliah Umum Oleh Bapak Luhut B. Pandjaitan

whatsapp-image-2017-01-22-at-14-43-50

Oleh M. Fariz Isnaini

Amsterdam – Universiteit van Amsterdam (UvA) bersama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Amsterdam dan PPI Belanda menyelenggarakan kuliah umum dengan pemateri Bapak Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan. Kuliah umum yang dilaksanakan pada Kamis, 19 Januari 2017 tersebut bertajuk “Indonesia’s Development Strategy Towards Growth and Equality”. Kurang lebih 50 peserta kuliah umum turut berpartisipasi, baik dari kalangan mahasiswa Indonesia maupun internasional.

Sebagai pembuka, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja memberikan kata sambutan terlebih dahulu. Terdapat satu hal menarik yang beliau sampaikan yakni kutipan salah satu film animasi internasional, Kungfu Panda, yang berbunyi “Yesterday is history, tomorrow is mistery, and today is a gift. That’s why they call it present.” Bapak Duta Besar berharap kuliah umum yang akan diberikan oleh Bapak Luhut pada hari itu dapat menjadi sebuah hadiah (present) dan memberi manfaat yang besar untuk seluruh peserta yang hadir, khususnya mahasiswa Indonesia di Belanda.

Materi kuliah umum yang disampaikan oleh Bapak Luhut terbagi menjadi empat pokok bahasan, yaitu tantangan domestik maupun eksternal yang dihadapi oleh Indonesia, usaha-usaha pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, strategi pembangunan untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, dan usaha pengembangan sektor maritim yang tengah dilakukan.

Bapak Luhut memaparkan bahwa permasalahan terbesar di Indonesia yang menghambat perekonomian saat ini adalah inefisiensi. Salah satu contoh ialah biaya logistik dalam berbisnis yang masih sangat tinggi dan peraturan perizinan yang masih rumit serta memakan waktu yang lama. Beliau yakin apabila permasalahan inefisiensi ini dapat dibenahi, maka perekonomian Indonesia pun dapat membaik.

Di samping inefisiensi, permasalahan lain yang juga dihadapi Indonesia adalah banyaknya waktu yang terbuang sia-sia untuk membahas berbagai permasalahan perbedaan, baik perbedaan suku, agama, dll. Alangkah baiknya jika waktu yang terbuang untuk berdebat dapat dialihkan agar lebih fokus terhadap peningkatan inovasi, peningkatan usaha dalam perbaikan ekonomi, teknologi, maupun pendidikan.

Usai pemaparan, sesi tanya jawab digelar kepada peserta yang hadir. Terlihat besarnya antusiasme mahasiswa dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada Bapak Luhut. Dalam hampir setiap jawaban yang beliau kemukakan, Bapak Luhut menyampaikan betapa besar harapan beliau terhadap perbaikan Indonesia di masa yang akan datang. Beliau percaya bahwa Indonesia dapat lebih berkembang dengan baik di tangan para pelajar muda Indonesia.

Kuliah umum yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut ditutup dengan sebuah pesan oleh Bapak Luhut yang ditujukan kepada mahasiswa Indonesia.

“Indonesia akan menjadi negara demokratis. Walaupun saat ini terlihat banyak permasalahan di Indonesia, namun itu semua merupakan proses dalam menuju negara yang demokratis.”

Beliau juga berharap agar seluruh mahasiswa Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan di luar negeri agar belajar dengan sungguh-sungguh, menyerap ilmu sebanyak-banyaknya, dan kembali ke Indonesia untuk membagi ilmu yang telah diperoleh kepada masyarakat Indonesia di tanah air.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: