It all starts with a dream

Georgina Alexantya

Second year master student in Biomolecular Science, Vrije Universiteit Amsterdam.

gina

“It all starts with a dream”.. waktu saya masih kecil, oma saya pernah berkata bahwa dia ingin sekali cucunya mengenyam pendidikan di luar negeri. Saya mengaminkan dan berkata ”iya, nanti Ina sekolah di luar negeri”, tapi sebenarnya saya tidak pernah menganggap cita-cita itu secara serius. Saya menamatkan studi S1 saya di salah satu universitas swasta di Jakarta dan langsung masuk ke dalam dunia kerja selama 4 tahun sesudah kelulusan saya. Semua berjalan biasa saja hingga pada tahun ke dua bekerja, saya mulai merasakan adanya kebutuhan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, karena apabila bertahan dengan pendidikan sekarang ini maka saya akan ada dalam posisi teknisi atau asisten seumur hidup. Mulailah saya mencari info tentang universitas (masih di indonesia) yang menawarkan program S2 untuk jurusan saya (yang masih cukup jarang di Indonesia) namun saya hanya menemukan beberapa universitas dan saya tidak merasa cocok dengan pilihan-pilihan yang ada.

Teringatlah saya akan cita-cita saya di masa kecil untuk sekolah di luar negeri. I start to put extra thought on my dream”.. Mulailah saya mencari-cari info tentang universitas2 yang menawarkan master untuk program studi saya. Info itu juga bisa dilihat dari website NESO. Untuk kasus saya, kebetulan sekali saya menemukan universitas yang bahkan menawarkan master untuk minat saya (Vrije Universiteit Amsterdam, Master of Biomolecular Science) dan juga beasiswa untuk mahasiswa dari luar Eropa (VUFP-Vrije University Fellowship Program). Hal ini mungkin agak langka, tapi apabila universitas yang kita minati tidak mempunyai program beasiswa, kita bisa mengajukan beasiswa melalui NESO. Saran saya mulailah pencarian sejak bulan Agustus dan tentukan pilihan, karena pada bulan Oktober atau November biasanya universitas sudah membuka pendaftaran. Pada umumnya pendaftaran untuk siswa non-eropa ditutup lebih awal (Mungkin hal ini tidak berlaku untuk program studi yang buka sepanjang tahun).

“Give it a try”.. Di Belanda, setiap jurusan mempunyai satu course coordinator, dan sangat disarankan untuk melakukan korespondesi dengan sang course coordinator, seperti yang saya lakukan, dengan menceritakan latar belakang pendidikan dan cita-cita ke depan secara informal, dengan harapan dapat meningkatkan peluang untuk dilirik beasiswa J. Satu hal yang sepertinya sangat penting di Belanda adalah network, mereka akan lebih ramah apabila kita memang sudah sebelumnya menjalin hubungan secara informal dan tidak melulu secara formal dan kaku melalui CV dan motivation letter (untuk hal ini hanya sebatas pengamatan dan pengalaman saya, mungkin saja tidak berlaku untuk yang lain). Awalnya saya ragu dan merasa aneh untuk memulai korespondensi dengan orang yang tidak saya kenal tapi satu hal yang waktu itu saya ingat, kalau saya tidak diterima/direspon positif saya tidak rugi apa2 , tapi kalau saya tidak mencoba saya rugi karena mungkin saja saya sedang melepaskan satu kesempatan emas untuk meraih mimpi saya. Jadi saya mulai mendaftar dan melakukan komunikasi informal dengan master coordinator.

“Put extra effort in preparation”.. Hal lain yang menurut saya sangat penting dilakukan oleh para siswa yang “bermimpi ingin sekolah di luar negeri”adalah mengasah kemampuan berbahasa asing. Sangatlah disarankan untuk berlatih lebih dan melakukan test-test bahasa pada saat mencari beasiswa. Kenapa? Karena pastinya kita akan lebih stress kalau mengambil test dengan deadline dan tidak semua orang bisa melewati dengan satu kali test saja. selain itu tidak pernah ada ruginya untuk melakukan test lebih awal karena hasil test dapat berlaku untuk 2 tahun setelah test dan semakin sering kita mencoba semakin kita mahir dan mengetahui kunci2 yang penting.

“Do not postponed”.. Banyak sekali dokumen dan pendaftaran yang harus dilakukan, jadi jangan tunda2.  Jangan lupa untuk melegalisasi akte lahir sejak masih di Indonesia. Pihak universitas yang akan mengajukan visa student kita, oleh karena itu kita harus mengirim data2 kita menggunakan pos. Satu tips saya kirimkan dulu email scan dari dokumen2 yang akan kita kirim, sesudah pihak universitas menyatakan lengkap baru kita kirim. Saya punya pengalaman buruk tentang ini, saya harus mengirimkan dua kali karena ada dokumen yang kurang dan akhirnya jadi harus bayar mahal. Apabila visa sudah diapprove kita akan diberitahu untuk mengambil visa kita di kedutaan. Dan untuk visa student ini kita tidak usah membeli tiket pesawat terlebih dahulu. Sesudah visa keluar barulah membeli tiket pesawat, dan biasanya return tickets akan lebih murah. Sesampainya di negeri Belanda jangan santai dulu, dianjurkan untuk langsung mendaftar sana sini (gemeente, IND, selesaikan administrasi universitas,buka account bank, asuransi).Apabila mungkin, aturlah akomodasi sejak dari Indonesia untuk beberapa bulan saja, jadi apabila kita tidak merasa sreg pencarian rumah bisa dilanjutkan sesudah kita sudah ada di kotanya, karena lebih baik melihat langsung daripada hanya berdasarkan foto dan deskripsi.

“Embrace the learning process”.. Di saat kita belajar di luar negeri, kita akan memperoleh pendidikan yang cukup menarik dan boleh dibilang holistik..hehe. Kita akan mendapat pendidikan akademis dengan pendekatan yang lebih practical (tidak melulu text book) dan advance, kita diajar untuk berpikir kritis dalam mengajukan dan menjawab pertanyaan, bebas memberi pendapat dan bertanggung jawab akan pendapat kita.  Untuk saya ini bukanlah hal yang mudah dan saya masih terus belajar J Kita juga harus banyak melakukan penyesuaian, penyesuaian terhadap makanan, pergaulan/ cara berkomunikasi dan gaya hidup. Yang terpenting adalah jangan alergi terhadap perubahan (perubahan yang baik loh ya) dan tetaplah fokus belajar dan menyelesaikan pendidikan akademis kita. Selama ada di luar negeri usahakanlah membuat koneksi sebanyak mungkin, baik di lingkungan akademis maupun non akademis, karena koneksi itu mahal dan bisa membuka peluang lebih banyak dari gelar akademis yang kita raih di akhir studi kita.

Akhir kata, kalau semua ini mau dirangkum : start with a Dream, followed by extra thought,  trial, and preparation, do not postponed and learn as much as you can!! Good luck semuanya dalam pencarian beasiswanya, lets make our dreams come true by putting on real action J

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: