Lingkar Inspirasi #01: Di balik layar penegakan HAM di Indonesia masa kini dan yang akan datang

Lingkar inspirasi

“Saya percaya bahwa masih banyak sekali anak-anak muda yang punya komitmen untuk membangun bangsa. Menurut saya batas negara sudah tidak ada lagi, we can do a lot di sini dan juga di indonesia.  Keberadaan orang indonesia di luar negeri tidak kalah pentingnya dengan mereka yang berjuang di dalam negeri. “

(Todung Mulya Lubis )

Sabtu, 14 November 2015 bertempat di Kampus Institute of Social Studies (ISS), Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda dan PPI Kota Den Haag mengadakan diskusi Lingkar Inspirasi#01 yang berjudul  “Penegakan HAM: Dimana peran Negara?” Di balik layar penegakan HAM di Indonesia masa kini dan yang akan datang.  Diskusi ini menghadirkan Todung Mulya Lubis, advokat senior yang juga aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia.

Dalam paparannya, Todung mengingatkan pemerintah agar  jangan hanya fokus pada pemenuhan hak sipil dan politik (sipol), melainkan juga memperhatikan hak ekonomi, sosial dan budaya (ekosob) masyarakat. Ia memberi contoh hak ekosob terkini yang dilanggar dan perlu perhatian pemerintah adalah kasus kebakaran hutan. “Ada banyak hak ekosob yang dilanggar. Fokus kita selama ini hanya kepada hak sipol,” ujarnya.

Todung mencontohkan misalnya bagaimana semua pihak di Indonesia bisa mengkaitkan persoalan korupsi yang mengakar dengan hak ekosob yang akhirnya terabaikan. Padahal, bila ini dikaitkan, korupsi bisa masuk ke dalam pelanggaran HAM. “Kita belum melihat hubungan korupsi dan pelanggaran HAM,” ujarnya.

Salah satu yang disoroti Todung adalah politik dinasti yang sudah mengakar di Indonesia. Namun, Todung mengaku sulit menghalangi politik dinasti ini, mengingat bila pembatasan dilakukan terhadap individu untuk berpolitik, justru itu akan bertentangan dengan hak sipol yang dimiliki oleh masing-masing orang.

Pasca 1998 Indonesia memasuki era baru demokrasi. Namun, masih ada culture fear yang tumbuh yang menghambat penegakan HAM dan itu tidaklah terlihat secara nyata. Terjadi self cencorship – kita menyensor diri kita sendiri. Hal-hal semacam itu mulai ditemukan di masyarakat Indonesia. “Kita ini jangan melihat Indonesia hanya Jakarta dimana kebebasan berpendapat sangat dijunjung tinggi. Contohnya,  jika kita di Papua atau Kalimantan Tengah, penegakan HAM tidak akan bisa dijalankan dengan mudah. Ketika saya mau mengadakan diskusi tentang suatu isu yang sensitif di sana, kita dilarang oleh penguasa lokal karena mereka masih tertutup untuk membahas hal ini” Ungkap Todung.

Diskusi berlangsung dengan hangat. Para peserta diskusi pun ‘berebut’ untuk menyampaikan pertanyaan dan gagasannya kepada Todung yang dikenal sebagai aktivis HAM yang sangat senior di Indonesia. Ada yang bertanya seputar Piagam HAM ASEAN, hingga seputar apakah HAM Universal bisa benar-benar diterapkan terhadap kultur Indonesia. “Diskusi seperti ini perlu sering diadakan karena selain dapat meningkatkan awareness juga memperkaya wawasan. PPI Kota Den Haag selalu terbuka untuk menyediakan wadah berdiskusi mengenai isu-isu pembangunan” ungkap Tessa, Ketua PPI Kota Den Haag.

Peserta diskusi berasal dari berbagai tempat di Belanda. Salah seorang peserta bahkan rela menempuh perjalanan tiga jam dari Maastricht ke Den Haag untuk ikut berdiskusi seputar HAM di Indonesia (KH).

——-

Tentang Lingkar Inspirasi

Lingkar Inspirasi menyediakan ruang bagi pelajar Indonesia di Belanda untuk berdiskusi dan bertukar pikiran terkait isu-isu hangat di tanah air berdasarkan perspektif keilmuan yang dipelajarinya.  Jauhnya lokasi kita dari tanah air tidak menjadi hambatan kita untuk berkontribusi.  Lewat forum ini, pelajar Indonesia di Belanda bisa memberikan sumbangsih pemikiran bagi persoalan-persoalan di Indonesia.

PPI Belanda berkolaborasi dengan PPI Kota akan menyelenggarakan Lingkar Inspirasi setiap bulan dengan mengangkat topik berbeda dan diadakan di kota yang berbeda.

One comment

  1. Not bad at all fellas and galsla. Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Translate »
%d bloggers like this: