Indonesian Evening PPI Enschede 2017: Heritage van Indonesia

Tahun 2017 ini, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Enschede kembali menggelar salah satu acara tahunannya, yaitu Indonesian Evening pada hari Rabu, 29 November 2017. Acara yang mengangkat tema “Heritage van Indonesia” ini bertempat di De Horst Building, University of Twente, Enschede, Belanda. Acara yang telah terselenggara sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Indonesia di kancah internasional, khususnya di kalangan mahasiswa.

Acara yang dimulai sejak pukul 17:20 sore waktu setempat ini diisi dengan berbagai penampilan budaya khas Indonesia, seperti pertunjukan tari dan musik tradisional nusantara. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan menarik dari BandIDS yang merupakan band pelajar Indonesia di Enschede. Tidak hanya itu, terdapat pula demonstrasi pencak silat “Poekoelan” dan fashion show baju tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Setelah dibuka dengan persembahan tari pendet khas Bali, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan dari pembawa acara yang siap menyapa seluruh pengunjung yang hadir. Selanjutnya, pengunjung dihibur dengan penampilan tari dan lagu “Gemu Fa Mi Re” yang berasal dari Nusa Tenggara Timur oleh tim “Indonesia Menari”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Indonesian Evening 2017, Girindra Wardhana dan disambung dengan penampilan dari BandIDS yang menyanyikan beberapa lagu populer Indonesia, seperti Cinta Kan Membawamu (Dewa 19), My Everything (Glenn Fredly), dan Sepanjang Usia (Kerispatih).

Sesi Pembukaan dari Pembawa Acara (foto ©Janet Ika)

Penampilan “Gemu Fa Mi Re” dari Nusa Tenggara Timur (foto ©Kevin Rafael Indrawijaya)

Sambutan Ketua Panitia Indonesian Evening 2017 (foto ©Janet Ika)

Penampilan Tari Pendet Khas Bali (foto ©Kevin Rafael Indrawijaya)

Persembahan Lagu dari BandIDS (foto ©Kevin Rafael Indrawijaya)

Tari tor-tor dari Sumatera Utara menjadi sajian pertunjukan berikutnya, dilanjutkan dengan atraksi pencak silat “Poekoelan Banten” oleh tim Poekoelan Ksatria. Tidak tanggung-tanggung, jurus jitu pencak silat pun dijelaskan secara detail kepada seluruh pengunjung yang hadir. Selanjutnya, sesi fashion show digelar dengan menampilkan peragaan pakaian adat Indonesia yakni pakaian adat Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan (Dayak), Manado, serta Sulawesi Selatan (Bugis dan Makassar). Uniknya, peragaan pakaian adat tersebut bukan dibawakan oleh pelajar Indonesia, melainkan oleh pelajar internasional yang tinggal di Enschede. Setelah itu, acara selanjutnya diisi dengan persembahan tari Jaipong dari Jawa Barat.

Penampilan Tari Tor-tor dari Sumatera Utara (foto ©Ivana Kristanti)

Sesi Fashion Show (1) (foto ©Janet Ika)

Sesi Fashion Show (2) (foto ©Ivana Kristanti)

Pesermbahan Tari Jaipong dari Jawa Barat (foto ©Ivana Kristanti)

Atraksi Pencak Silat “Poekoelan Banten” (foto ©Ivana Kristanti)

Dalam acara ini, tersedia pula bazar kuliner khas Indonesia yang dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Terdapat lima booth yang menjajakan berbagai menu makanan lezat khas Indonesia seperti nasi rendang, nasi rames, ketoprak, soto ayam, bakso, sate, dan masih banyak lagi. Selain makanan berat, tersedia juga berbagai jajanan khas Indonesia seperti lumpia, martabak, pisang coklat, dan pempek. Bahkan, karena telalu banyaknya variasi makanan, tak sedikit pengunjung yang nampak bingung menentukan menu apa saja yang hendak mereka beli. Sembari menjual kupon makanan, beberapa panitia dengan senang hati memberikan penjelasan mengenai menu makanan yang ditawarkan. Di samping penampilan budaya, fashion show, dan sajian kuliner, panitia juga menyediakan booth foto bernuansa budaya Indonesia yang bebas digunakan para peserta sebagai tempat berfoto.

Booth Makanan (foto ©Janet Ika)

Booth Foto (foto ©Janet Ika)

Acara ini didukung penuh dan dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, Bapak I Gusti Agung Wesaka Puja. Dalam kesempatannya, beliau mengucapkan selamat dan terima kasihnya kepada rekan-rekan PPI Enschede yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini. Menurut beliau, acara ini sangat berkesan karena banyaknya pengunjung yang datang. Beliau juga mengungkapkan bahwa keberadaan acara semacam ini sangat penting untuk mempromosikan Indonesia karena pelajar Indonesia di luar negeri merupakan salah satu agen pariwisata dan kebudayaan Indonesia.

Suasana Peserta (foto ©Kevin Rafael Indrawijaya)

Secara terpisah, Girindra Wardhana selaku Ketua Indonesian Evening 2017 mengungkapkan kepuasannya terhadap besarnya atensi pengunjung dalam acara ini. Ia menilai acara Indonesian Evening di tahun ini dapat dikatakan sangat sukses karena antusiasme pengunjung yang sangat besar dan melampaui ekspektasi yang diperkirakan oleh panitia sebelumnya. Ia berujar, “Perkiraan kami sekitar 200 orang yang datang namun sejauh ini ada lebih dari 350 orang yang datang. Responnya sangat positif. Terima kasih untuk kerjasama semua pihak yang terlibat”. Senada dengan pernyataan tersebut, Aji Putra Perdana sebagai Ketua PPI Enschede menggambarkan secara singkat acara Indonesian Evening 2017 kali ini sebagai hal yang “luar biasa”.

Narasi: Rivandi Pranandita Putra (Kominfo PPI Belanda)

Narasumber: Ivana Kristanti (Panitia Publikasi dan Dokumentasi Indonesian Evening 2017)

Foto: Ivana Kristanti, Janet Ika, Kevin Rafael Indrawijaya (PPI Enschede)

 

Copyright by PPI Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: