Paris, 22 Oktober 2012. Acara tahunan ke empat dari ECOTROPHELIA Europe, kompetisi mahasiswa Eropa untuk menciptakan produk makanan inovatif, diadakan di International SIAL Food Fair pada tanggal 21-25 oktober 2012 di Paris-Nord Villepinte. Lima belas tim yang terdiri dari Austria, Belgia, Republik Ceko, Perancis, Denmark, Jerman, Yunani, Islandia, Italia,Belanda, Rusia, Slovenia, Sepanyol, dan Swiss saling beradu menyajikan kreasinya. Terinspirasi dari trend komsumsi saat ini di Eropa, produk inovatif mendapat peranan penting pada seluruh aspek pengembangan produk seperti : teknis, kemasan, industri, marketing, regulasi, ekonomi, dan komersil.

Setelah melakukan penilaian pada seluruh produk inovatif, Mentri Pertanian, Pangan, dan Kehutanan, William Garot, dan ketua dewan juri Ecotrophelia Europe 2012, Michael Knowles yang saat ini menjabat sebagai Presiden “Food for Life” FoodDrinkEurope memberikan penghargaan kepada tim Chef Lupin dari Wageningen University Belanda sebagai juara 1 kompetisi ini dan berhak mendapatkan hadiah senilai 8.000 euro. Tim Chef Lupin membuat karya inovasi yang terbuat dari fermentasi kacang lupin.

 
Tim Chef Lupin ini beranggotakan 7 orang mahasiswa master yang berasal dari Indonesia  :
1.       Jovian Bunawan (Food Technology)
2.       Purnamasari Antono (Food Technology)
3.       Silvia Andini (Food Technology)
4.       Ibnu Khamais (Food Technology)
5.       Ferdinand Romuli (Food Technology)
6.       Kartika Subagia (Food Safety)
7.       Mia Isabelle (Nutrition and Health)

Tim Chef Lupin ini disponsori oleh Food and Nutrition Delta dan Wageningen University Fund.

Selamat atas keberhasilan dari ke-7 teman kita yang juga mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Semoga hasil ini memberikan semangat dan inspirasi baru bagi para pelajar Indonesia di seluruh dunia.

 

Translate »
%d bloggers like this: