monika

Narasumber:

1. Monika Pury Oktora, S. Farm, Apt.

S1: Farmasi Klinik Komunitas & Apoteker Institut Teknologi Bandung

S2: Medical Pharmaceutical Sciences, University of Groningen

 

2.Cita Hanif Muflihah, S. Farm., Apt

S1: Farmasi & Apoteker Universitas Muhammadyah Surakarta

S2: Drug Innovation. (Pharmaceutical Sciences) Utrecht University

 

moderator : Nurul Asih Ramadhani.S.Farm.,Apt

notulen : ummu nada

peserta : 55 orang

 

Q : 1.      Apa jurusan master yang kaka2 ambil? Dan bagaimana sistem perkuliahannya?

A : ka monika : Jurusan yang saya ambil adalah MSc Medical Pharmaceutical Sciences (MPS) di University of Groningen (RuG), dengan track Pharmaco-epidemiology. Masa studi 2 tahun. Jadi dalam 2 th students diminta untuk menyelesaikan 120 ECTS (kalo di kita SKS-lah). 1 ECTS setara dengan 28 hours per credit unit.

120 ECTS itu terdiri dari:

– 30 ECTS research 1,

– 40 ECTS research 2,

– 5 ECTS essay,

– 5 ECTS colloqium,

– dan 60 ECTS course. (Rata-rata course-nya 5 ECTS)

Schedule standarnya seperti ini: Tahun ajaran dibuka setiap Sept.

– Jadi kira-kira tahun pertama dari bulan Sept-Des kita ambil course-course.

– Kemudian dari Januari-Juni kita research.

– Lalu awal tahun kedua ambil course lagi (sesuai ECTS yang masih diperlukan dan sesuai track yag kita pilih), lalu lanjut research lagi.

Researchnya dilakukan 2 kali, tapi research kedua lebih panjang waktunya dari research 1.

Catatan untuk proyek research yang pertama, durasinya bisa diperpanjang hingga 40 ECTS, sehingga 2 kali research total 80 ECTS dan kita hanya perlu mengambil 50 ECTS course. Total 120 ECTS adalah jumlah SKS minimal, jika memungkinkan dan ingin mengambil lebih, silakan

Essay dan Colloqium bisa dilakukan setelah research 1 atau 2. Nah, topik untuk research 1 dan 2, essay, serta colloqium harus berbeda. Jadi kita ambil penelitian dan studi di departemen yang berbeda-beda, tapi.. tergantung dengan track yang kita pilih.

Dari tadi saya bilang ttg track. Apa itu track? Track itu spesialisasi yang akan kita ambil, bisa cek di sini http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/programme

  1. Track science, business and policy track, mata kuliahnya ada yang nyangkut tentang perbisnisan, saya ga terlalu tahu banyak sih tentang yang ini. Tapi yang saya dengar, proyek risetnya juga hanya sekali dan proyek riset kedua diganti oleh magang.
  2. toxicology and drug disposition track. Track ini berfokus pada toksikologi obat dan farmasetiknya.
  3. Pharmacoepidemiology (ini track yang saya ambil). Track ini mencakup farmakoterapi, farmakovigilans, dan epidemilogy database research

Atau bisa juga mengambil free track. Jadi kita bebas mau menentukan research kita akan di departmen mana, ini terutama menarik untuk yang mau spesialisasi di bidang yang tidak ada track default dari universitas, sehingga kita seolah-olah membangun track pengalaman sendiri.

 

Ka cita

Jurusan master yang saya ambil adalah Drug Innovation (Pharmaceutical Sciences) di Utrecht University. Jurusan ini merupakan Research-Based Programme dengan bobot 120 ECTS.

Selama program, kita diharuskan melakukan 2 kali penelitian pada salah satu research group/divisi yang ada di UIPS (Utrecht Institute of Pharmaceutical Sciences).

Research group yang bisa dipilih:

  1. Biomolecular mass spectrometry & proteomics
  2. Medicinal chemistry & chemical biology
  3. Pharmaceutics / Biopharmacy
  4. Pharmacology
  5. Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology

Selain riset, kita juga harus menyelesaikan mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. Di akhir, master thesis dibuat dalam bentuk literature review.

 

Gambaran schedule:

Perkuliahan dimulai September atau Februari.

Di awal, kita harus ikut mata kuliah wajib selama 5 minggu. Kemudian kita harus mencari peluang penelitian di divisi yang kita inginkan. Kita sendiri yang menentukan research group yang sesuai dengan minat kita, lalu kita email professor yang topiknya kita sukai, dan sebagainya.

Untuk riset pertama (major project 51 ects) durasinya 9-12 bulan. Setiap project biasanya kita akan dibimbing 1 academic staff (Professor/Associate professor) dan 1 PhD student di divisi tersebut.

Mekanisme untuk setiap project: pembuatan research protocol, riset, pembuatan research report, dan presentasi/ kolokium.

 

Saat major project, kita bisa sambil mengambil mata kuliah pilihan yang bisa menunjang riset kita.

 

Setelah menyelesaikan major project & mengambil mata kuliah pilihan, kita harus melakukan penelitian ke-2 (minor project 33 ects). Durasinya lebih sebentar dari major project, yaitu sekitar 6 bulan.

Kita boleh memilih divisi yang berbeda dari divisi major project kita. Misal major project kita di divisi medicinal chemistry, lalu minor project boleh di divisi biopharmacy.

Boleh juga memilih minor  profile  yang ditawarkan kampus (isinya course & penelitian), diantaranya: management & bussines profile, communication & education profile, dan  drug regulatory sciences profile.

 

Setelah minor project berakhir, master thesis dibuat dalam bentuk literature review dengan topik yang harus berbeda dari major project dan minor project.

 

Untuk lebih lengkap mengenai overview program silakan dibuka

http://studyguidelifesciences.nl/

Pilih  program:  Drug Innovation

enaknya..minor program,kita bisa ngambil project di luar univ, bahkan di luar belanda..

 

Q : 2.      Apa mata kuliah yang ada pada program ini dan menarik bagi kakak2?

A : ka monika

Mata kuliah (course) yang wajib diambil untuk semua track adalah Drug Development (yg diambil di awal perkuliahan). Untuk track toxicology, pharmacoepidemiology, dan science, business and policy track ada mata kuliah yang wajib untuk diambil sesuai track. Kecuali untuk free track bebas memilih mata kuliah apa saja (biasanya akan sesuai dengan research yg nanti dijalani).

Mata kuliah wajib untuk pharmacoepidemiology track

– Basics in Medicine

– Medical Statistics

– Pharmacoepidemiology

– Pharmaco-epidemiology in Practice

– Advanced Topics in Pharmacoepidemiology

Mata kuliah wajib untuk toxicology track

– Advanced pharmacokinetics

– Molecular Toxicology

Mata kuliah wajib untuk business and policy track

– Science and business

– Science and policy

– Internship business and policy

Course lengkapnya bisa dicek di link berikut ini http://www.rug.nl/ocasys/rug/vak/showpos?opleiding=4550

Intinya course yg diambil itu seharusnya yg menunjang kerja di lab/di research/untuk persiapan research

 

ka cita

hampir mirip sih..

Mata kuliah wajib pada program ini hanya 2, yaitu

“Drug Development” dan “Drug Discovery”

 

Untuk mata kuliah pilihan, mahasiswa dipersilakan memilih mata kuliah yang sesuai dengan penelitiannya atau minatnya. Beberapa mata kuliah pilihan pada program ini:

  1. Nanomedicine
  2. Bioanalysis
  3. Biomolecular mass spectrometry
  4. Advanced organic synthesis
  5. Biotech product
  6. Immunopharmacology
  7. Pharmacoepidemiology
  8. Pharmaceutical Policy Analysis,
  9. Pharmacoeconomy, dsb

Saya berencana mengambil major riset di Chemical Biology and Drug Discovery (atau medicinal chemistry dan Chemical Biology) untuk itu, sementara ini saya berencana mengambil mata kuliah Imunophamacology dan advanced organic synthesis

lengkapnya bisa dicheck ke http://studyguidelifesciences.nl/programme-related-courses#drug-innovation

 

Q : 3.      Apa saja pilihan topik penelitian / proyek di program studi tersebut? Apa kira-kira rencana penelitian / projek kaka2 (jika sudah ada)?

 

A :

ka monika

Research yang bisa dipilih di MPS:

  • Analytical Biochemistry
  • Drug Design
  • Molecular Pharmacology
  • Pharmaceutical Analysis
  • Pharmaceutical Biology
  • Pharmaceutical Gene Modulation
  • Pharmaceutical Technology and Biopharmacy
  • Pharmacoepidemiology and Pharmacoeconomics
  • Pharmacokinetics, Toxicology and Targeting
  • Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care

Bisa cek satu persatu di sini: http://www.rug.nl/research/fmns/group/pharmacy-oriented

 

ka cita

Research group/divisi yang bisa dipilih untuk melakukan riset pada program Drug Innovation:

Biomolecular mass spectrometry & proteomics

Medicinal chemistry & chemical biology

Pharmaceutics / Biopharmacy

Pharmacology

Pharmacoepidemiology & Clinical Pharmacology

 

Untuk melihat gambaran riset pada tiap grup riset, bisa dibuka link berikut ini:

http://www.uu.nl/en/research/utrecht-institute-for-pharmaceutical-sciences-uips/research/research-groups

Saya berencana melakukan major project di Chemical Biology and Drug Discovery (atau medicinal chemistry dan Chemical Biology) dengan grup Synthetic Medicinal Chemistry dengan topic Synthetic receptors and antibodies dan untuk minor research nya saya berencana untuk melakukan riset di UMC Utrecht Cancer Center atau di research grup  Chemical Biology and Bioorganic Chemistry

 

Q : 4.      Apa program studi S1 kaka2 dan peminatannya? Apakah relevan dengan jurusan S2 yang kaka2 ambil?  Lalu, Program studi apa saja yang relevan untuk studi S2 kaka2?

 

A : ka cita

Saya mengambil S1 Farmasi dengan background sains dan obat alam dan melakukan skripsi mengenai Uji sitotoksik. Untuk program apoteker, saya mengambil peminatan industri. Dua2nya di UMS

Jurusan Drug Innovation, dengan berbagai dalam bidang kimia maupun secara biologi molekuler sangat sesuai dengan background akademik serta minat saya.

Program studi yang relevan: farmasi (baik klinik maupun sains & teknologi), kimia, biomedis, biologi. Untuk jurusan non-farmasi biasanya harus mengikuti Pre-Master selama 3-6 bulan.

 

ka monika

Program studi S1 saya: Farmasi Klinik dan Komunitas. + Profesi Apoteker (Pelayanan Farmasi). Dua2nya di ITB.

Alhamdulillah, jurusan ini sesuai dengam background akademik saya, terutama saat saya mengambil track pharmacoepidemiology. Padahal awalnya saya kira jurusan Pharmaceutical Sciences itu hanya berkutat di bidang farmasetik aja, ternyata cakupannya cukup luas

Background bachelor yang berlatar belakang farmasi sangat terbuka chance-nya untuk apply MPS. Tapi ternyata ga cuma farmasi, related research fields yang berhubungan dengan molecular and cellular biology, kimia organik, biokmia, juga bisa kok.

Program studi yg relevan untuk S2 farmasi ya yg seputar medicine, farmasetik, farmakologi &farmakoterapi, biofarmasetik, drug innovation, dll

 

Q : 5. Bagaimana cara mendaftar ke program studi? Apa saja requirementsnya?

 

A : ka cita

Cara mendaftar untuk program ini adalah melalui kampus, bukan melalui profesor.

Caranya:

  1. Daftar via studielink
  2. Submit dokumen yang disyaratkan secara online via Osiris
  3. Kirim copy dokumen langsung ke Belanda
  4. Bayar application fee (100 euro)
  5. Wawancara langsung via Skype (conditional)
  6. LoA keluar.

Dokumen yg dibutuhkan diantaranya ijazah, transkrip akademik, IELTS minimal 6.5, ijazah, surat rekomendasi, dsb.

Untuk persyaratan lengkapnya, bisa dilihat di:

 

http://www.uu.nl/masters/en/drug-innovation/admission-and-application/non-eu/ndu#quicklinks

oiya,ijazah,transkrip dlam bahasa inggris..nanti di webnya juga ada dokumen apa aja yg harus diisi,formatnya dari univ

kira kira ada surat rekomendasi, CV, terus list pertanyaan standar seperti kenapa pilih jurusan ini..nantinya mau riset apa..gitu..

 

ka monika

Nih langsung intip ini aja yaah http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/admission-and-application.

Apply S2 di RuG menurut saya ga terlalu rumit, websitenya user friendly, semua prosedurnya bisa kita ikuin asal dibaca  pelan-pelan dan dihayati, hehe.

Stepnya:

1)            Bikin akun di Studielink  (https://app.studielink.nl/front-office/?brinCode=21PC)

2)            Upload dokumen2 yg dibutuhkan via OAS (Online Admission System) RuG, saat ini lagi belum bisa dibuka linknya. Nanti saat pendaftaran mahasiswa baru dibuka kayaknya baru bisa diakses

3)            Tunggu balasan sekitar 3-6 minggu

4)            Balasan bisa berupa: conditionally admitted, unconditionally admitted (2 ini yg disebut letter of acceptance), atau tidak diterima (saya lupa istilahnya apa)

5)            Kalau sudah diterima, kirim2 dokumen yang diperlukan via pos. Nanti akan diberitahukan dokumen apa saja yang perlu dikirim

6)            Setiap update akan dberitahukan via email atau melalui studielink

Syarat pendaftaran (bisa cek lengkap di webnya). Ini yang saya masih ingat:

1)            Ijazah, transkrip (dalam Bahasa Inggris)

2)            IELTS 6.5 (band 6), atau TOEFL IBT (aduh lupa tepatnya, maaf)

3)            Surat Rekomendasi (2 lembar, bisa dari dosen atau dari atasan, jika sudah bekerja)

4)            CV

5)            Paspor

silahkan dilengkap cita, mgkn ada yg sama dan beda antara RuG dan Utrecht

Cara mendaftar untuk program ini adalah melalui kampus, bukan melalui profesor.

Caranya:

  1. Daftar via studielink
  2. Submit dokumen yang disyaratkan secara online via Osiris
  3. Kirim copy dokumen langsung ke Belanda
  4. Bayar application fee (100 euro)
  5. Wawancara langsung via Skype (conditional)
  6. LoA keluar.

Dokumen yg dibutuhkan diantaranya ijazah, transkrip akademik, IELTS minimal 6.5, ijazah, surat rekomendasi, dsb.

Untuk persyaratan lengkapnya, bisa dilihat di: http://www.uu.nl/masters/en/drug-innovation/admission-and-application/non-eu/ndu#quicklinks

oh iya lupa,, ada application fee skrg. Maklum dulu pas saya apply masih gratis, heuheu.. RuG bayar application fee-nya 75 euro

ini ketinggalan link udtk daftarnya: http://www.rug.nl/masters/medical-pharmaceutical-sciences/admission-and-application

 

Q : 6.      Pilihan beasiswa apa saja yang ditawarkan? Apakah kaka2 menggunakan beasiswa? Jika ya, beasiswa apa yang kaka2 ambil dan bagaimana cara apply-nya?

 

A : ka monika

iya saya dapet beasiswa LPDP.

http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/

Cara apply: buat akun di website lpdp, submit persyaratan2 yang dibutuhkan, ikuti wawancara, LGD (leaderless group discussion),  dan on the spot essay writing.

Beasiswa lain setahu saya: Stuned, NFP, Orange Tulip Scholarship (ditawarkan oleh Nuffic Neso) atau bisa cek: http://www.rug.nl/education/international-students/financial-matters/grant-finder

kalau beasiswa dari univ utk program MPS, saya rasa pilihannya ga banyak. kalaupun ada lebih banyak utk dutch students

 

Ka cita

yuup teteh, saya menggunakan beasiswa LPDP.

http://www.beasiswa.lpdp.kemenkeu.go.id/

Cara apply: buat akun di website lpdp, submit persyaratan2 yang dibutuhkan, ikuti wawancara, LGD (leaderless group discussion),  dan on the spot essay writing. Ada beasiswa yang ditawarkan kampus, yaitu Utrecht excellence scholarship untuk kandidat yang memiliki record academic outstanding saat bachelor.

Persyaratan Utrecht excellence scholarship

http://www.uu.nl/masters/en/general-information/international-students/financial-matters/grants-and-scholarships/utrecht-excellence-scholarships. Kalau OTS/Orange tulip scholarsip hanya berlaku untuk beberapa jurusan & univ. untuk Utrecht Univrsity, program yang dibiayai sama OTS hanya MSc Epidemiology.Ada lagi stuned. Lengkapnya bisa di cek di

http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa/stuned/stuned-master

 

Q :  7.Apakah ada jurusan yang sama dengan kaka2 di universitas lain di Belanda?

 

A : ka chita : hehehee..bismillah deh..

sepertinya Ada, di Groningen seperti yang dipaparkan teh monik di atas.

Lalu di vrije universiteit amstrdam, nama program: programnya Drug Discovery & Safety (medicinal chemistry)

http://www.vu.nl/en/programmes/international-masters/programmes/c-d/drug-discovery-and-safety/

Lalu BioPharmaceutical Sciences di leiden university

https://studiegids.leidenuniv.nl/en/studies/show/4143/bio-pharmaceutical_sciences_systems_pharmacology

ka monika  : iya setahu saya yg ada di VU Ams dan Leiden.di Rotterdam setahu saya ada farmakoepidemiologi, hanya yg saya tahu itu program PhD. utk S2nya belum sempet lihat2 lagi di webnya

 

Q : 8.      Apa saja prospek kerja yang relevan dengan program studi kaka2? Apa rencana kaka2 setelah lulus?

 

A : ka monika : Bisa tergantung track yg diambil tadi.

  1. Researcher (lanjut PhD)
  2. Akademisi
  3. General hospitals
  4. Pharmaceutical, chemical, biomedical industries and food industries
  5. Governmental and semi-governmental institutions such as the Medicines Evaluation Board or the Ministry of Health and Welfare (kalau di Indonesia seperti badan POM atau Kemenkes)
  6. Societal and patient organization

Rencana setelah lulus: melanjutkan PhD di bidang yang sama

ka cita : Sama sih kaya the monik..Prospeknya :

-peneliti, baik di lingkungan akademis (kampus) maupun di pharmacy industry

-badan regulatory

-rumah sakit

Insya Allah rencananya juga lanjut PhD..

 

Q : 9.      Bagaimana ilmu kaka2 bisa bermanfaat di Indonesia?

 

A : ka monika : hmm… Bidang epidemiologi dan farmakoepidemiologi  sedang berkembang di Indonesia, diharapkan penelitian di bidang tsb bisa semakin maju di Indo, dan bermanfaat utk dunia kesehatan masyarakat.

tapi khusus untuk Indonesia yg sering ada penyakit pandemik, diharapkan dengan berkambangnya ilmu epidemiologi dan farmakoepid bisa dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit, pengobatannya, dll

ka cita : kalau saya..saya fikir karena Riset mengenai sintesis dan biologi molekuler belum banyak berkembang di Indonesia, saya harap ilmu tersebut nantinya akan bermanfaat dalam mengembangkan riset Indonesia di bidang sintesis dan biologi molekuler.

 

Q : 10.    Untuk jurusan Drug Innovation di Utrecht, apakah memungkinkan untuk  research nanomedicine/nanobioteknologi?

 

A : ka cita :

Ya, sangat memungkinkan untuk jurusan Drug Innovation. Teman-teman bisa mengambil riset di divisi Pharmaceutics/Biopharmacy di UIPS, dengan riset bidang Nanoparticle engineering for targeted drug delivery.

Beberapa teman ada yang mengambil riset tersebut.

Selain itu, bisa dilengkapi dengan mengambil matakuliah pilihan Nanomedicine.

Lebih lengkapnya silakan buka

http://www.uu.nl/en/research/pharmaceutics

ka monika : hehe.. kalo Utrecht aku ga terlalu paham jurusan spesifiknya cit

 

Q : 11.    Apakah perbedaan jurusan medical pharmaceutical drug innovation (MPDI) dengan medical pharmaceutical science (MPS) di University of Groningen?

 

A : ka monika

Nah ini mungkin  buat yg udah sering buka2 web RuG dan lihat MPS dan MPDI, agak bingung bedanya apa

Teman saya kebetulan pernah langsung bertanya pada Academic Advisor for Life Sciences programs (termasuk MPS) melalui email mengenai perbedaan MPS dan MPDI. Sebelum kemudian dia memutuskan untuk memilih yang mana

Berikut  ringkasan jawabannya:

  • MPDI memiliki seleksi dan prosedur penerimaan yang lebih ketat daripada MPS. Mereka juga melihat transkrip, kalau MPS tidak seketat itu
  • MPS di bawah fakultas MIPA (atau sains), MPDI di bawah fakultas kedokteran
  • Course dan research untuk MPDI sudah lebih strict, fixed program. Kalau MPS masih bisa memilih track sesuai keinginan kita.
  • MPS tidak ada seleksi interview (setidaknya sempai sekarang yg saya tahu), MPDI ada
  • MPDI bisa ada program scholarship yg ditawarkan oleh RuG jika keterima. MPS tida

Untuk konsul mengenai program bisa kontak melalui email Academic Advisor for Life Sciences

W.N. (Wouter) van Egmond

University of Groningen

Faculty of Mathematics and Natural Sciences

Education Support Centre

Mo-Th-Fr: Room 5161.0043, Bernoulliborg

Nijenborgh 9, 9747 AG, Groningen

T: +31 50 363 9770

Tu and We: Room 3213.0015, UMCG

Antonius Deusinglaan 1, 9713 AV, Groningen

T: +31 50 363 8547

E: w.n.van.egmond@rug.nl

http://www.rug.nl/staff/w.n.van.egmond

Appointments:

https://wvanegmond.youcanbook.me

[21:44, 21/02/2016] ka monika narsum1: biar yakin mau pilih jurusan apa.

 

Q : 12. Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi analisis?

 

A : ka monika

Di Groningen, analisis farmasi ada di grup Analytical Biochemistry. Disini sama seperti di Utrecht, fokusnya penemuan biomarker baru (biasanya protein) untuk diagnosis penyakit maupun molekul biologis yang terlibat dalam pathogenesis penyakit. Namun, metode-metode yang umumnya banyak dipakai di farmasi analisis seperti analisis instrument spektrometri dan kromatografi banyak dijumpai juga di grup-grup lain seperti Drug Design, Pharmaceutical Analysis, dll. Semua grup ini tergabung dalam unit riset besar Medicinal Chemistry and Bioanalysis.

ka cita : Kalau di Utrecht, analisis farmasinya lebih ke arah analisis protein untuk identifikasi protein yang involved di pathogenesis penyakit.

Jurusannya sama di drug innovation, tapi risetnya bisa ke divisi biomolecular mass spectrometry & proteomics.

Untuk melihat riset yang lebih lengkapnya silakan buka

http://www.uu.nl/en/research/biomolecular-mass-spectrometry-and-proteomics

di utrecht lagi hit penelitian masalah molekuler nih.

 

Q : 13.    Di Utrecht maupun di Groningen, adakah jurusan yang sesuai untuk farmasi klinik dan farmakoekonomi?

 

A : ka monika

S2 mahasiswa Internasional, di MPS bisa ambil track pharmacoepidemiology atau free track kemudian mengambil research di dept pharmacoeconomy (contoh: saya bisa ambil colloquium project di sini) atau di dept Pharmacotherapy and Pharmaceutical Care (saya ambil research 1 di sini). kalau untuk S2 mahasiswa lokal, program farmasi kliniknya khusus lanjutan dari S1 farmasi, dengan durasi 3 tahun

ka cita : Di Utrecht, program yang fokus ke clinical pharmacy adalah Master of Pharmacy. Program ini merupakan syarat untuk menjadi pharmacist (setara program studi profesi apoteker kalau di Indonesia), dengan durasi 3 tahun. Di program Msc Farmasi ini, terdapat program internship di hospital dan community pharmacy. Namun, perkuliahannya menggunakan Bahasa Belanda. Untuk mahasiswa internasional yang tertarik di bidang farmasi klinis & farmakoekonomi, bisa mengambil jurusan Drug Innovation dengan mengambil riset di divisi pharmacoepidemiology & clinical pharmacology. Di divisi tersebut terdapat kesempatan riset di bidang clinical pharmacology & farmakoekonomi. gitu sih kurang lebih, jdi yang khusus program untuk farmasi klinik sepertinya emang cuma diperuntukkan untuk mhs belanda.

 

Q : 14. Di Utrecht maupun di Groningen, apakah tersedia program s1 farmasi internasional yang menawarkan beasiswa?

 

A :ka monika : Program Bachelor of Pharmacy di RUG  semuanya berbahasa belanda, beasiswa kebanyakan utk mahasiswa lokal sini

ka cita : Program Bachelor of Pharmacy di Utrecht University semuanya berbahasa Belanda

 

Q : 15. Baik di Utrecht ataupun di Groningen, apakah ada jurusan yang fokus pada teknologi herbal dan controlled drug release?

 

A : ka monika : Herbal ada di RuG, namun mungkin tidak seperti penelitian bahan alam di Indonesia (ekstraksi dll). Di Groningen ada grup Pharmaceutical Biology (kalau di Indonesia ekivalen sama Bioteknologi) yang menyintesis senyawa terapetik dari tumbuhan di bakteri. Jadi metodenya kira-kira seperti ini: gen yang memproduksi senyawa biologis yang memiliki efek terapetik dari tumbuhan ditransfer ke bakteri atau ragi, sehingga bakteri atau ragi tersebut dapat memproduksi senyawa yang sama dalam jumlah terkontrol dan mudah dimurnikan (tidak seperti metode ekstraksi yang sulit untuk mendapatkan senyawa murni). Herbal ada di RuG, namun mungkin tidak seperti penelitian bahan alam di Indonesia (ekstraksi dll). Di Groningen ada grup Pharmaceutical Biology (kalau di Indonesia ekivalen sama Bioteknologi) yang menyintesis senyawa terapetik dari tumbuhan di bakteri. Jadi metodenya kira-kira seperti ini: gen yang memproduksi senyawa biologis yang memiliki efek terapetik dari tumbuhan ditransfer ke bakteri atau ragi, sehingga bakteri atau ragi tersebut dapat memproduksi senyawa yang sama dalam jumlah terkontrol dan mudah dimurnikan (tidak seperti metode ekstraksi yang sulit untuk mendapatkan senyawa murni).

ka cita : Herbal: sepertinya tidak ada riset tentang herbal sih..Controlled drug release: ada, di jurusan drug innovation dengan major di divisi Pharmaceutics.coba di cek disini http://www.uu.nl/en/research/pharmaceutics/about-us

 

Q : 16.    Berapa biaya perkuliahan untuk jurusan kaka2?

 

A : ka monika : RUG: sekitar 13.000  euro setahun

ka cita : Di Utrecht sekitar 19.000 euro untuk yang non-EU per tahun. Atau sekitar 300 juta rupiah/tahun.Saya masuk februari 2016, biaya perkuliahan semester pertama 11130 euro atau sekitar 169 juta rupiah

 

Q : 17. Berapa living cost rata-rata per bulan di belanda dan termasuk apa saja?

 

A : ka cita : rata2 sih Insya Allah yaa..Minimal 800 euro per bulan (sewa kamar, makan, transportasi, dsb)

ka monika : idem, bisa ngirit2 kok. Kalau di Groningen living cost cenderung lebih murah.. krn kemana2 bisa pake sepeda, makanan juga terjangkau

 

Q : 18.    Apakah harus lancar berbahasa Belanda, dan apakah mudah menemukan makanan halal?

 

A : ka monika : Tidak harus, semua orang di Belanda umumnya mahir berbahasa Inggris. Semua perkuliahan juga dengan Bahasa Inggris. Menemukan makanan halal Insya Allah mudah. Di tiap kota juga rata2 sudah ada gerai yang menjual daging/makanan halal. biasanya toko turki atau maroko

ka cita : benar, banyak kok disini toko daging yg halal gitu..kalau restoran yg halal, bisanya punya orang turki..itu halal, atau kalau ada acara buffet gitu sekelas..bisa minta makanan untuk vegetarian.

 

Q : 19.    Perbedaan sistem pendidikan farmasi di Indonesia dan Belanda?

 

A : ka monika : S1 Farmasi 3 tahun. Kemudian mereka boleh pilih apa mau lanjut S2 berupa:

1.Registered pharmacy untuk bekerja di apotek/klinik/RS. Kuliahnya ada internship di RS/community(apotek), researchnya hanya 1 kali (sekitar 40-45 ECTS), durasi 3 tahun

2.Research pharmacy. Yang lebih ditekankan utk research. Tidak ada internship. Research 2x. Tapi tidak punya license untuk bekerja di RS/community, durasi 2 tahun

 

Q : 20.    Baik di Utrecht maupun di Groningen, bidang penelitian apa yang sedang hangat / menarik baik di bidang pharmaceutical sciences mapun di bidang clinical pharmacology?

 

A : ka monika : di RUG: Bidang pharmaceutical sciences: nanoparticle for targeted drug delivery, sintesis biological substances seperti enzim dan berbagai protein (terutama yang menjadi target obat atau enzim-enzim yang dipakai sebagai katalis industri obat), formulasi powder untuk inhalasi (obat penyakit respirasi dan vaksin flu), sintesis senyawa yang dihasilkan oleh bahan alam menggunakan metode bioteknologi. Bidang clinical pharmacology: pharmacogenetics, liver diseases, respiratory diseases, efek nanopartikel pada sistem biologis manusia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: