Anda Fresh Graduate dan sedang galau mencari beasiswa? Beasiswa LPDP solusinya!

oleh Fathiro Hutama Reksa Putra
Manajemen Rekayasa Industri, ITB, 2009
Innovation Management, TU/e, 2013
Penerima beasiswa LPDP 2013

“Selamat malam kakak perkenalkan nama saya Mawar, saya sekarang sedang semester 8 dan punya rencana untuk lanjut S2, kira-kira ada gak y beasiswa untuk fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja seperti saya?”

thiroKalimat diatas merupakan pertanyaan yang sering muncul di notif FB dan email saya dari beberapa grup beasiswa yang saya ikuti. Saya tau betul kegalauan tersebut mengingat satu tahun yang lalu saya juga dihadapkan pada situasi yang sama: Ingin lanjut S2 di luar negeri begitu lulus S1 tanpa biaya. Sebagian orang mungkin memilih untuk bekerja terlebih dahulu untuk mencari pengalaman baru kemudian melanjutkan S2 sebagai supplement untuk menunjang profesi yang sudah dimilikinya. Namun, untuk profesi tertentu, dosen atau researcher misalnya, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi merupakan suatu keharusan yang mau tidak mau harus dijalani. Hal inilah yang ‘memaksa’saya untuk cepat-cepat melanjutkan studi karena mau tidak mau saya harus memiliki gelar S3 untuk menjadi dosen di ITB. Dengan langsung melanjutkan studi saya akan mengurangi delay untuk mewujudkan cita-cita saya.  Oleh karena itu sejak akhir semester 7 saya mulai fokus mencari universitas yang sesuai dengan minat saya dan berusaha untuk memantaskan diri untuk bisa mendapatkan beasiswa.

Kegalauan saya setahun yang lalu persis seperti yang dialami oleh si Mawar, seorang (calon) fresh graduate yang ingin langsung melanjutkan studi ke negeri sebrang. Kegalauan ini muncul karena memang sedikit sekali beasiswa yang tidak mempermasalahkan umur dan pengalaman kerja. Rata-rata beasiswa mewajibkan minimal pengalaman kerja 2 tahun atau lebih. Selain itu, jarang sekali saya mendengarkan kisah perjalanan beasiswa yang mulus bak jalan tol. Kebanyakan cerita-cerita beasiswa yang saya dapatkan merupakan pengalaman luar biasa dari seorang tokoh yang sudah jatuh-bangun mencari beasiswa hingga akhirnya Tuhan membalas seluruh doa dan kerja kerasnya. Namun, hal inilah yang membuat saya tetap nekad untuk berusaha apply beasiswa karena toh kalau saya gagal, saya masih memiliki banyak kesempatan untuk mencoba apply kembali setelah lulus.

Nah untuk teman-teman yang berencana langsung melanjutkan S2 sekarang kalian tidak perlu memiliki kekhawatiran seperti yang saya miliki dulu karena sekarang sudah ada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang akan memberikan Beasiswa untuk Master dan Doktor diluar dan didalam negeri. Bagi saya beasiswa ini merupakan beasiswa yang sangat ‘menarik’  jika dibandingkan dengan skema beasiswa lain yang saya ketahui karena beasiswa ini sangat pro terhadap nasib fresh graduate yang ingin langsung melanjutkan studi. Berikut ini beberapa kelebihan yang membuat beasiswa LPDP layak untuk dimasukkan kedalam list nomor satu didaftar pencarian beasiswa anda.

1. Proses yang mudah dan tidak ribet

Salah satu kelebihan LPDP dibanding provider-provider beasiswa yang lain adalah prosedur aplikasi yang tidak rumit. Kalian hanya perlu submit persyaratan-persyaratan yg dibutuhkan secara online tanpa harus mengirimkan berkas-berkas. Persyaratan-persyaratannya pun tidak susah dan ribet, bahkan anda tidak perlu harus diterima universitas terlebih dahulu. Yang paling penting tidak ada persyaratan pengalaman kerja sehingga fresh graduate pun diperbolehkan untuk mendaftar. Pada prinsipnya LPDP berusaha untuk membuat proses aplikasi semudah mungkin agar dapat menjaring awardee sebanyak mungkin. Cukup dengan tiga tahap seleksi (Seleksi dokumen, wawancara, dan pengayaan), anda sudah dapat bisa menjadi bagian dari keluarga LPDP.

2. Support Finansial yang luar biasa

Beasiswa LPDP memberikan full financial support bagi para awardee. Beasiswa LPDP mengcover selruh biaya pendidikan seperti, biaya pendaftaran, matrikulasi, Tuition fee, tunjangan buku, biaya tesis/disertasi, dll. Selain itu LPDP juga mengcover biaya non pendidikan seperti biaya transportasi, VISA, asuransi, dan living allowance. Khusus living allowance (LA) Boleh dikatakan LA yang diberikan amat sangat cukup untuk menanggung kebutuhan sehari-hari, bahkan lebih. Selain living allowance, LPDP juga memberikan 2x settlement allowance pada saat awal kedatangan di Negara tujuan. Jangan khawatir akan mekanisme pembayaran yang rumit dan suka telat. Living allowance selalu diberikan per 3 bulan pertama dan langsung ditransfer dengan menggunakan mata uang Negara tujuan. Selain itu LPDP juga memberikan tunjangan untuk keluarga (anak & istri) dengan syarat dan ketentuan yg berlaku tentunya.

3. Pengembangan Alumni

Salah satu hal yang membedakan beasiswa LPDP dengan beasiswa lainnya adalah adanya program orientasi dan pengayaan sebagai salah satu tahap seleksi LPDP. Pada tahap ini seluruh calon penerima beasiswa akan di gembleng selama 10 hari agar dapat menginternalisasi visi/misi LPDP. Di program pengayaan ini disamping mendapatkan ilmu, kita juga mendapatkan sahabat-sahabat baru penerima beasiswa LPDP seluruh negara tujuan. Proses pengayaan ini yang menurut saya sedikit banyak menguatkan militansi penerima beasiswa LPDP dalam satu keluarga LPDP. Selain itu LPDP juga memiliki program pengembangan alumni. Salah satu program yang sangat menarik bagi saya adalah program beasiswa lanjutan dimana melalui program ini setiap alumni memiliki prioritas mendapatkan beasiswa untuk jenjang berikutnya. Jadi beasiswa ini memang sangat cocok untuk teman-teman yang ingin melanjutkan studi sampai mentok!

Nah, dari beberapa kelebihan beasiswa LPDP yang sudah disebutkan tadi, rasanya sudah tidak ada alasan lagi bagi teman-teman untuk menunda-nunda keinginan untuk melanjutkan studi. Jika memang melanjutkan studi secepat mungkin akan menunjang pencapaian cita-cita anda segera perseiapkan diri sedini mungkin. Jujur saja mencari beasiswa saat belum lulus kuliah memiliki lika-liku dan tantangan tersendiri. Menyeimbangkan antara Kuliah-Tugas akhir-Aplikasi universitas-Aplikasi beasiswa merupakan tantangan terberat yang harus dijalankan. Saya akan coba sharing tips bagi teman2 yang masih kuliah dan ingin melanjutkan studi.

  • Mantapkan Niat

Tips pertama memang terdengar cukup klise, namun niat dan motivasi yang kuat memang merupakan modal utama. Bagi saya menunda merupakan musuh terbesar bagi scholarship hunter. Jika niat anda tidak cukup kokoh kecenderungan menunda-nunda akan semakin besar. Misalnya ketika anda mendapatkan masalah pada Tugas Akhir atau TOEFL pasti anda akan berpikir ‘Ah S2-nya nanti aja, sekarang fokus ke tugas akhir dulu’. Ditambah lagi jika niat anda kurang kokoh, Anda pasti akan lebih memilih menghabiskan masa-masa akhir perkuliahan dengan canda tawa dibandingkan dengan latihan TOEFL dan melengkapi persyaratan administrasi yang jauh lebih menjemukan. Tips untuk mendapatan niat dan motivasi yang kuat adalah mencari alasan yang kuat mengapa anda harus melanjutkan studi? Mengapa harus diluar negeri? Dan mengapa perjuangan yang anda lakukan akan worth it? Semakin mantap jawaban anda Insya Allah semakin mudah anda menulis motivation letter, semakin lancar anda menjawab pertanyaan dari para reviewer beasiswa dan tentunya semakin kuat motivasi dan niat Anda. Setelah itu segera ikrarkan niat anda tersebut pada orang tua, dosen pembimbing, sahabat dan handai taulan. Insya Allah dengan mengikrarkan niat tersebut, anda akan semakin terpacu dan terdorong untuk mencapainya.

  • Make It Perfect!

Tips kedua, buatlah aplikasi anda semenarik dan sesempurna mungkin. Meskipun anda tidak memiliki pengalaman kerja yang mumpuni, buatlah prestasi akademik dan pengalaman berorganisasi di kampus menjadi sebuah selling point yang menarik. Strategi saya waktu itu adalah mencari Universitas yang benar-benar sesuai dengan background pendidikan dan topik penelitian tugas akhir. Dengan begitu saya memiliki argument yang kuat, bahwa saya tertarik dengan topik riset di universitas tersebut dan telah mencoba untuk memulai riset dibidang tersebut sejak kuliah. Do a research! Cari tau topik riset apa yang sedang hot didepartemen tersebut dan siapa professor yang paling menarik untuk dijadikan pembimbing. Tips selanjutnya adalah buat aplikasi anda sesempurna mungkin. Hindari kesalahan grammar karena anda akan terlihat unprofessional, review seluruh aplikasi anda (CV & motivation letter). Jangan mengirimkan aplikasi sebelum anda yakin anda telah memenuhi seluruh requirement yang diberikan. Daripada mengirimkan aplikasi dengan nilai TOEFL yang kurang, lebih baik ikut tes TOEFL lagi hingga minimal mencapai batas minimum yang ditentukan. Kirimkan aplikasi jika anda seudah merasa tidak ada lagi alasan bagi universitas untuk menolak aplikasi anda.

  • Keep Positive & Stay Cool

Meskipun anda telah yakin dengan aplikasi anda belum tentu aplikasi anda diterima dan meskipun sudah diterima belum tentu anda bisa bayar biaya kuliah dan biaya hidup di luar negeri. Untuk itu keep positive dan tawakkal. Selalu katakan Insya Allah dengan senyum lebar ketika teman anda menanyakan ‘gimana jadi lanjut S2, di Belanda gak?’. Selain itu jangan minder meskipun status anda masih kuliah dan belum memiliki pegalaman kerja, Stay Cool bro! Sudah pasti banyak orang akan mempertanyakan motivasi anda karena bisa jadi motivasi anda langsung melanjutkan S2 hanya karena anda takut dan tidak siap menghadapi dunia kerja. Seperti yang saya alami pada saat saya wawancara beasiswa LDPD, kalimat sambutan yang diutarakan reviewer pertama kali adalah “Anda belum lulus kuliah? Berarti anda sudah melanggar peraturan LPDP ini”. Pertanyaan seputar status saya yg sebenarnya tidak sah dan motivasi melanjutkan studi merupakan pertanyaan yang terus diutarakan pada 15 menit pertama waktu wawancara. Untungnya saya sudah sangat prepare dengan pertanyaan tersebut. Akhirnya setelah menunjukkan 3 LOA yang sudah saya dapatkan dari beberapa universitas di eropa dan ditutup dengan kalimat gombal ‘Saya mau lanjut S2 agar bisa menjadi professor muda seperti bapak’, saya bisa meyakinkan para reviewer untuk memberikan saya kesempatan untuk mendapatkan beasiswa.

Dengan tips-tips diatas ditambah lagi dengan tersedianya beasiswa LPDP, tidak ada alasan lagi untuk teman-teman ragu untuk melanjutkan studi. Percayalah perjuangan dan pengorbanan anda akan terbayar ketika anda merasakan salju pertama kali dan memiliki banyak teman bule seperti di film-film. Selain itu, Indonesia masih sangat butuh insinyur-insinyur dan intelektual-intelektual muda untuk membangun negeri ini. Ilmu yang anda bawa dari Negara orang niscaya akan menambah darah segar bagi Indonesia. Mari berdiaspora, mari melihat dunia dan mari berkarya untuk negeri!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: