Catatan Simposium Mesir 2016 : Mahasiswa Saatnya Bergerak

Simposium tahun diselenggarakan di Cairo dengan tema “Memperteguh Identitas Bangsa Indonesia” yang dilaksanakan pada 23 Juli 2016 – 28 Juli 2016. Simposium Internasional PPI Dunia ini dibuka secara simbolis oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Syaifuddin dan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan lainnya.

Dalam dialog interaktif bersama Menteri Agama RI, beliau menyampaikan bahwa keberadaan agama di Indonesia yang diakui dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, terutama dalam UUD 1945 merupakan hal penting yang ada di Indonesia. Hal ini sangat diapresiasi oleh banyak negara sahabat yang memiliki hubungan erat dengan Indonesia. Keberagaman Indonesia juga menjadi salah satu keunggulan Indonesia yang harus terus dipertahankan untuk kehidupan berbangsa.

Diskusi Panel

Kegiatan simposium ini dilanjutkan dengan beberapa diskusi panel yang terdiri dari politik, pendidikan & budaya, ekonomi, dan agama. Beberapa tokoh nasional yang hadir dalam diskusi-diskusi tersebut antara lain: Prof. Mahfud MD, Prof. Yudi Latif, Prof. Faisal Basri, dan Prof. Nasaruddin Umar. Diskusi panel dimoderatori oleh satu perwakilan PPI seluruh dunia yang terpilih.

Diskusi-diskusi panel tersebut membahas isu terbaru di Indonesia dan bagaimana bidang-bidang tersebut dapat menjadi solusi untuk dapat memperteguh identitas bangsa. Dalam bidang politik, ditegaskan bahwa Pancasila merupakan identitas bangsa Indonesia yang menjadi common value seluruh bangsa. Maka setiap pelaksanaan kebijakan haruslah merupakan turunan dari nilai Pancasila tersebut. Yang menjadi permasalahan dalam kehidupan berbangsa di Indonesia sekarang adalah, banyak kebijakan yang carut marut disebabkan ego sektoral yang mengabaikan nilai-nilai Pancasila. Begitu juga para pemuda dalam mengenali perannya untuk berkontribusi pada negara, pemahamannya ikut berkembang juga. Namun dari semua itu, keberadaan Pancasila sebagai rujukan akan selalu memberi petunjuk bahwa apa saja yang kita perbuat akan beracuan pada nilai-nilai luhur yang menjunjung persatuan dalam keberagaman.

Dalam kacamata ekonomi sendiri, narasumber menyampaikan bahwa saat ini Indonesia menduduki posisi ketujuh dalam ranking dunia yang dalam negaranya banyak mendapatkan kekayaan karena dekat dengan kekuasaan. Sistem Ekonomi Indonesia pernah mencoba berbagai macam sistem perekonomian, namun pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat. Indonesia terlalu focus mencari sistem sehingga tidak focus dalam mengembangkan perekonomian. Kalau Indonesia tidak melakukan pembaharuan dalam perekonomian Indonesia, kita akan terperangkap dalam middle income trap. Selain itu, pada panel pendidikan menambahkan bahwa Identitas itu bukan dibicarakan tetapi digerakan sehingga menghasilkan sebuah perubahan. Semua pergerakan dan perubahan sebagian besar berasal dari mahasiswa.

Diskusi Komisi : Saatnya Bergerak

Dalam diskusi komisi, semua peserta simposium sepakat bahwa simposium kali ini tidak lagi merumuskan rekomendasi untuk pemerintah akan tetapi merumuskan gerakan yang dimana dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Indonesia. Gerakan yang mengkolaborasi semua elemen PPI Negara dan BEM, berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata untuk bangsa dan negara. Dari semangat tersebut maka dirumuskanlah gerakan :

1. Bidang Agama
a. Pembentukan tim media kerohanian di PPI Dunia untuk membentuk buku/video tentang isu-isu agama dan dikemas dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
b. Diskusi online untuk menangani meningkatnya radikalisme dan ekstremisme di Indonesia
2. Bidang Pendidikan
a. Gerakan pembangunan 100 sekolah dasar
b. Perpustakaan Keliling
c. Pengumpulan koin untuk guru
d. Kelas Inspirasi untuk siswa SMA dan Mahasiswa S1 di sekolah/universitas di wilayah marginal
3. Politik
a. Memperkuat tim kajian papua PPI Dunia
b. Mengirimkan tulisan hasil kajian mengenai papua ke setiap media di negara masing-masing PPI Negara
c. Setiap PPI Negara timur tengah dan afrika mengadakan kegiatan lintas budaya dengan bertemakan demokrasi di Indonesia
4. Ekonomi
a. Membangun desa binaan dengan kerjasama LPPM IPB, UIN Jakarta, UIN Palembang, UNPAD, UGM
b. Summer vacation collaboration antara PPI and BEM dengan memberikan kontribusi nyata dalam program BINA Desa

Dengan perumusan gerakan tersebut, mahasiswa Indonesia se-Dunia telah membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya pandai beretorika akan tetapi tidak segan juga untuk turun langsung ke akar permasalahan dan memberikan solusi nyata

Penutup: Pertanggungjawaban dan Presidium Baru

Hari terakhir Simposium Internasional tersebut (27/7) dilaksanakan Kongres PPI Dunia. Agenda acara terdiri dari laporan pertanggung jawaban pengurus atau dewan presidium (depress) lama dan pemilihan depres baru. Dalam konteks PPI, depress merupakan dewan pimpinan tertinggi yang diketuai seorang koordinator.

Dalam laporan pertanggung jawabab PPI Dunia, ketua ppi dunia memaparkan pencapaian yang telah dicapai selama 1 tahun.  Sidang yang berlangsung lama akhirnya menyatakan bahwa laporan pertanggungjawaban Dewan Presidium PPI Dunia 2015-2016 diterima dengan bersyarat.

Acara selanjutnya adalah Pemilihan Dewan Presidium PPI Dunia 2016-2017 dan penentuan tuan rumah SI PPI Dunia 2017.  Mekanisme pemilihan koordinator wilayah adalah dengan cara setiap perwakilan negara merekomendasikan ppi negara lain. Berdasarkan hasil penjaringan rekomendasi, PPI Belanda mendapatkan suara terbanyak akan tetapi PPI Belanda menolak untuk maju dikarenakan tidak ada pembicaraan mengenai majunya PPI Belanda dengan PPI kota sebagai koordinator PPI Dunia. Setelah melakukan pernyataan ketersediaan PPI negara yang direkomendasikan, PPI italia dan PPI Malaysia bersedia maju sebagai kandidat Kordinator Presidium PPI Dunia

Pemilihan Kordinator Presidium PPI Dunia diakhiri dengan proses voting setelah melalui proses musyawarah yang panjang karena peserta sidang tidak menemui kata mufakat dalam proses musyawarahnya.  Setelah dilaksanakan voting, PPI Italia terpilih menjadi koordinator terpilih 2016-2017 yang diwakili oleh ketuanya yakni Intan Irani.

Kongres ini kemudian ditutup dengan pemilihan tuan rumah Simposium Internasional PPI Dunia tahun 2017. Dari beberapa PPI yang mengajukan diri sebagai tuan rumah, PPI Inggris terpilih menjadi tuan rumah selanjutnya. Terpilihnya PPI Inggris tersebut menandai akhir dari rangkaian kegiatan Simposium Internasional PPI Dunia tahun 2016. Acara berakhir pada pukul 04.00 keesokan harinya.

Awards

PPI Belanda mendapatkan awards sebagai PPI Negara dengan program kerja terbaik dalam bidang pendidikan

Untitled

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: