Connecting Through Dialogue: Inter-Faith Conference 2015

 

Perbedaan merupakan hal yang patut dirayakan. Ketika perbedaan menyangkut salah satu aspek sensitif dalam kehidupan sosial manusia, dialog menjadi hal penting untuk dipelihara agar pengertian dan pemahaman antar manusia dapat berjalan dengan harmonis.

Untuk menjembatani perbedaan-perbedaan dalam berinteraksi, Institute for International Studies (ISS), The Hague menyelenggarakan Inter-Faith Conference yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2015 di Kampus ISS mulai dari pukul 10.00 hingga 17.00. Inter-Faith Conference mengakomodasi dialog dalam berbagai sisi yang biasa ditemui ketika berhadapan dengan perbedaan keyakinan yaitu,

  1. Dialogue Within Myself

Mengelaborasi pergumulan dalam diri sendiri tentang persepsi pribadi terhadap perbdaan keyakian dan bagaimana bersikap terhadap orang yang berbeda keyakinan.

  1. Dialogue at Dining Table

Tema ini ditawarkan bagi pasangan dan orang yang tumbuh dalam keluarga yang berbeda keyakinan. Diskusi ini menggali banyak hal mengenai toleransi dalam lingkup sosial terkecil yaitu, keluarga.

  1. Dialogue in The Street

Dalam Diskusi ini para peserta dapat berbagi pandangan mereka tentang bagaimana toleransi dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga hubungan harmonis antar manusia. Dialog ini juga ingin menggali pandangan akan seberapa dalam isu perbedaan berpengaruh di level akar rumput dalam masyarakat.

  1. Dialogue and Media

Dalam diskusi ini, partisipan dapat berdiskusi mengenai peran media dalam isu perbedaan keyakinan seperti bagaimana media berkontribusi terhadap peningkatan kebencian terhadap satu atau dua keyakinan dan juga sebaliknya bagaimana media baik sosial ataupun publik dapat memanfaatkan media sebagai alat untuk menjalin kebersamaan.

  1. Dialogue, Mission and Truth Claims

Dialog antar iman merupakan hal yang perlu dibangun dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, untuk dapat berdialog dengan pikiran yang terbuka dan tanpa menghakimi satu sama lain, seseorang perlu untuk mendamaikan dirinya sendiri. Sesi ini bertujuan untuk menggali bagaimana klaim kebenaran dibentuk dalam suatu keyakinan dan bagaimana klaim kebenaran tersebut tidak dipaksakan ke orang lain. Diskusi ini relevan untuk menjawab pertanyaan mengapa kelompok tertentu dapat menyerang kelompok lain terkait isu kehidupan beragama.

 

Keynote speaker dalam Inter-Faith Conference tahun ini ialah Willem Jansen. Willem Jansen merupakan Teolog Kristen Protestan yang bekerja di NGO internasional Initiatives of Change. Willem menyelesaikan studinya di bidang Comparative Religion, Islam and Arabic. Beliau juga aktif mengajar di St. Paul’s University di Limuru, Kenya. Dalam Inter-Faith Conference Beliau akan menyampaikan tentang pentingnya dialog dan bagaimana praktiknya dalam kehidupan beragama atau berkeyakinan di berbagai dimensi masyarakat.

Inter-Faith Dialogue Conference juga membuka kesempatan bagi penggemar dunia fotografi untuk mengikuti kompetisi foto dengan tema “Connecting Through Dialogue”.

 

Pendaftaran dan Biaya Pendaftaran Inter-Faith Conference

facebook: Interfaith Conference: Connecting Through Dialogue

email: InterfaithConferencehague@gmail.com

online: bit.ly/icthehague

Biaya pendaftaran sebesar € 5 untuk mahasiswa, untuk itu diharapkan membawa kartu mahasiswa sebagai tanda bukti dan € 10 untuk umum. Biaya pendaftaran sudah termasuk makan siang dan coffee break.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: