Bonus Demografi: Berkah atau Beban?

Den Haag – Pada hari Sabtu, 1 April 2017, berlokasi di Aula KBRI Den Haag, Nuffic Neso Indonesia bekerja sama dengan PPI Belanda menyelenggarakan acara StuNed Day 2017 yang turut meliputi Lingkar Inspirasi (sekaligus StuNed Talks) bertemakan “Bonus Demografi Tahun 2030: Berkah atau Beban? Siapkah Kita?”

StuNed Day merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Nuffic Neso Indonesia sebagai ajang silaturahmi para awardee beasiswa StuNed (Studeren in Nederland), yakni program beasiswa yang bertujuan membantu pembangunan Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program StuNed sendiri merupakan bagian dari kerja sama bilateral pemerintah Belanda dengan Indonesia.

Pada StuNed Talks kali ini, panitia mengundang dua awardee StuNed untuk mengutarakan diskusi mengenai bonus demografi di hadapan para awardee StuNed maupun non-StuNed lainnya yang hadir. Narasumber tersebut ialah Elda Luciana Pardede (Rijkuniversiteit Groningen) dan Andy Aryawan (Wageningen University).

Bonus demografi merupakan kondisi di mana populasi usia produktif lebih banyak dari usia non produktif. Kondisi ini digadang-gadang akan dialami Indonesia pada tahun 2030. Dalam sudut pandang kedua narasumber, bonus demografi dapat menjadi beban dan berkah tergantung dari kesiapannya. Bonus demografi dapat dianggap beban karena secara otomatis tidak seluruh warga usia produktifnya bekerja. Sehingga menurut Elda, untuk membuat bonus demografi menjadi sebuah keuntungan maka sinergi harus tercapai antara komposisi penduduk dengan faktor lainnya seperti kesehatan, pendidikan, tata kelola, kebijakan ekonomi, serta kuantitas dan kualitas lapangan pekerjaan.

Pembicara kedua, Andy, mengulas tentang dampak positif dan negatif dari bonus demografi. Hingga tahun 2030, Indonesia masih menjalani 3 kali pemilu dan tiap pemerintahan bisa menelurkan kebijakan yang berbeda-beda. Tentunya hal tersebut harus masuk ke dalam pertimbangan pemerintah. Ia pun berkata bahwa bonus demografi akan lebih dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi. Bagaimana memanfaatkannya agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bonus demografi yang disinyalir dari dependency ratio menunjukkan bahwa Indonesia saat ini benar sedang mengalami bonus demografi pada tahun 1990-2030 (ketika berada pada titik dependency ratio terendah), masa di mana proporsi penduduk usia kerja di Indonesia paling tinggi.

Diskusi yang dipandu oleh Delphine (Utrecht University) tersebut berjalan sangat dinamis. Usai dua jam diskusi aktif, StuNed Talks kemudian ditutup dengan acara penyerahan cinderamata kepada para pembicara dan foto bersama dengan seluruh panitia dan peserta [SAM].

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: